Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 243: Dengarkan Orang Lain Bicara!


__ADS_3

"Ahahaha, aku hanya bercanda Arthur! Lagipula aku saat ini sudah berada di tempat menyenangkan, kau bisa tenang dan sampaikan juga pada teman-teman lain agar merelakanku juga karena bagaimanapun juga aku tidak bisa bertemu kalian di dunia nyata, aku hanya bisa menunggu kalian di kehidupan selanjutnya."


"Thor! Bercandamu jelek! Kukira kau bicara serius tadi ...." Arthur memasang tangannya di dada sedikit naik emosi ketika menghadapi candaan sahabatnya itu.


Thor hanya tertawa ketika melihat Arthur marah, ia melihat kemarahan Arthur bukanlah kemarahan serius atau kesal, namun sebaliknya, Arthur meresponi candaannya itu dengan sikap naik emosi padahal memang ia juga tidak serius dalam kemarahannya itu.


"Thor, bahkan sampai di sini pun kau tidak berubah ya?"


"Tentu saja, aku bukanlah tipe orang yang memiliki banyak sifat ataupula mudah berubah-ubah, aku yang kau ataupun orang lain kenal akan tetap sama sampai kapanpun!" Thor tersenyum lembut ketika mengatakan hal ini.


"Tapi tetap saja aku kaget bertemu dengamu di sini Arthur."


"Kaget? Kau bahkan mengatakan hal itu dua kali, memangnya mengapa jika aku bertemu denganmu?" Arthur merasa heran mengapa Thor merasa pertemuan ini tidak ingin ia lakukan.


"Aku sebenarnya senang bisa kembali bertemu denganmu Arthur, meskipun harus di tempat seperti ini."


"Lalu ... lalu mengapa kau seolah bersikap pertemuan ini tidak diingini olehmu?"


Thor akhirnya mulai berbicara serius pada sahabatnya itu. "Aku akan bertanya satu hal padamu ... apakah kau ini Arthur?"


"A-apa yang kau maksud Thor? Tentu saja ini adalah aku! Aku ini sahabatmu dari sejak kecil!"


"Begitukah? Apakah kau sudah lihat bayangan-bayangan masa lalumu yang terbagi menjadi dua bagian?"


Ini terdengar seperti pembicaraan yang konyol untuk Arthur, padahal ia baru saja bertemu dengan sahabatnya itu, lantas apakah tidak ada pembicaraan lain?


"Mengapa kau bertanya hal aneh Thor? Apakah tidak ada hal yang bisa kita bicarakan selain itu?"


Thor menggelengkan kepalanya. "Tidak Arthur, aku sudah berkata padamu, pertemuan kita memang benar-benar tidak disangka saat ini aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan padamu yang aku ingin kau jawab dengan jujur."


"Pertanyaan?"


"Kuulangi lagi sekali lagi, apakah kau melihat berbagai tayangan masa lalumu dari dua sisi yang berbeda?"

__ADS_1


Arthur akhirnya mencoba untuk menjawab pertanyaan Thor itu dengan kejadian yang terjadi sebelumnya yang ia lihat itu.


"Y-ya, aku melihat diriku sedang bersenang-senang bersama teman-temanku, ada berbagai hal menyenangkan yang terjadi ketika bayangan masa lalu itu muncul, namun tiba-tiba bayangan itu berganti dengan banyaknya penjahat yang kuhukum, yang kuhukum menggunakan peraturan hukum yang berlaku."


"Lalu apakah ada suara yang kau dengar ketika berada di tempat ini?"


"Suara? Ah ya, suara pertama yang muncul adalah semacam penghargaan, pujian dari para masyarakat padaku atas kerja kerasku dan tiba-tiba ada suara-suara para penjahat yang meraung dan meminta agar hukumannya di ringankan, namun aku tetap berpedoman pada hukum dan tidak mengindahkan alasan apapun yang mereka coba katakan."


Thor mengangguk-angguk mendengar jawaban dari pria pirang ini.


"Lalu apakah kau melihat adanya perbedaan antara kedua bayangan ingatanmu itu dan kedua suara yang kau dengarkan itu?"


Arthur mencoba memikirkan apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan Thor ini.


"Aku melihat adanya aku sebagai Arthur biasa dan aku sebagai Arthur yang menegakkan hukum."


"Apakah kedua sikap Arthur itu sama saja menurutmu?"


"Apa maksudmu Thor? Tentu saja sama, aku Arthur biasa yang meneggakkan hukum ...."


"Apakah kau pernah melihat sesuatu yang kau kira jahat itu diluar hukum?"


"Hah? Apa yang kau bicarakan Thor? Tentu saja aku akan melihat sesuatu berdasarkan hukum yang berlaku saja! Karena itu memang tujuan kita sebagai ksatria penegak keadilan ...."


"Kau ... bukanlah Arthur yang kukenal," ucap Thor dengan raut muka yang sedih.


"Apa?"


Arthur terkejut ketika mendengar perkataan sahabatnya itu. "Aku ... tentu saja aku adalah Arthur yang kau kenal Thor!"


Thor menggelengkan kepalanya. "Arthur yang kukenal adalah orang baik pada setiap orang, ramah, suka membantu, pemaaf, dan bahkan banyak hal baik lainnya."


"Namun aku sama sekali tidak kenal dengan Arthur yang memandang setiap orang jahat itu adalah benar-benar jahat dan bahkan mengabaikan cerita mereka, Arthur yang penuh ambisi menegakkan keadilan hanya menurut pandangannya sendiri saja, Arthur yang keras, tidak pemaaf, arogan dan melakukan apapun bahkan membunuh seseorang, aku tidak kenal dengan dirimu yang seperti itu."

__ADS_1


"Apa itu berarti keadilan itu tidak perlu ditegakkan?! Apakah kau mencoba mengatakan agar kita bersikap lunak pada pembuat kejahatan?! Hal itu hanya akan membuat berbagai masalah baru yang akan muncul!"


Mendengar pembelaan yang cukup keras dari Arthur membuat Thor tidak memiliki pilihan lain selain untuk terus berbicara dengannya.


"Penegak keadilan adalah bagi setiap kalangan orang, baik ataupula jahat, jika memang kau berpihak hanya pada orang baik ... itu berati orang jahat tidak memiliki keadilan yang seharusnya ia dapatkan dari seorang peneggak keadilan."


"Mendengarkan penjahat?! Apakah aku tidak salah dengan Thor?! Mana mungkin kita bisa mempercayai penjahat yang memang telah bersikap seolah-olah tidak melakukan hal jahat itu!"


"Seolah-olah? Bagaimana jika memang benar orang yang kau sangka 'jahat' itu adalah orang yang hanya kau duga sebagai penjahat saja?"


"T-Thor? Apa maksudmu mengatakan hal itu?"


"Haaah ... Arthur, kupikir setelah kau melihat kilas balik ingatanmu dan suara-suara itu kau bisa sedikit mengerti, namun ... kau memang bukan tipe orang yang mendengarkan orang lain yang pemikirannya tidak sejalan denganmu bukan?"


"A-apa?"


Thor kemudian mendekat pada Arthur, cahaya pada tubuhnya mengikutinya dan itu membuat Arthur merasa silau.


"Aku yang telah berusaha untuk melepaskan anggota kelompok yang kau duga kelompok illegal itu."


"Apa?"


Arthur mendengar hal yang selama ini ia bantah hanya dengan menggunakan pemikirannya sendiri; ia sama sekali tidak menyangka fakta akan berbeda dengan hasil pemikirannya itu.


"K-kau? Topeng Iblis itu kau Thor?"


Thor mengangguk. "Ini hanyalah contoh kecil Arthur, bahwa memang hal yang kau yakini atau pikirkan tidak selalu berjalan sesuai dengan pemikiranmu saja, peluang untuk hasil yang berbeda cukup besar jika kau hanya menggunakan asumsi liarmu itu saja."


Arthur terdiam ketika mengetahui kenyataan yang tidak sesuai dugaannya itu.


"Lalu aku bertanya, bagaimana dengan keputusanmu pada orang-orang 'jahat' yang kau langsung jatuhkan hukuman tanpa mendengarkan mereka sama sekali? Bagaimana kalau mereka memang TIDAK BERSALAH?"


"...."

__ADS_1


Tekanan pembicaraan yang dilakukan oleh Thor membuat Arthur sedikit tercerahkan, ia akhirnya sadar tidak semua hal harus terjadi sesuai dengan apa yang ia pikirkan, kini ada saatnya ia mendengarkan orang lain dan berhenti fokus pada kepercayaan sendiri.


"Itukah? Yang selama ini kulakukan?"


__ADS_2