Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 388: Cerberus


__ADS_3

"Brock, dia masih Danny yang kita kenal bukan?" Vincent bertanya tentang apa yang dirasakannya ketika melihat Danny yang begitu serius dan membara tadi, ia pikir yang tadi berbicara padanya itu bukanlah teman yang biasa dikenalnya.


Brock mendengar pendapat temannya itu, sejujurnya ia merasakan hal yang sama di mana Danny seolah berubah menjadi orang lain ketika menggunakan kekuatan yang ada di dalam dirinya itu, namun terlepas dari semuanya itu berkat kekuatannya itulah mereka bisa mengandalkannya dalam situasi berbahaya seperti ini.


"Aku tahu apa yang kau rasakan Vincent, tapi kini kita hanya bisa percaya padanya dalam situasi yang berbahaya ini, ini adalah pertama kali bagi kita bertiga bukan? Kita masih punya harapan karena ada salah seorang dari kita yang pernah selamat dari tempat ini, aku yakin Danny bisa mengatasi bagian dirinya yang lain itu."


Brock sudah mengungkapkan apa yang menjadi pendapatnya, ia yang sudah mendengar begitu mengerikannya kenyataan yang ditawarkan tempat ini dari Danny, maka dari itu ia percaya pada temannya dan bertaruh padanya agar bisa selamat dari kondisi yang kurang bagus seperti ini.


"Kita harus memerhatikan sekitar kita, makhluk aneh seperti tadi bisa muncul kapan saja ...." Brock kembali mengingatkan temannya itu akan apa yang lebih penting dipikirkan daripada apa yang dipikirkannya sebelumnya.


"Kau benar Brock, Patricia juga sedang tidak sadarkan diri sekarang, kita akan melindunginya." Vincent mengiyakan apa yang telah dikatakan Brock.


*


Sementara itu Danny sudah berhadapan dengan anjing, namun bukan sembarang anjing seperti biasanya yang seharusnya lucu dan bisa bersahabat dengan manusia.


Penampilan anjing hitam itu sangat jauh dari kata biasa, ukurannya sedikit lebih besar dari laba-laba raksasa yang tadi telah dilawannya, dan memang perbedaan ukuran yang ada membuat semuanya menjadi berbeda, apalagi sekarang adanya anjing dengan ukuran yang sebegitu besarnya.


Tidak sampai di situ, anjing itu tidak hanya memiliki satu kepala melainkan tiga sekaligus dengan raut wajah masing-masing buas, bergigi sangat tajam dan kedua di antaranya mengeluarkan air liur yang menetes.


Dengan ekor yang mirip seperti sebilah panah, terlihat begitu panjang dan sangat tajam pada bagian sisi dari ekornya itu, terlihat dengan jelas ekornya itu mampu menembus apapun yang sekiranya tidak lebih kuat darinya.


Danny merasa hawa jahat makhluk anjing besar berkepala tiga ini jauh lebih besar daripada makhluk laba-laba raksasa yang telah diatasinya itu, perbedaan yang seperti itu membuat suasana kini menjadi mencekam.


"Gggggrrrr ...." Makhluk anjing besar itu menggeram seakan tidak senang dengan keberadaan pemuda yang dilihatnya saat ini, dan lagi makhluk ini merasakan akan adanya tiga kekuatan besar yang ada di dalam diri manusia yang sedang dilihatnya ini.


Namun Danny sama sekali tidak merasa takut ketika melihat makhluk mengerikan seperti itu karena memang itu berkat kekuatan batu permata mulia fisik yang tidak mengizinkannya untuk merasa terdesak bagaimanapun keadaannya.

__ADS_1


Bagian kepala dari masing-masing sisi memang terlihat marah dengan ekspresi buas yang kurang lebih sama seperti anjing yang menggonggong tidak suka melihat pemandangan yang dilihatnya, namun berbeda dengan kepala bagian tengahnya, bagian tengah dari kepala anjing ini terlihat lebih tenang dan tidak seagresif kepala pada masing-masing sisi yang lain.


Anjing besar berkepala tiga adalah hal yang baru dilihatnya, makhluk yang mengerikan dan rasanya siapapun yang melihatnya tidak akan merasa tenang, rasa takut dan ngerilah yang ada pada mereka ketika melihat makhluk seperti ini.


"Kau ... kau mengalahkan salah satu dari kami?" Anjing yang berkepala di bagian tengah mengajak Danny berbicara, satu-satunya kepala yang tidak terlihat marah dan buas padanya.


"Aku sudah memberikannya kesempatan," jelas Danny dengan datar, ia sebenarnya juga benar-benar akan melepaskan makhluk laba-laba besar itu jika saja makhluk itu menuruti perkataannya.


"Lantas mengapa kau menemuiku di sini?" Danny bertanya balik pada makhluk besar anjing berkepala tiga ini dengan tak gentar, layaknya berbicara dengan biasa saja dan tidak terpengaruh akan apapun.


"Aku adalah Cerberus, pemimpin dari makhluk buas yang ada di sini, hutan yang orang-orang sering sebut sebagai Dawn Forest."


Dan Danny akhirnya bisa membedakan bagaimana cara makhluk anjing berkepala tiga itu berbicara, suara yang dihasilkan oleh kepala tengah dari anjing ini menggema dan tidak terdengar menakutkan melainkan berwibawa dan nyaring.


Perkenalan yang dimulai oleh makhluk serigala berkepala tiga itu, Danny tidak menyangka monster itu bahkan mau untuk mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya.


Yang pasti Danny sekarang tidak membedakan akan siapa makhluk yang akan bertemu dengannya, dan mau bagaimanapun bentuk dan ukuran makhluk yang muncul atau bahkan jati diri makhluk itu bukan masalah baginya.


"Aku adalah penguasa seluruh bagian hutan ini, dan sepertinya aku harus mengatakan identitasku padamu."


"Kalau begitu aku akan menerapkan hal yang sama padamu, jangan membuatku mengulangi hal yang sudah kukatakan." Danny mengatakan bahwa ia memang memberi makhluk yang bernama Cerberus ini untuk meninggalkan dia dan teman-temannya, atau jika makhluk itu menolak tawarannya maka hal yang akan terjadi tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya.


"Jangan salah paham manusia, makhluk laba-laba yang tadi telah kau kalahkan itu adalah yang terkuat kedua setelahku; aku tidak akan menyia-nyiakan kekuatanku dalam pertarungan yang tidak bisa kumenangkan."


Danny mendengar nada bicara bijak dari bagian kepala tengah anjing besar ini, namun pada sisi kiri dan kanan kepala makhluk ini sama sekali tidak bersikap sama dengan apa yang telah dikatakan kepala bagian tengahnya itu, mereka malah terus-terusan memasang raut wajah buas penuh amarah, memperlihatkan gigi taring yang amat tajam yang dipunyainya itu.


"Aku rasa kepalamu yang lain tidak sependapat denganmu." Danny bahkan mempedulikan bagaimana kepala-kepala Cerberus pada sisinya menginginkan suatu pertarungan darinya, maka dari itu ia memastikannya saat ini.

__ADS_1


"Jangan pedulikan mereka, aku yang sedang berbicara denganmu tidak berniat untuk berurusan denganmu."


"Lantas mengapa aku banyak merasakan hawa jahat di sini? Bukankah kau bilang tidak ada yang ingin berurusan denganku?" Danny tentu saja tidak bisa ditipu semudah itu, padahal jelas-jelas pada awalnya sebelum makhluk anjing besar ini muncul bersamaan dengan itu banyak hawa jahat lain yang mengarah padanya.


"Jangan pedulikan yang lain, mereka adalah binatang buas penghuni hutan ini, mereka dalam perintahku dan tidak akan menemuimu secara langsung." Cerberus bersikap seolah dia adalah pemimpin, yang memang terdengar dari nada bicaranya yang nyaring terlepas dari kepala bagian sisi dan kanannya yang ganas itu, kepala bagian tengahnya sungguh penuh ketenangan dan membuatnya menjadi makhluk berhawa jahat besar yang berbeda.


"Apakah kau tidak ingin membiarkan kami pergi dari sini?" Danny sangka ia ditahan untuk berbicara dengan pemimpin dari Dawn Forest hanya untuk mengulur waktunya, dan sebenarnya ini adalah hal yang menyebalkan untuk dialami.


"Aku akan menawarkan diri untuk mengantar kalian keluar dari hutan ini."


"Apa?" Danny tidak menyangka akan mendengar perkataan seperti itu dari Cerberus, yang tadi sudah mengaku sebagai pemimpin dari keseluruhan area hutan ini, dan kini ia ingin membantunya keluar dari sini?


"Jika tidak mau tidak apa, aku hanya menawarkan diriku saja, aku senang bisa membantu kau yang lebih kuat dariku, setidaknya hanya inilah rasa terima kasih yang bisa kulakukan selama kau tidak berbuat seperti tadi."


"Lucu sekali, aku tidak boleh membinasakan kalian sedangkan makhluk seperti kalian meneror orang-orang yang datang kemari dan tidak segan untuk membunuhnya, perbandingan yang tidak sesuai."


Danny berpendapat bahwa rasanya aneh bilamana ia tidak boleh melakukan apa yang dilakukan para makhluk buas ini lakukan pada pendatang tempat ini, dan tentu saja ini membuatnya sedikit kesal.


"Tidak ada yang boleh masuk ke area hutan ini, semua orang di dunia seharunya sudah tahu, barangsiapa masuk ke tempat ini maka kemungkinan selamatnya akan kecil; aku dan para makhluk di sini hanya membedakan masing-masing dengan kekuatan saja, bilamana pendatang itu lebih kuat maka kami tidak akan memangsa mereka."


"Yang kuat yang menang begitu maksudmu?"


"Ya, dan kau adalah manusia pertama setelah sekian lama yang langsung kutemui olehku dan aku tunduk padamu sekarang."


Cerberus menundukkan kepalanya sendiri, yang menunjukkan bahwa pemimpin di hutan Dawn Forest ini pun sampai tidak mau untuk berurusan dengannya, bahkan tidak dengan pertarungan kecil sekalipun karena memang hasilnya sudah diketahuinya dengan jelas.


Danny juga tidak bisa menyangkal akan apa yang telah dikatakan Cerberus ini, lagipula Dawn Forest memang adalah hutan terlarang di mana semua orang memasukinya dengan risikonya sendiri, dan hal itu tentunya jadi pertimbangan yang besar bagi siapapun jika ingin memasuki tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2