Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 539: Dia Itu!


__ADS_3

Bahkan dengan bantuan Nona Sophia pun tetap saja sang raja iblis tetap melakukan urusannya. Bagaimana ini?


Danny tidak mungkin terus membiarkannya!


Sementara Sophia tahu ia tidak bisa melakukan apapun. Kekuatannya terkunci pada mempertahankan dunia dimensi hampa ini, selebihnya ia tidak bisa mengandalkan apapun kecuali kekuatan fisiknya.


Yang di mana kekuatan fisik tidak banyak membantu karena lawannya sudah memancarkan aura kekuatan bercampur energi gelap.


Kalau begini terus bukan tidak mungkin....


HUHSSHSH!


"!" Sophia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Kenapa Danny memancarkan cahaya begitu!?


Seluruh tubuh pemuda itu memancarkan cahaya putih terang menyilaukan yang disertai hempasan udara kuat juga


Padahal Danny sudah berada di titik lemahnya, selain tekad tidak banyak kekuatan yang ada padanya. Namun kenapa dia bisa memancarkan cahaya terang dan hempasan yang kuat begitu?


'Kenapa ini?' Danny sendiri heran, ia tidak ingat punya kekuatan bersinar begini.


"Hmmmm!" Archifer melihat ke arah Danny dengan sorot mata tajam yang begitu haus, ia tidak menyangka mengetahui kebenaran kalau pemuda itu ternyata....


***


Ribuan tahun lalu, persiapan ras iblis setelah mengikat perjanjian dengan manusia untuk menyingkirkan ras lain.


Di sebuah kursi tahta berlapis emas berkilau dan ruangan kerajaan yang begitu luas, banyak dekorasi indah menghiasi ruangan ini, para komandan besar iblis semuanya ada di sini, Victoria, Domer dan lainnya.

__ADS_1


Archifer, raja iblis yang sudah memerintah beberapa lama itu melihat ini adalah kesempatan yang baik, ia bisa naik ke dunia atas dan bisa melihat dunia dengan jelas.


Selama ini ras iblis tinggal di dunia bawah yang tidak ada hal yang menarik akhir-akhir ini. Mendapat tawaran manusia tentu adalah hal yang menarik.


"Raja, ras malaikat ingin mengadakan pertemuan," ujar salah seorang pelayannya. Archifer terdiam padahal ia sudah menyiapkan pasukan perang untuk memerangi ras lain, ia ingin menyelesaikan ini dengan cepat.


"Aku tidak punya waktu." Archifer memalingkan wajahnya, ia tidak sudi membuang waktu demi pertemuan ini. Lebih baik baginya menjalankan tugas dan segera mendapat upahnya.


"Tapi jikalau Raja tidak hadir maka ras malaikat akan campur tangan." Pelayan kepercayaan Archifer kembali mengingatkan, kini dengan nada suara yang agak cemas.


"Jangan bicara ragu-ragu denganku." Archifer tidak senang melihat bawahannya takut begini. Ras malaikat mengganggu di saat yang penting.


Kenapa ras dari langit itu tiba-tiba punya urusan dengannya? Archifer tahu jawabannya tapi tetap tidak akan tenang sebelum mendengar langsung dari mereka.


'Ras malaikat akan merepotkan.' Archifer tahu benar rencananya bisa gagal jika ras malaikat mengganggu mereka.


Tidak mungkin karena keegoisannya rencana besar ini gagal. Archifer tidak bisa membiarkannya. Ia terdiam, menaruh tangannya di dagunya, berpikir sejenak kemudian bangkit dari tahtanya.


"Siapkan kudaku. Aku berangkat."


"SIAP!" Dengan cepat para komandan besar mengikuti sang raja untuk menghadiri undangan ras malaikat.


***


Dunia pertengahan alam.


Sebuah dunia yang memisahkan antar langit dan bumi, tempat rahasia ras malaikat yang tidak seorang pun bisa tahu atau masuk tanpa seijin ras mereka.

__ADS_1


Sebuah tempat berbentuk kota yang dikelilingi awan. Para ras malaikat terkuat berjaga di tempat ini, bisa dikatakan dunia peralihan antara Hello dan Dunia Langit, tempat ras malaikat tinggal.


Tidak pernah ada malam di sini, tempat yang begitu indah dan damai, sebuah tempat impian bagi siapapun yang ingin beristirahat dari kerasnya dunia.


Archifer sampai dengan beberapa abdinya yang setia, memenuhi undangan yang ditujukan padanya.


Sementara itu perwakilan ras malaikat, Gaberl sudah menunggu kedatangannya di tengah kota, di sebuah meja besar khusus.


Pertemuan ini terbuka dan tidak di dalam bangunan seperti biasanya, namun tak perlu ada yang dikhawatirkan, mengingat dunia pertengahan alam ini tempat khusus ras malaikat, tidak ada yang perlu disembunyikan.


Archifer pun akhirnya duduk berhadapan dengan perwakilan ras malaikat. Keheningan pun tercipta saat itu juga.


"Archifer." Gaberl memulai pembicaraan setelah beberapa saat. Penampilannya memakai jubah putih bersinar, sementara raut wajahnya terlihat senang melihat tamu yang diundangnya datang.


"Gaberl." Archifer menyapanya juga, ia terdengar tidak setertarik Gaberl, mengingat ia punya urusan yang lebih penting untuk dijalannya.


"Kalian akan memusnahkan ras lain selain manusia."


Archifer mengangguk. "Ras malaikat tidak ada hubungannya."


Adalah sebuah kewenangan tersendiri bilamana manusia sudah memutuskan hal ini. Archifer tidak perlu mendengar wejangan dari ras langit.


"Tidak, kami tidak berniat menghalangimu." Gaberl terdengar tidak melawannya.


"Kami tahu ras manusia selama ini berada dibawah tirani ras lain." Tidak dapat dipungkiri ras malaikat jadi saksi bisu akan penderitaan para manusia dibawah ras yang lebih kuat.


Tidak heran bilamana mereka meminta pertolongan seperti itu.

__ADS_1


"Jadi apa maksudmu?" Archifer bukan tipe makhluk yang suka basa-basi; sebisa mungkin ia jangan menghabiskan waktu berharganya sia-sia di sini.


__ADS_2