
Hal itu membuat orang tua Kibo dilema, mereka sangat menyayangi anak satu-satunya itu, mana mungkin orang tua tidak akan menyayangi anaknya sendiri? Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh kedua orang tuanya.
Kibo sangat beruntung, tenyata orang tuanya akhirnya menerima Yizi dengan segala 'keunikannya' itu, Kibo sangat senang karena ia bisa tinggal bersama dengan Yizi.
Yizi kecil sendiri sudah kebal, perasaannya sudah sekeras batu, ia bahkan tidak merasa senang karena telah diadopsi oleh kedua orang tua temannya itu, mungkin ini akibat dari dirinya ketika berada di rumah, entah apa yang ada dipikiran orang tua Yizi ketika mereka berhenti mengakuinya sebagai anak.
Yizi tidak menaruh harapan pada apapun, tidak juga memendam rasa apapun, sekali lagi, perasaannya mungkin sudah 'membatu' kala itu.
Segala omongan negatif, cemooh dari orang-orang, penolakan, dan beragam hal lain telah ditelan bulat-bulat olehnya, jadi apa lagi yang dapat ia lakukan- selain daripada mendengarkan semua itu?
Yizi kecil seolah-olah telah selesai dengan perasannya sendiri, ia sudah berhenti untuk memikirkannya- tapi tetap saja ia adalah manusia yang memiliki perasaan layaknya yang lain.
__ADS_1
Seolah-olah apapun pembicaraan yang didengarnya itu, secara otomatis Yizi kecil akan menilainya dan berprasangka itu adalah hal yang tidak perlu didengarnya.
Masa-masa kelam dalam hidupnya itu berlangsung beberapa lama, seakan memang ia sudah tidak peduli lagi dengan dirinya.
Namun penampilan fisik Yizi tidak membuat Kibo kecil menyerah, ia tetap berusaha mengajak ngobrol, melakukan hal bersama- ia ingin agar Yizi kecil tidak berlama-lama lagi berada dalam perasaan 'batu' itu.
Perlahan hati yang keras itu Kibo terus berusaha mengikisnya dengan berbagai hal yang mereka lakukan, bahkan mereka tidak berbeda lagi dengan saudara yang dekat satu sama lain.
Perlahan namun pasti, ikatan mereka semakin kuat seiring dengan berjalannya waktu, Yizi juga perlahan mulai membuka hatinya dan menjadi peka akan keadaan dunia ini.
Semua itu tidak akan terjadi jika Kibo memang memutuskan untuk tidak melakukan apapun pada Yizi, akhirnya Yizi mengetahui alasannya hidup.
__ADS_1
Yaitu bukan menilai pada penampilan fisik saja, yang terlihat diluar bisa saja penuh kekurangan, membuka aib dan berbagai omongan negatif dari orang-orang sekitar.
Tapi Yizi sadar, tidak semua orang begitu! Atau setidaknya dia dapat membuktikan, Kibo tidak seperti itu!
Ia sama sekali tidak memandang Yizi seperti layaknya orang lain memandangnya, melainkan Kibo melihat yang 'tidak dilihat' orang lain!
Apakah itu artinya? Yizi kecil mulai berpikir tentang hal sederhana itu, hal yang benar-benar baru disadarinya setelah sekian lama ia bersama dengan Kibo.
Awalnya pandangan Yizi pada semuanya adalah sama, semuanya terlihat sama dan menyakitkan- dan hal itulah yang membuat hatinya menjadi keras.
Namun Kibo membawa lilin untuk mencairkan hati Yizi atau bahkan sekumpulan besar bensin agar dapat menciptakan api yang besar, untuk meleburkan 'halangan' pada hati Yizi, perbuatan dan berbagai peristiwa bersama dengan Yizi adalah awal bagaimana awal di mana Yizi mulai terbuka.
__ADS_1
Kibo dengan tulus melakukan berbagai hal yang tidak dilakukan orang lain pada Yizi, tidak lain-tidak bukan karena kepeduliannya yang besar pada temannya itu.