
Vincent melihat dengan seksama pada Patricia yang tengah memeluk Danny telah tiada itu dengan raut wajah yang datar; itu berarti kesedihan dalam hatinya itu lebih dalam dibanding yang ia tunjukkan pertama kali tadi.
"Aku tidak tahu Brock, terlihat gadis itu memiliki hubungan yang erat dengan Danny, perasaannya saat ini sulit untuk ditebak selain kesedihan yang ia rasa saat ini."
"Air mata yang bercampur air hujan deras ini tidak terlihat dari gadis itu, aku semakin yakin perasaannya itu bisa mengubah kondisi alam saat ini juga."
"Aku takut bilamana dia belum menyadari kemampuannya dan hanya akan membahayakan orang lain."
Brock mempunyai pertanyaan pada temannya itu. "Membahayakan orang lain? Bukankah cuaca sama sekali tidak membahayakan?"
Vincent mulai serius dalam perkiraannya saat ini, apa yang ia katakan memang ada kemungkinan salahnya, namun setidaknya sebuah perkiraan akan menutupi apa yang seharusnya tidak ia ketahui saat ini.
"Aku pikir kekuatannya mengendalikan cuaca oleh perasaannya itu adalah hal yang luas Brock, kita tidak tahu apakah dia sudah mengetahui kekuatannya atau tidak ... dengan alam yang bersahabat dengannya itu otomatis dia bisa berlaku sesukanya pada orang yang ia anggap musuh."
"Ja-jadi maksudnya adalah gadis ini bisa memanfaatkan kekuatannya diluar perasaannya sendiri?"
"Mungkin saja Brock, namun yang sudah pasti kita lihat dengan mata kepala kita sendiri, bahwa alam turut berperan dalam perasaannya saat ini."
"Dan kurasa untuk saat ini menjauhinya agar ia bisa berdua dengan temannya adalah hal yang paling baik untuk dilakukan."
"Kita akan memerhatikannya dari sini Brock, menjaga keselamatan kita dari kemampuan unik yang ia punya itu."
Brock akhirnya sependapat dengan Vincent, ia memilih untuk mengikuti temannya dan mengawasi gadis itu yang sedang mendekap Danny.
"Me-mengapa hal yang paling kutakutkan terjadi?"
"Aku bertemu denganmu dengan harapan agar kita bisa bersama ...."
"Namun mengapa aku harus bertemu dengan kamu yang sudah tiada Danny?"
Patricia terlihat ia sudah berada di batas kesedihan yang mampu ia rasakan saat ini. "Apakah dengan ini aku bisa melanjutkan perjalanku? Bagaimana dengan tujuan kita? Bagaimana dengan dunia yang kau ceritakan dalam bahaya itu?"
"Apakah kau akan meninggalkan dunia yang berada dalam kondisi bahaya ini!? Danny!?"
"K-kau mungkin saja hanya tertidur bukan?"
Patricia sudah tidak bisa merasakan apapun lagi saat ini kecuali kesedihan yang mendalam itu. "Mengapa kau meninggalkanku? Apa yang menyebabkanmu seperti ini?"
__ADS_1
Patricia melihat Danny yang tidak berdaya dan sangat dingin, jika memang ia ingin agar ia hangat seharusnya ia tidak bersedih.
"Kau sangat dingin Danny, apakah ini karena aku terlalu bersedih? Dengan hujan yang begitu deras ini, seberapa lama pun aku memelukmu itu tidak akan bisa menghangatkanmu."
Patricia berpikir hujan deras ini tidak akan berhenti jika ia terus bersedih, ia akhirnya berusaha untuk menyingkirkan perasaan sedih itu agar alam dapat mengerti kembali tentang perasaanya itu.
Beberapa saat kemudian kondisi perasaan Patricia mulai tenang, ia mampu untuk menekan kesedihannya hingga akhirnya berhenti untuk mengeluarkan air matanya meskipun hatinya masih terasa pedih.
"Li-lihat Brock, gadis itu berhenti menangis dan begitupula dengan cuaca hujan deras ini perlahan berhenti, awan hitam pun kini mulai menghilang dan tergantikan oleh cahaya matahari yang hangat!"
"Ka-kau benar Vincent, kekuatan alam bahkan mengikuti perilaku Patricia saat ini!"
Mereka berdua tertegun melihat hal yang begitu aneh sekaligus unik, kini cuaca cerah kembali muncul sebagaimana mestinya dalam waktu yang singkat.
"Mu-mungkinkah dia berusaha untuk tidak bersedih demi Danny saat ini?" Vincent kembali menerka-nerka apa yang dilakukan gadis itu saat ini.
"A-apa yang kau maksud Vincent?"
"Kau tahu Brock, sejauh yang kita tahu saat ini, cuaca bergantung pada kondisi hati gadis itu; karena cuaca kembali menjadi cerah itu berarti dia berusaha untuk tidak sedih akan kehilangan Danny!"
"W-wah, kau benar Vincent."
"Aku pikir berada dalam kesedihan karena kehilanganmu adalah hal yang wajar, tapi pada akhirnya tidak semua hal yang kuingini terjadi ...."
"Aku senang bisa bertemu denganmu Danny, kau menangis ketika pertama kali bertemu denganku, dan saat ini aku yang menangis karena kau meninggalkanku ...."
Meskipun pertemanan Danny dan Patricia tidak begitu lama, entah mengapa mereka berdua bisa sedekat ini dalam waktu yang singkat.
"Kalau aku terus bersedih, kau pasti akan semakin dingin, karena itulah aku mengubah perasaanku untuk merelakanmu, sekaligus memberimu kehangatan meskipun saat ini kau tidak bisa merasakannya Danny ...."
Patricia tersenyum lembut, cahaya mentari yang lembut menyinarinya dengan Danny saat ini. "Kau lihat? Mungkin aku tidak bisa melakukan apapun untukmu, namun bilamana ini perpisahan kita aku pikir memberimu kehangatan untuk terakhir kalinya adalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan saat ini."
Patricia mulai menyadari, alam begitu dekat dengan perasaannya saat ini, maka dari itu ia berusaha agar tidak lagi bersedih, demi Danny yang saat ini sudah tiada.
"Aku pikir aku bisa sedih sepuasku, namun nampaknya meskipun aku melakukan itu, tidak akan membuatmu bangun juga kan?"
Berkat cahaya terang yang menyinarinya dan Danny dengan lembut itu, tubuh Danny mulai hangat namun itu tidak mengubah apapun bahwa Danny telah tiada saat ini.
__ADS_1
Brock dan Vincent memutuskan untuk mendekati kembali gadis bernama Patricia ini, Brock berjongkok untuk mengajaknya bicara, dan Vincent berada di sampingnya saat ini "Kau baik-baik saja?"
Brock ingin menanyakan kondisi gadis itu setelah ia mengetahui keadaan Danny yang sebenarnya.
Patricia berusaha untuk mengubah air mukanya yang sedih itu, ia mengangkat kepalanya sambil tersenyum kecil. "A-aku ... baik-baik saja!"
Brock melihat senyuman gadis itu, ia merasa dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk tidak memedulikan lagi kesedihan yang dirasanya itu.
Saat ini ia lebih memikirkan bagaiman agar ia bisa meninggalkan kesan baik pada Danny yang telah tiada itu, dengan memberinya kehangatan!
"Patricia, aku minta maaf kau tidak akan bisa menjumpai Danny lagi." Brock tahu ia mengatakan hal yang sudah diketahui gadis itu.
Patricia tahu, kesedihannya telah berhasil ia kontrol saat ini, ia bisa lebih tenang kali ini. "Tidak perlu meminta maaf, lagipula memang kita tidak bisa menentukan apa saja yang bisa terjadi saat ini."
Patricia lebih tenang saat ini, kehangatan mentari ini menyinari tempat itu, Brock dan Vincent juga merasakan kehangatan yang berusaha Patricia berikan pada Danny.
Perasaan yang begitu kuat terpancar dari tindakannya saat ini, ia benar-benar menganggap Danny adalah seseorang yang berharga bagi dirinya.
"Akibat meninggalnya Danny, apakah kalian tahu?"
"Dia membela kenalan di dalam sel yang merupakan pemimpin kelompok Alliance Fight's, Yizi."
"Dan akhirnya ia terlibat pertarungan besar bersama Yizi melawan Tuan Arthur, dan pada saat-saat terakhir ia nampak kesakitan karena pertarungan itu dan akhirnya ia meninggal dunia."
Brock tahu pada saat terakhir Arthur melemparkan Danny yang sudah tidak berdaya dengan keras ke arah hutan yang tidak terkena efek hancur itu; ia rasa penyebab Danny meninggal adalah karena luka yang terlalu parah di dalam tubuhnya.
"Begitukah? Aku sama sekali tidak mengetahui ini karena berada di bangunan lain penjara ini bersama dengan perempuan, orang tua dan anak-anak."
Brock pikir wajar saja yang mengetahuinya hanya tahanan pria saja, karena memang bangunan penjara pria paling dekat dengan gerbang keluar sedangkan bangunan wanita, orang tua dan kanak-kanak agak jauh letaknya.
"Aku tidak menyangka Danny akan berbuat sejauh itu hanya untuk menolong orang lain; ia bahkan sampai harus kehilangan nyawa ketika melakukannya." Patricia berpendapat mengenai Danny, ia rasa kebaikannya itu terlalu berlebihan hingga akhirnya harus terjadi hal seperti ini.
Patricia tahu bahwa Danny adalah pria yang baik, namun ia tidak menyangka Danny akan berbuat sejauh itu hanya untuk berbuat baik.
Namun pada akhirnya keputusannya adalah yang teratas, dia sudah memilih jalan hidupnya sebagai orang baik dan telah berhasil menuntaskannya.
"Mengapa hanya kau saja yang berada di sini? Di mana yang lain?" Brock penasaran mengapa hanya gadis ini yang berada di sini seorang diri.
__ADS_1
"Mereka sudah pergi," jawab Patricia pendek.
"Pergi?"