Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 369: Sebuah Perbedaan Nampak Semakin Jelas Yang Akhirnya Membuat Semua Jelas


__ADS_3

"Ah? Teman lamaku? Namanya adalah Cecilia, dia seorang perempuan ras elf yang pertama kali kutemui, dia menyelamatkan dan merawatku ketika peristiwa penghancuran desaku terjadi."


Patricia yang baru pertama kali mendengar masa lalu temannya ini merasa simpati, tidak disangka bahkan pada awalnya pun ia sudah kehilangan banyak orang yang berharga baginya, sudah pasti ini merupakan hal yang berat baginya.


"Mengapa tidak menemui teman lamamu itu?" Patricia tahu sebelumnya memang Danny pernah berkata temannya itu meninggalkannya, namun jika terjadi begitu bukankah tinggal menemuinya kembali dan semuanya bisa tenang?


"Aku kehilangan kedua temanku, Cecilia dan Forhan saat berada dalam misi yang diperintahkan langsung oleh Kerajaan Timur, dan sampai saat ini pun aku tidak tahu di mana keberadaan mereka berdua." Danny menjelaskan hal ini pada Patricia, yang merupakan satu orang yang baru mengetahui masa lalunya itu.


"Ah begitu ya." Patricia akhirnya tidak bisa berpendapat lagi bahwa bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak ditemui dan tidak tahu pula di mana lokasinya akan semudah yang ia kira sebelumnya.


Patricia yang masih penasaran mengapa Danny bisa muncul tiba-tiba dari belakangnya di mana area belakangnya itu merupakan area yang sempit dengan pepohonan dan semak-semak yang cukup tinggi.

__ADS_1


"Apa kau di sini adalah bagian dari latihanmu Danny?"


"A- ah tidak, aku hanya merasa ada keberadaan sosok teman lamaku dan tanpa berpikir panjang aku malah mengejarnya sampai sini." Danny akhirnya sadar betul bahwa memang apa yang dilihatnya itu bukanlah kenyataan melainkan hanya bayangan dari pikirannya yang menginginkannya agar bisa bertemu dengan teman lamanya itu.


"Tapi kemudian itu hanyalah bayangan imajinasiku saja haha ...." Danny kembali menutup wajahnya, tidak lama ia berpikir untuk melupakan apa yang dibelakangnya dengan cepat pula ia mengingkari apa yang menjadi tekadnya itu.


Patricia yang melihat Danny masih kebingungan dan tidak percaya akan dirinya itu membuatnya merasa apakah semua ini karena dirinya? Mungkin saja Danny menderita karena melihatnya sama seperti teman lamanya itu?


Patricia memang baru mengetahui akan apa yang sebenarnya terjadi di dalam temannya itu, dan mendengar kebenaran ini membuatnya ingin membantu menemukan solusi akan apa yang bisa dilakukan agar temannya itu tidak lagi bersikap seperti itu.


Danny sendiri yang baru mengatakan hal yang ia rasakan dan bagaimana itu menyiksanya tidak bermaksud untuk membuat Patricia sampai berkata seperti itu, padahal ia hanya terbawa perasaan yang selalu saja hinggap padanya ini, menyalahkan Patricia hanya karena penampilannya sama seperti teman lamanya bukanlah hal yang seharusnya ia pikirkan dan lakukan.

__ADS_1


"Ah, bukan begitu Patricia, aku hanya merasa sedang kacau saat ini, karena aku tidak bisa melindungi teman-teman lamaku, dan ingatan akan itu pula yang terus-terusan datang padaku."


Akhirnya Patricia tahu bahwa ternyata Danny merasa bertanggung jawab karena kehilangan kedua temannya itu, padahal tidak sampai di situ, jika dilihat lebih dalam lagi ia sudah kehilangan segalanya, orang terdekatnya, temannya dan hal-hal yang berharga baginya.


"Danny, seseorang pernah berkata padaku, masa lalu biarlah masa lalu tidak perlu diungkit-ungkit lagi, mau bagaimana pun juga masa lalu akan tetap seperti itu dan tidak bisa berubah, dengan kamu yang memikirkan semuanya saat ini hanya karena merasa bertanggung jawab pada masa lalu tidak akan membuatmu menjadi tenang karena memang di masa sekarang tidak ada yang bisa dilakukan untuk membuat kenangan baik."


"Bukan mengingat hal buruk?" Danny merasa perkataan itu pantas sekali disematkan padanya karena ia merasa seringkali banyak hal yang terjadi di luar kemampuannya sendiri.


"Semua orang punya masa lalu dan itu tidak selalu baik, tetapi ada sebagian yang memilih untuk tetap menyalahkan dirinya dan hidup di masa lalu dan ada juga yang memilih untuk meninggalkannya dan mengambil langkah baru demi masa depan yang lebih cerah." Patricia mengungkapkan apa yang dipikirkannya mengenai masalah yang dihadapi temannya ini, ternyata pada situasi ini ia bisa berkata bijak juga, ia memang mempelajari banyak hal juga selama bertualang sendirian.


Hilir angin menerpa mereka berdua, angin sejuk dan segar di tengah hari yang memang adalah salah satu hal yang pantas untuk dinikmati di sini, Patricia memandang keindahan langit sembari mempertahankan agar rambut panjangnya itu tidak acak-acakan kembali.

__ADS_1


Danny yang mendengar dan memerhatikan setiap kata yang terucap dari temannya ini, ia melihat keindahan yang berbeda yang kembali dirasakannya ketika Patricia menasihatinya seperti itu.


__ADS_2