
“Setengah elf itu datang beberapa waktu lalu dan mengalahkanku, dia lawan yang cukup merepotkan.” Hill terlihat tidak senang ketika menceritakan hal ini, yang bisa dipahami alasannya. Bagaimana mungkin orang senang ketika dikalahkan?
“Tapi seperti yang telah kubilang sebelumnya, pertemuan kita tidak akan sia-sia.” Hill melihat sisi baik meski ia telah dikalahkan oleh setengah elf yang bernama Shea.
Danny terdiam, ia juga bisa melihat sisi baik dari pertemuannya dengan Tuan Hill yang hanya sebatas rohnya saja. Dengan ini ia akhirnya tahu batu permata mulia regenerasi- batu terakhir yang dicarinya ini tidak ada lagi pada pemegang aslinya.
‘Aku tidak merasakan apapun ketika melawannya.’ Sejujurnya Danny yang masih sadar tadi tidak merasakan Cecilia mengeluarkan kekuatan batu permata mulia ini.
‘....’ Danny tahu, dengan kekuatan aslinya yang sudah sekuat itu, maka tidak perlu lagi untuk mengeluarkan kekuatan pihak ketiga bukan?
Dan musuhnya juga tidak mungkin membocorkan informasi penting seperti ini, karena tidak memberinya keuntungan juga.
Jika Danny tidak bertemu Tuan Hill maka sampai kapanpun ia tidak akan tahu keberadaan dan kondisi batu permata mulia yang ia cari.
“Satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah merebut kembali batu itu darinya.” Hill mengatakan hal yang cukup jelas di sini, bahkan Danny bisa sadar meski tidak dijelaskan olehnya.
“Aku mengerti.” Danny akhirnya paham dengan situasi yang sekarang ini terjadi, kini yang perlu ia lakukan adalah....
“Jangan kembali melawannya sekarang.” Hill mengatakan itu dengan cepat dan jelas, membuyarkan rencana yang terpikir oleh anak muda ini.
“Apa?”
“Dia kuat, dan jauh lebih kuat dengan batu permata mulia regenerasi. Kau tidak akan bisa menang melawannya.”
“Tapi teman-temanku!’ Danny tidak bisa menerima saran seperti itu meski dari pemegang asli batu permata mulia sekalipun. Bagaimana mungkin ia meninggalkan teman-temannya di saat situasi genting seperti ini?
“Tuan! Pasti Tuan tahu caranya agar bisa kembali ke pusat kota Kerajaan Timur bukan?!” Danny maju dan hendak menyentuh pundak Tuan Hill, namun tangannya menembus tubuh orang tua itu.
“Mari katakan aku berhasil membawamu kembali ke tempatmu semula, tapi apa kau mampu melawan lawanmu tadi?”
“Apakah kau bisa menjamin kemenangan dan menyelamatkan teman-temanmu?” Alis mata orang tua itu menurun tajam, nada suaranya berat dan terdengar menekan.
“Kalau kau bisa menjamin itu, aku akan mengabulkan permintaanmu.”
“....” Danny terdiam, dia teringat bagaimana payahnya melawan Cecilia yang sudah berada di pihak iblis, dengan kata lain ia sudah tahu jawaban dari pertanyaan orang tua ini.
‘Tapi teman-temanku....’
“Apa jadinya jikalau kau tidak mampu menjawab harapan teman-temanmu dan malah berakhir di sana?” Skenario terburuk sudah dikatakan oleh orang tua ini, dan jangan salah, perkataan dari demi human yang sudah hidup lama ini bukanlah bualan belaka.
Kehilangan semua batu permata mulia, kehilangan teman-temannya, kehilangan hidupnya, membiarkan iblis memenuhi rencananya... apakah itu akhir yang diinginkannya?
Seolah Danny bisa menambahi skenario terburuk yang bisa terjadi, ia sangat memikirkan teman-temannya, tapi apa jadinya jika ia tidak bisa melakukan apapun untuk mereka?
__ADS_1
“Jangan mati konyol hanya untuk membuat perasaanmu lega.”
“!”
Danny jadi tersadarkan sekarang, kini nasib dunia tidak tergantung pada apapun selain perjuangan manusia untuk menghentikannya.
Dan perjuangannya yang sudah berjalan sejauh ini tidak mungkin berakhir dengan skenario buruk yang sudah ia dengar dan pahami tadi.
‘Semuanya berjuang demi kebebasan, semuanya berjuang dengan caranya sendiri....’
‘Aku tidak bisa jadi pahlawan terlambat dan kemudian mengalahkan musuh dengan mudah dan menyelamatkan teman-temanku... kenyataan lebih daripada itu....’
Lantas apakah meninggalkan mereka di situasi itu adalah pilihan terbaik yang bisa diambil?
Danny termenung, tertunduk, buntu, tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.
Shhhhh....
Sementara itu, kepekatan malam sudah tidak mulai memudar yang menandakan malam panjang ini akan segera berakhir.
....
Keheningan terasa begitu kuat di sini, menyisakan Danny, gadis Dark Shadow dan juga Tuan Hill yang keberadaan wujudnya sudah mulai transparan.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan pada akhirnya Danny masih berdiri diam memikirkan semua hal ini.
“Danny.” Hill memecah keheningan dengan nada suaranya yang berat, orang tua itu sadar keberadaannya akan segera menghilang dan ia harus melakukan sesuatu.
Pertemuannya dengan pemuda pemegang batu permata mulia akan sia-sia belaka apabila berakhir seperti ini, ia tidak bermaksud membebebani Danny dengan pilihan yang ada, hanya saja ingin menyadarkan anak muda itu bahwa tidak semua pilihan yang ada adalah ringan dan enak.
“Jangan lupakan tujuan awalmu Danny, kau adalah harapan kami.”
Shhhh....
Perlahan namun pasti keberadaan Hill mulai pudar dan kemudian menghilang dari sini, sedang sorot cahaya matahari mulai terlihat dari ujung pantai.
Terlihat indah bagi siapapun yang melihatnya.
Syut.
Gadis Dark Shadow kembali berubah ke wujud manusianya yang kini lebih mudah terlihat ketika sudah ada cahaya di sekitar.
‘Apa yang harus kulakukan?’ Danny masih terjebak dalam keputusannya yang harus diambil, ia tahu ia tidak bisa menghabiskan banyak waktu di sini, namun pada kenyataannya ia menghabiskan menentukan apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1
Meninggalkan teman mereka atau berjuang dengan tanpa kepastian degan mereka?
Danny tidak bisa membayangkan apa jadinya ia harus kembali berpisah dengan teman-temannya dan terlebih lagi batu permata mulia yang kini diincar oleh mantan rekannya.
Tidak ada pilihan yang lebih baik, semuanya berat dan Danny pada akhirnya bersimpuh di tanah.
Melihat hal ini gadis rambut pendek hitam itu melihat pada Danny dengan pandangan tajam. “Kau bisa bertaruh demi teman-temanmu.”
“... Apa maksudmu?” Danny sedikit mengangkat wajahnya dan melihat keseriusan yang ada pada gadis Dark Shadow ini.
“Terima nasihat dari bapak tua tadi, cari cara lain untuk mengalahkan musuh terakhir yang kau hadapi itu.” Gadis itu terdengar serius, dan dari sini Danny tahu apa yang dimaksud olehnya.
‘Meninggalkan teman-temanku?’
Sederhananya itulah yang dikatakan oleh gadis itu yang membuat Danny terdiam sejenak juga.
“Terlalu berisiko muncul kembali di hadapan lawanmu, aku tidak akan bisa menyelamatkanmu lagi.” Gadis itu terdengar makin serius yang membuat Danny sadar, apa yang dikatakannya memang adalah kebenaran, dan kini Danny berusaha tidak melibatkan emosinya lagi.
Ia diselamatkan secara misterius oleh gadis Dark Shadow ini, diluar perkiraan tentunya, namun jika seandainya tidak, maka belum tentu juga Danny bisa mengatasi lawannya dengan menyerahkan diri pada kekuatan batu permata mulia.
Itulah juga yang menjadi alasan Danny tidak jadi menggunakan kekuatan batu permata mulia ini karena kekuatan Dark Shadow yang mampu menetralkan kekuatan targetnya.
Danny kini sadar, kejadian tidak terduga ini bukanlah sepenuhnya hal yang buruk, ditambah ia bisa tahu keadaan terkini batu permata mulia yang teryata ada di musuhnya sendiri.
“Apa kau punya kenalan lain? Yang bisa kita ajak bekerja sama?” tanya Gadis Dark Shadow itu, yang kini membuat Danny memandang ke bawah seraya berpikir keras.
“Ah, kita bisa minta bantuannya! Para Ksatria Suci dari Kerajaan Barat!”
“Kau yakin?” Gadis itu sedikit heran pemuda itu bersemangat mengutarakan idenya. Pasalnya Ksatria suci memang kuat, namun ia punya masalah tersendiri dengan ketuanya.
“Ah, Arthur... mengincarmu ya.” Danny sadar konflik yang dulu bisa saja kembali ke permukaan dan takutnya bukannya menjalin kerja sama, yang terjadi malah sebaliknya.
“Entahlah, aku memang tidak suka dengannya, tapi dia tidak akan membayar murah untuk harga kepalaku.” Gadis Dark Shadow itu terlihat serius dan senyum kecil terukir di wajahnya yang cantik.
Danny tahu kini ia tidak punya cara lain selain mencari bala bantuan demi menghadapi musuhnya sekarang, Cecilia, yang harus dibayar dengan meninggalkan teman-temannya di tengah situasi genting.
Namun semakin lama dipikirkan itu terasa semakin berat dan Danny kini hanya bisa berharap pada keajaiban, entah bagaimana caranya agar ia bisa kembali dipertemukan dengan semua teman-temannya.
‘Vincent, Brock... Patricia, bertahanlah... bagaimanapun caranya... kita pasti akan segera bertemu kembali.’ Danny menguatkan batinnya, ia tidak punya pilihan selain percaya pada teman-temannya dengan segenap hatinya.
“Baiklah, aku mengandalkanmu ... Dark Shadow?” Danny agak kesulitan bicara dengan seorangyang hanya mengandalkan identitas organiasinya saja.
“Panggil aku Raven,” ujar gadis berambut pendek hitam itu sembari tersenyum.
__ADS_1
Syut!
Seketika itu juga keberadaan mereka berdua menghilang, di telan kegelapan di tengah cahaya mentari yang mulai menerangi pantai ini.