
Victoria yang telah keluar dari tubuh Tarnatos kabur dalam bentuk roh ke arah selatan kembali, karena ia telah berbicara mengenai Archifer, salah satu hal yang tidak boleh dibicarakannya sebelumnya ia juga telah menculik para dewan Kerajaan Timur dan membawanya ke sebuah tempat didaerah selatan, tempat itu bernama Lembah Tengkorak.
Selama Victoria menguasai pikiran Tarnatos ia menyiapkan segala rencana dan mengawasi secara hati-hati setiap tindakannya agar ia tidak dicurigai, bahkan jika ia harus gagal maka setidaknya ada sesuatu yang bisa diambil keuntungannya yaitu dengan menculik para dewan kerajaan timur.
Lembah yang dinamakan tengkorak itu adalah sebuah tempat berkabut disekitaran pegunungan disebelah selatan begitu luasnya tempat ini hingga dua ribu kilometer, awalnya tempat ini hanyalah lembah biasa namun karena kabut yang tebal membuat jarak pandang terbatasi banyak yang melewati lembah ini hilang seketika.
Untuk menyeberang dari kerajaan timur ke kerajaan selatan ada dua cara yaitu, dengan jalan memutar atau melewati lembah tengkorak ini, jalan memutar butuh waktu sepuluh hari lebih lama dibanding melewati lembah yang hanya butuh waktu tiga hari.
Banyak rumor yang beredar bahwa banyak pedagang dan ksatria yang hilang setelah melewati lembah ini, dikarenakan jalan memutar memakan waktu lebih lama maka orang lebih suka melewati lembah tersebut tanpa tahu resiko yang ada.
Pihak kerajaan timur dan selatan tidak angkat bicara soal keberadaan lembah tengkorak ini, bahkan membahas tentangnya pun tidak pernah, semua orang atau makhluk apapun yang masuk kedalam lembah itu bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
--------------
Victoria menculik Zelo, Chart, dan Erei ketika berada dalam tubuh Tarnatos dengan memanipulasi pikiran mereka, seakan-akan mereka hendak pergi berkunjung ke kerajaan selatan melalui jalur lembah.
Zelo, Chart, dan Erei masih dalam kendali Victoria tengah berada di dalam lembah tengkorak ini, Victoria yang telah mundur dari tubuh Tarnatos menghampiri mereka yang tengah diikat di dekat pohon.
Pikiran mereka kosong dan berada dalam kendali Victoria sepenuhnya. Victoriapun melepaskan sihirnya itu dari mereka lalu merekapun kebingungan dengan keberadaan mereka sekarang.
Zelo yang merupakan prajurit kuat pun tak berkutik ketika mentalnya dipermainkan
"A...aaaa.. ini..dimana?" Tanya Zelo
"Hihihi, kita sedang berada di lembah tengkorak" Jawab Victoria
"Lembah teng..korak?'
"Ya..."
Erei mulai ikut berbicara
"Ke..napa..kami bisa...ada di..sini?"
"Aku menculik kalian..."
"Kenapa?"
"Seseorang dari rakyat kalian telah membuatku harus malu didepan rajaku.."
"?"
Mereka bertiga masih setengah sadar dan bingung mendengar perkataan Victoria
__ADS_1
"..."
Victoria melihat bahwa mereka sepanjang berada dalam kendalinya sudah menempuh perjalanan jauh tak makan dan minum selama beberapa hari, kondisi fisik mereka mulai menurun mereka dalam keadaan yang lemas kurang asupan makanan.
Namun Victoria tidak memikirkan hal itu, ia hanya ingin balas dendam kepada orang yang telah membuatnya malu dihadapan Archifer, ia sudah tahu ketika berhadapan dengan Danny namun karena kelalaiannya belum sempat ia bertarung dengannya.
Victoria hanya ingin memancing agar Danny bisa menemuinya di lembah tengkorak untuk mencapai tujuannya itu, ia menyandera para dewan kerajaan timur.
Ia berencana untuk menunggu beberapa hari sampai Danny muncul dihadapannya di dalam lembah tengkorak itu.
---------------------
Danny bersama dengan Cecilia serta Forhan ditugaskan Raja Tarnatos untuk mencari anggota dewan yang hilang, menurut informasi yang didapat dari Tarnatos bahwa Victoria menyandera mereka di dalam lembah tengkorak, Forhan sempat terkejut dengan pernyataan itu karena tidak mengira ia harus pergi ketempat yang dirumorkan mengerikan itu.
Danny memilih Cecilia dan Forhan karena mereka sudah berpetualang bersama sehingga mereka saling tahu satu sama lain, karena sebelumnya Tarnatos menawarkan menbawa prajurit terbaik kerajaan, namun hal itu ditolak oleh Danny. Mereka bertiga saja yang akan menjalankan misi tersebut.
Dikarenakan letak lembah tengkorak yang berada jauh di perbatasan kerajaan timur dan selatan, tidak mungkin akan sempat jika melakukan perjalanan biasa dengan kuda, Tarnatos yang memiliki ilmu sihir teportasi mampu memindahkan mereka bertiga langsung menuju ke lembah tengkorak.
Syarat dari sihir teleportasi ini adalah penggunanya harus pernah berada di tempat yang ia kehendaki sehingga dengan menggunakan sihir dan kekuatan pikiran maka sihir ini dapat digunakan untuk diri sendiri ataupun orang lain.
Tarnatos sendiri tidak pernah benar-benar berada dalam lembah kematian, ia hanya pernah berada di 'pintu masuknya' saja.
Danny beserta dengan yang lain bersiap, Tarnatos akan segera menteleportasi mereka ke lembah tengkorak dari ruangan kerajaan.
Ketika sihir tersebut dimulai, pandangan Danny benar-benar acak-acakan itu terlihat seperti melihat film rusak, tidak butuh waktu lama mereka akhirnya tiba di 'depan' lembah kematian.
Mereka bertiga mulai memasuki dan menyusuri tempat itu, banyak batu-batu dan medan terjal sehingga mengakibatkan setiap langkah mereka harus berhati-hati ditambah dengan jarak penglihatan yang terbatas, ini seakan mereka berada dalam kepungan kabut tebal.
"Hey, bolehkah kita menggunakan sihir disini?" tanya Danny
"Jangan, kita belum tahu ada apa di tempat ini" jawab Forhan
"Bisa jadi energi sihir yang kita keluarkan akan menarik perhatian makhluk di sekitar kita" lanjut Forhan
"Tapi aku tidak melihat makhluk hidup apapun disekitar kita, yang bisa kulihat hanyalah kabut tebal yang menjengkelkan"
"Kita tidak tahu, sebaiknya waspada Tuan Danny"
"Hmmm"
"Aku penasaran kenapa Cecilia memanggil mu dengan sebutan 'tuan'" ucap Forhan
"A...aku... hanya ingin memanggilnya begitu..." Cecilia yang mencari-cari alasan
__ADS_1
Danny hanya tertawa kecil dan menjelaskan bahwa panggilannya itu tidak penting yang terpenting adalah hubungan.
"Hubungan kalian seperti apa?" Tanya Forhan tiba-tiba
"Eh?"
Danny dan Cecilia bingung mau menjawab apa
"Ka..kami..teman petualang"
"Ya...Benar" ucap Cecilia setuju
Melihat pernyataan malu-malu mereka Forhan menjadi sedikit curiga.
Tiba-tiba Danny merasakan aura kehadiran makhluk yang luar biasa, ia berusaha untuk mencerna perasaan apa yang masuk kedalam pikirannya itu, namun ia tidak mampu melakukannya.
"H-hey..."
"Kalian merasakan hawa kehadiran seseorang?"
Forhan dan Cecilia menjawab dengan jawaban tidak, disitulah Danny merasa aneh mengapa hanya dirinya yang merasakan hawa makhluk yang mendekati mereka.
"A...aku... merasakan hawa suatu makhluk.."
"Makhluk?"
"Ya...Hawa kehadirannya begitu besar..."
"Apakah itu monster?" tanya Forhan
"Sulit mengenali hawa aneh ini..."
"Bisa jadi apapun..." Lanjut Danny
Mereka bertiga bersiaga didalam kabut tebal yang masih saja mengepung mereka, selain menghalangi pandangan kabut ini juga menghalangi aura atau hawa keberadaan seseroang sehingga aura yang dirasakan Danny pun samar-samar.
***************
Apakah yang akan terjadi di lembah tengkorak ini?
Makhluk apakah yang sedang mendekati Danny dan kawan-kawannya?
Apakah para dewan akan berhasil diselamatkan?
__ADS_1
Semuanya tergantung pada perjuangan mereka bertiga
*****************