Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 493: Panah


__ADS_3

“....” Arthur tidak ada maksud untuk menyinggung perasaan sang iblis itu, ia hanya mengajak ngobrol saja, apakah itu hal yang salah ya?


Arthur menutup matanya sejenak, kini ia tahu inilah saat di mana kebenaran akan terungkap.


‘Dengan begini seharusnya dia puas.’ Arthur memfokuskan kekuatannya, ia mencari sedikit perbedaan di aura kekuatannya yang sekarang.


‘Seharusnya masih ada....’ Mencari kekuatan berbeda di kekuatan sihir sendiri bukanlah perkara mudah, namun Arthur tetap melakukannya demi membuktikan perkataan awalnya.


Meski terjadi beberapa saat lalu, namun tetap tidak membuat proses pencarian kekuatan asing dalam tubuhnya jadi mudah, tetap sulit.


Arthur baru saja dirasuki oleh kekuatan iblis perempuan ini, ini adalah faktor penghambat juga, meskipun begitu Arthur tetap mencari-cari energi kekuatan musuh yang telah ia akhiri sebelumnya.


Kekuatan terang Jessica memang sudah membuat tubuhnya terbebas dari pengaruh buruk kekuatan gelap, yang membuatnya bisa bergerak bebas lagi, namun bukan berati semua energi gelap benar-benar hilang darinya.


“!” Arthur membuka matanya seketika itu juga, sorot mata tajam terlihat padanya.


Ia mengarahkan tangan kanannya ke depan dan seketika itu juga muncullah energi hitam dari telapak tangannya.


Syut.


“!” Olivia terdiam, namun ekspresinya memandakan ia tidak baik-baik saja melihat ini.


Itu bukanlah hawa kekuatan gelap biasa, sudah jelas-jelas pria pirang itu adalah manusia, tidak mungkin memproduksi aura kekuatan gelap.


Dan pula itu bukan hawa kekuatan gelap miliknya, Olivia bisa merasakan hawa kekuatan gelap yang ada pada pria pirang itu memang tidaklah terlalu besar, namun dengan merasakannya ia sudah langsung mengenalnya.


“Ini bukti yang kau minta.” Arthur terlihat serius, kekuataan gelap dari iblis bernama Domer tadi tidak sengaja merasuk kedalam dirinya juga, yang kebetulan bisa ia tunjukkan sebagai buktinya.


Untungnya sedikit kekuatan iblis bernama Domer ini tidak ikut ternetralkan, karena jika sudah ternetralkan maka Arthur tidak bisa menunjukkan bukti apapun.


“Tidak mungkin.” Olivia masih terdiam, ia tidak menyangka akan melihat aura kekuatan komandan besar iblis yang dicarinya berada di genggaman pria berambut pirang itu.


Tidak ada yang bisa disangkal lagi, ini adalah kenyataan yang sesungguhnya.

__ADS_1


“Kau... yang membunuh Tuan Domer....” Ekpresi Olivia jadi tidak terlihat baik-baik saja, aura kekuatan gelapnya makin besar menandakan ia akan melakukan sesuatu.


“Kau yang memintaku menunjukkannya.” Arthur tidak akan repot-repot mencari hawa kekuatan gelap yang masih tersisa dalam tubuhnya untuk jadi bukti bilamana iblis perempuan itu sudah percaya dengan apa yang dikatakannya dari awal.


Melihat bukti seperti ini membuat Olivia naik pitam, ia yang tadinya hendak membantu komandan besar iblis malah jadi saksi, panutannya dari ras iblis itu sudah tiada.


“Manusia sampah!” Seketika itu juga Olivia mengarahkan kedua tangannya ke atas, dan dalam waktu singkat berkumpullah aura gelap hebat di telapak tangannya.


“Energi Gelap: Gelombang Kehancuran!”


Seketika itu juga kekuatan gelap menyelimuti seluruh area di tempat ini, membuat Arthur dan yang lainnya bersiaga.


“Ini sihir tingkat tinggi!” Worther melihat kini langit dipenuhi oleh awan hitam tebal dan pula hempasan angin yang makin kencang dari waktu ke waktu.


Arthur segera melesat dan berkumpul dengan yang lain.


‘Kekuatan gelap memang merepotkan.’ Arthur bisa merasakan betapa besarnya kekuatan gelap yang terkumpul sekarang, yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


‘Dia mengeluarkan seluruh emosi dan kekuatannya dalam serangan ini....’ Arthur bisa tahu ini bukanlah serangan biasa, lebih dari itu, ini adalah sihir yang ditujukkan untuk mengakhiri siapapun yang menjadi target serangan ini.


Jessica kembali mengarahkan busurnya ke langit dan menembakkan panah yang penuh dengan aura hijau.


Aura hijau yang terang dan indah, berkilauan ketika terkena sinar matahari yang redup sekalipun.


Sh!


BUM!


Ledakan keras pun terjadi saat itu juga, panah sihir hijau Jessica membuat langit luas yang hitam itu jadi merapat.


Dengan kata lain, yang tadinya aura hitam begitu luas tersebar di langit kini menyusut dan hanya terfokus di satu titik saja.


“Setidaknya dia tidak perlu menghancurkan seluruh area,’ ujar Jessica datar, ia kurang suka melihat kehancuran berlebih yang diakibatkan oleh serangan skala besar yang sekarang dilancarkan musuhnya.

__ADS_1


“Manusia bobrok!” Olivia tidak berhenti mengumpat, sedang dalam hatinya ia heran, mengapa gadis dengan busur itu bisa mempersempit jangkauan serangan aura gelap miliknya. Tentu hal ini membuatnya tidak senang.


Arthur tidak terkejut melihat kemampuan memanah rekannya ini, memang dia dalah yang terhandal dari yang handal. Kekuatannya tidak bisa dianggap remeh meski dia adalah seorang tipe serangan jarak jauh.


“Bagaimana?” Jessica melihat Worther yang terdiam, pria itu terlihat terpana dengan apa yang dilihatnya.


“Kerja bagus Jess... ehm....” Worther malah terdengar tidak yakin mengomentari apa yang dilihatnya, terdemgar tidak percaya diri dengan apa yang dikatakannya.


Ya, wajar saja mengingat performa Jessica ternyata lebih bagus ketimbang dirinya yang memulai pertarungan di awal dan malah kurang berkontribusi.


Terkadang tekad kuat juga harus diiringi oleh strategi yang matang, maka itu akan menjadi sebuah tindakan yang lebih baik.


Dan juga strategi matang tanpa tekad juga tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, kedua hal ini harus beriringan satu sama lain.


Worther sudah cukup percaya diri di awal, dengan penuh tekad dan keyakinan ia maju ke depan dengan harapan dewi fortuna ada bersamanya.


Namun ternyata tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkannya, iblis perempuan itu sudah bisa memprediksi gerak-geriknya dan membuatnya harus berada dalam kondisinya yang sekarang.


Terkena serangan kekuatan penuh diri sendiri bukanlah pengalaman yang bagus untuk dialami.


Namun setidaknya ia jadi saksi bagaimana kuatnya kekuatan dirinya sendiri, jadi ambil sisi positifnya saja.


“Hebat.” Hellen sendiri terkesan akan bagaimana Jessica memaksa kekuatan gelap itu agar hanya berkumpul di satu titik, dilakukan dengan cepat dan juga efektif.


Padahal kekuatan gelap sendiri adalah kekuatan ber-energi besar yang sulit diatasi oleh sebagian besar jenis sihir yang ada di dunia ini.


Namun ternyata panah hijau spesial Jessica bisa mengubah itu semua. Kini mereka tidak perlu khawatir lagi akan kemungkinan serangan berskala besar yang bisa mengerikan efeknya.


“....” Olivia bisa merasakan ia jadi tidak leluasa untuk mengendalikan kekuatan gelapnya sendiri, namun ekpresinya tidak banyak berubah lagi.


Dia terlihat tetap terlihat serius meski kekuatan aura gelapnya jadi tidak bisa ia kendalikan sepenuhnya. Dari sini dia sadar kekuatan manusia memang sudah bertambah pesat dari dahulu.


Gelar ksatria suci mereka yang tersebar kemana-mana juga bukanlah hanya sekedar omong kosong saja. Kekuatan mereka unik dengan caranya masing-masing.

__ADS_1


Waktu bermain sudah habis, Olivia hanya punya satu tujuan sekarang, yakni membasmi para manusia pengganggu ini dengan serangan yang sedang ia persiapkan.


__ADS_2