Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 414: Menjadi Alat


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu pada saat Forhan masih menetap di Desa Demi Town bersama dengan semua yang berasal dari rasnya, ada sebuah kejadian yang tidak biasa.


Tanpa bisa diduga siapapun, di hari yang damai dan biasanya, kedatangan seorang berjubah hitam yang menutupi tubuhnya membuat semuanya menjadi berubah.


"Kau, kau yang bersama dengan pemuda yang memiliki kekuatan unik bukan?" Suara perempuan terdengar dari seseorang yang berjubah hitam itu.


Forhan sadar bahwa ia merasakan hawa kejahatan yang sungguh luar biasa, tidak salah lagi instingnya berkata bahwa seseorang yang berada di dalam jubah hitam ini bukanlah orang biasa.


Forhan membawa orang berjubah hitam misterius itu ke luar desa, ia tidak mau menimbulkan kekacauan di antara yang lain apalagi sudah ada beberapa warga yang merasa aneh karena melihat orang yang berpakaian seperti itu.


Setelah cukup jauh di tepi sungai di luar desa, Forhan sebenarnya masih punya banyak pertanyaan pada orang asing ini, tentu saja bagaimana rupanya, mengapa ia bisa mengetahui Danny adalah temannya?


"Apa urusanmu dengan temanku itu?" Forhan tidak bisa berkelit dan menyangkal bahwa ia adalah teman Danny, lagipula ia tahu benar sosok berjubah hitam ini sungguh memiliki aura kegelapan yang mengerikan dan tentu saja itu menunjukkan kekuatannya yang melimpah ruah.


"Urusanku hanyalah menemukannya, apakah kau tahu di mana dia sekarang?"


Mendengar pertanyaan itu Forhan merasa curiga dengan seorang asing berjubah hitam ini; ia tidak mengungkapkan alasannya yang sebenarnya, dan tujuannya tidak jelas.


"Aku tidak tahu dan sudah lama pula aku tidak bersamanya." Forhan menjawab pendek, seadanya saja karena memang begitulah kenyataan yang sebenarnya.


Seorang berjubah hitam itu terdiam sejenak, mungkin saja dia merasa dirinya dipermainkan oleh pria besar yang ada di hadapannya itu.


"Begitukah?"

__ADS_1


Sret.


Seorang berjubah hitam itu perlahan menyingkapkan jubahnya, dan saat seketika itu pula Forhan termenung dan terjatuh ke tanah seketika.


"A- apa?" Forhan tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirinya, padahal ia baru saja sejenak melihat wajah dari orang yang berpakaian tertutup ini, namun lantas mengapa kakinya lemas dan ia tidak mampu berdiri?


"Hehe, kalau kau tidak tahu tentunya kau bisa menemukannya dengan cepat, karena kau ini temannya."


Nggiiiinggg!!!


Forhan mendengar dengungan yang sangat keras pada pendengarannya, dan itu membuat kepalanya pusing dan tidak karuan.


Ia hanya bisa memegangi dan meringis kesakitan akan apa yang terjadi pada dirinya itu, dan bahkan ia masih bertanya-tanya pula mengapa tiba-tiba hal ini dialaminya?


"Demi human, tidakkah kau tahu seharusnya ras kalian itu sudah musnah ...."


"?!"


Forhan mendapatkan jawaban dari perkataan perempuan misterius itu, dia mengetahui identitasnya yang sebenarnya dan juga mengetahui kenyataan yang seharusnya tidak diketahui manusia, jadi pada saat itu pula ia bisa mengambil satu kesimpulan.


"K- kau ...."


Forhan berusaha untuk menengahkan kepalanya untuk melihat wajah perempuan misterius itu.

__ADS_1


"I ... iblis!" Forhan bisa melihat rupa dari seorang misterus, perempuan yang sedikit mirip dengan sosok iblis yang pernah dilawannya dahulu, Victoria.


"Bagaimana kau tahu ... ke- keberadaanku?!"


"Cukup mengesankan kau bisa tahu diriku sebenarnya, sebagai hadiah untuk itu aku akan memberi tahu satu hal, kekuatan para iblis terhubung satu sama lain, hingga akhirnya aku bisa tahu identitas dan keberadaanmu karena kau pernah melawan salah satu dari kami."


Forhan akhirnya tahu bahwa ternyata kekuatan iblis begitu luar biasa bahkan sampai terhubung satu sama lain, tidak heran mengapa ia bisa mengetahui jati diri dan keberadannya sekarang ini.


Namun jika iblis tersebut bisa tahu identitas dan lokasinya mengapa tidak dengan Danny? Forhan memikirkan hal ini, seharusnya si iblis ini bisa mengetahui juga lokasinya dengan mudah.


"K-kau ... tidak mampu mengetahui lokasi ... temanku, heh, sungguh menggelikan."


"Uraggh!!" Forhan menundukkan kepalanya lagi, ia merasakan nyeri yang amat sangat melebihi yang sebelumnya, kekuatan yang menyerangnya ini sudah pasti dari si iblis ini.


"Jaga mulutmu Demi Human, kini setelah aku menemukanmu aku tidak perlu lagi susah-susah untuk mencari keberadannya, hihi." Iblis perempuan itu tertawa kecil.


"A- apa?"


"Aarrghh!!!" Forhan melihat sekujur tubuhnya, kini segel berwarna merah mulai menyebar ke seluruh tubuhnya, yang menyebabkan rasa nyeri itu semakin menjadi-jadi.


Sial! Mengapa bisa-bisanya dia melakukan ini?!


Segel berwarna merah kini sudah benar-benar menutupi tubuh pria besar itu, dan hal itu membuat si iblis perempuan tersenyum kecil hendak menjalankan rencananya untuk menemukan Danny.

__ADS_1


"Kau akan menjadi alatku agar aku bisa menemukannya, hihi."


__ADS_2