
Danny terdiam, ternyata karena kemampuan rekannya itulah, kekuatannya dan kekuatan Arthur bisa terhenti tiba-tiba.
Danny tidak menduga akan hal ini, mengingat ia tidak tahu apa yang direncanakan gadis itu.
Dan ketika dia melakukan ini, Danny sadar ini memang masih berhubungan dengan rencana awal mereka. Masakan Raven membiarkan orang yang mereka carinya berada dalam bahaya?
‘Itu sudah cukup.’ Danny tidak merasa lebih baik, namun setidaknya ketika ia sudah berusaha menyampaikan maksudnya dalam aksi pada sang ksatria suci itu.
Malahan tindakannya ini sangatlah berisiko, apa jadinya jika Raven tidak menghentikan kekuatannya dan juga Arthur? Sesuatu yang tidak bagus pasti akan terjadi di saat itu juga.
Danny berusaha tetap berdiri dan menstabilkan kekuatan sihirnya, mengingat luka yang ada pada perutnya masih belum pulih.
Danny sekarang tahu efek lain dari penggunaan batu permata mulia yang tadi dialaminya. Meski memang saling berkaitan dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya, yang juga sudah dikatakan guru Freiss.
Tidak hanya kesakitan yang dirasakannya namun juga ke-tidak bisa mengendalikan kekuatan batu itu juga adalah hal yang sering kali terjadi.
Biasanya rasa sakit juga mengiringi ketika Danny tidak bisa mengendalikan kekuatan batu ini, seperti yang terjadi sewaktu pertama kali menghadapi Arthur.
Namun kali ini berbeda, ia hanya kehilangan pengendalian kekuatan saja tanpa mengalami sakit yang berarti dan juga bisa mengunakan kekuatan ini dengan jangka waktu yang tidak sebentar.
Apakah itu artinya latihannya selama ini membuahkan hasil? Danny tidak berekspektasi banyak, namun ketika ia tidak lagi mengalami rasa sakit yang sulit dijelaskan, perbedaannya cukup terasa juga.
Dan sekarang ia bisa melihat makhluk besar tadi berubah ukuran jadi sama seperti manusia, dan tidak ada bagian lain yang berubah selain apa yang telah disebutnya.
Raut wajahnya masih tenang dan tidak berubah jadi lebih mengerikan, zirah merah membara dan jangan lupakan lingkaran sihir merah yang mengelilingi tubuhnya.
Raven mengatakan ‘musuh jadi lebih menarik’ dan sekarang Danny kurang lebih tahu apa yang dimaksudkan olehnya.
‘Kekuatan sihirnya benar-benar meningkat drastis,’ batin Danny. Entah bagaimana makhluk merah itu bisa meningkatkan hawa kekuatan sampai sejauh ini.
Dimana-mana sesuatu yang menjadi besar biasanya diikuti dengan kekuatan yang meningkat, namun kali ini malah terjadi sebaliknya.
“Sebagai manusia boleh juga. Aku jadi tidak ragu menggunakan kekuatan asliku.” Domer menatap tajam pada Danny, entah karena alasan apa dia ini ternyata belum mengeluarkan kekuatan penuhnya sedari awal, dan tidak berniat menyembunyikannya di saat terakhir.
Danny menghela nafasnya, ia sudah menggunakan sebagian besar kekuatannya untuk menyadarkan Arthur dan sekarang urusan utamanya tidak bisa lebih lama menunggu.
__ADS_1
Shhhhh....
Danny memegang lukanya dengan tangan kirinya, tidak begitu terasa mengganggu sekarang, yang berati pengendalian sihirnya cukup bisa diandalkan juga.
Kret.
Sementara itu Danny menguatkan pegangan tangan kanannya yang sedang memegang pedang.
Shhhh....
Danny perlahan menutup matanya, berkonsentrasi dalam, tidak ada lagi pengaruh kekuatan Raven yang ada dalam tubuhnya.
Perlahan namun pasti Danny berhasil mengumpulkan lagi tenaganya, dan kali ini untuk alasan tertentu ia menghilangkan semua rasa ragu dan takut yang ada padanya.
Ia tidak yakin akan bisa bekerja sama dengan para ksatria suci, terutama setelah apa yang terjadi sebelumnya.
Namun tak apa, kini pada akhirnya memang ia belajar berhenti berharap pada orang lain.
Kini tinggal ada satu hal yang perlu dilakukannya. Mengalahkan makhluk merah yang ada di depannya.
SHH!
SIIIINGGG!
Sinar berwarna ungu terang muncul dan menghilang begitu cepat, menyisakan hanya ada lima orang di padang pasir panas ini.
*
“Arthur!” Sementara itu Hellen dengan cepat mendekati Arthur yang masih berusaha berdiri, wajahnya terluka dan darah ada disekitaran wajahnya.
‘Aku... masih hidup.’ Arthur masih bisa merasakan sakit, yang itu berarti dia masih hidup.
Arthur melirik ke arah makhluk hitam yang berdiri tak jauh darinya, ia merasakan adanya energi yang sama yang dirasakannya dahulu.
Mengingat ia memang pernah bertarung dengannya sebelumnya. Meski sudah beberapa lama namun tidak mungkin ia melupakan hawa kekuatan yang unik seperti dia.
__ADS_1
Di sini Arthur yakin dengan pasti kekuatannya yang tiba-tiba hilang itu ada hubungan dengan makhluk hitam yang sedang berdiri terdiam itu.
“Duduklah dahulu.” Hellen tidak hanya melihat luka fisik saja namun juga kelelahan dalam tubuhnya berpengaruh besar pada kondisinya yang sekarang.
“Aku tidak bisa.” Arthur masih tetap berusaha berdiri, ia masih punya hal yang harus dilakukan yang tak lain tak bukan adalah tujuan utamanya.
“Apa Thor akan kauabaikan begitu saja?” Arthur menatap tajam Hellen yang melihatnya khawatir.
“....” Hellen tertunduk dan terdiam, ia tidak masalah dengan seorang rekannya yang ingin membalaskan dendam, hanya saja tidak akan mudah dengan kondisinya yang sekarang.
Pada kenyataannya Hellen senang Arthur mau melakukan apapun demi membalas kematian Thor, bahkan sampai menyingkirkan siapapun yang mengganggu rencananya ini.
Dan pada akhirnya pun keadaannya jadi seperti ini, terluka dan kekuatannya terkuras dengan hebat, sedang ia belum melakukan tujuan utamanya sama sekali.
“Jangan menyiksa dirimu.” Hellen memegang tangan Arthur, mencoba meyakinkannya, dan seketika itu juga tangan Hellen berdarah terkena aura kekuatan kuning yang muncul tiba-tiba pada tubuh Arthur.
“Thor sahabatku, aku tidak mau membuang waktu.” Arthur masih bersikeras ingin melanjutkan apa yang jadi rencananya, ia masih belum teryakinkan akan apa yang dikatakan oleh Hellen.
Arthur melihat sekitarnya, namun seketika itu juga ia merasakan ada yang berbeda di sini. ‘Ada apa ini?’
Tap.
“Bukan hanya kau saja Arthur.” Worther datang mendekatinya dan diikuti dengan Jessica juga.
“Aura kekuatannya menghilang?” Arthur merasa aneh dengan hal ini, mengapa ia malah baru sadar sekarang?
“Iblis itu dan anak muda yang kau lawan,” ujar Jessica mengatakan berdasarkan pengamatannya.
‘Danny dan iblis itu?’ Arthur tidak menyadari hal ini dari awal, apa mungkin karena luka yang dialaminya ini? Bahkan aura kekuatan kuningnya pun masih berkedip-kedip tidak stabil.
Pertanyaan pun muncul dalam hatinya, mengapa Danny dan iblis itu menghilang? Apakah alasan dibalik kejadian itu?
Arthur menghilangkan aura kekuatannya dan menstabilkan dahulu kekuatan sihirnya, sementara memang benar hawa keberadaan Danny dan iblis bernama Domer itu menghilang tanpa jejak.
Seolah ada sesuatu yang terjadi yang tidak disadarinya. Arthur masih terdiam memikirkan hal ini.
__ADS_1
“Oi, kau baik-baik saja?” Worther menepuk pundak Arthur, dia seolah tengah memikirkan sesuatu dengan keras.
“!” Seketika itu juga Arthur ingat akan Danny yang mengatakan ‘hentikan aku kalau bisa’ yang itu berarti alasan dibalik kejadian ini bisa saja sesuai apa yang dikatakannya.