
Freiss tidak menyangka akan hal ini, seharusnya kekuatan batu permata mulia adalah ekslusif hanya untuk penggunanya saja dan tidak ada hal lain yang bisa mengganggu kekuatan leluhurnya bahkan sesama batu permata mulia sekalipun.
Namun melihat apa yang terjadi sekarang, Freiss meragukan apa yang jadi keyakinannya itu.
'Tahu soal pewaris batu permata mulia adalah manusia memang mengejutkan, tapi ini....'
Freiss tahu banyak hal soal kekuatan batu permata mulia yang telah dijaganya selama ini, namun apa yang ia lihat ini diluar apa yang diketahuinya.
'Yang kutahu dari batu permata ini kekuatannya berdiri masing-masing, dengan kekuatan yang berbeda-beda.'
Freiss masih memikirkan ini dalam batinnya sendiri. Memakai kekuatan batu permata mulia bersamaan bukanlah hal yang mustahil, namun batu permata mulia yang bereaksi terhadap yang bukan pemegangnya itulah yang aneh.
'Apa ada yang tidak kuketahui tentang batu ini?' Freiss temenung, sementara aura kekuatan Danny tidak kunjung mereda.
Freiss menatap Danny dengan serius, perasaan ragunya mulai
terkikis seiring dengan berjalannya waktu, kekuatannya memang bertambah pesat
seiring dengan berjalannya waktu dan itulah sebabnya ia bisa mengeluarkan aura kekuatan yang hebat seperti ini.
‘Batu permata mulia bereaksi terhadap penggunanya sendiri, yang itu berarti tekad pemuda itu yang menyebabkan kekuatannya bisa meluap seperti ini.'
Kejadian ini tidak heran terjadi karena memang untuk itulah batu permata mulia ada, yakni untuk memberikan penggunanya kekuatan untuk melakukan
apa yang harus dilakukan.
Freiss tidak lagi berusaha untuk menggunakan kekuatan aura
sihirnya sendiri, meski jika dibiarkan terlihat mengkhawatirkan namun pada akhirnya ia tetap diam saja.
Sssshhh....
“Uh....” Danny masih berkutat dengan aura kekuatan yang meluap keluar dari tubuhnya itu, seolah kekuatan itu memang tertahan dalam dirinya.
“Hei Brock, tolong dia!” Vincent mendorong tubuh besar Brock ke
depan, namun usahanya sia-sia karena temannya itu tidak tergeser sama sekali.
Brock menoleh perlahan pada Vincent, dengan raut wajah suram yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, seiring dengan ia melakukannya pria berambut sebahu itu juga mendengar suara instrumen menegangkan.
“Why do i hear boss music?” Mulut Vincent bergetar ketika
mengatakannya, entah bahasa apa yang diucapkannya.
“Hmmmm....” Tidak lama setelah mendengar itu Brock perlahan
menoleh kembali ke depan, perkataan temannya yang aneh tadi membuatnya langsung
__ADS_1
kehilangan minat untuk menatapnya lama-lama.
“....” Sementara Patricia tidak terlalu peduli dengan apa yang
terjadi pada rekan di sebelahnya itu, melainkan ia khawatir dengan keadaan Danny yang masih memancarkan aura kekuatan yang besar.
Patricia tidak tahu kekuatan Danny yang sebenarnya namun apa yang ia lihat saat ini adalah bukti bahwa kekuatan rekannya itu memang besar.
Patricia, Vincent, dan Brock tidak bisa melakukan apapun untuk
Danny saat ini, meskipun kekuatan mereka sudah jauh berkembang namun level aura kekuatan Danny berbeda dengan mereka.
Kini mereka hanya bisa percaya pada Danny dan juga gurunya dalam masalah ini, sembari menjaga jarak dan juga agar tidak terjatuh ke dalam dimensi yang lain, mengingat kekuatan aura Danny mulai mengubah bagaimana tempat lapangan hijau ini terlihat.
Ya benar, kini ada seperti retakan dan pecahan dimensi yang
berwarna gelap seiring dengan berjalannya waktu, jika terus dibiarkan maka area
sihir buatan ini akan hancur dan mereka akan terdampar di tempat acak di dimensi lain.
Terdengar mengerikan? Begitulah kenyataannya, Freiss tahu akan hal ini dan masih belum melakukan apapun sedang kini area lapang di sekitar mereka bergetar hebat dan mulai retak dengan cepat.
Freiss melihat Danny masih kesulitan untuk mengendalikan
kekuatannya sendiri, ia bisa merasakan pemuda itu mengendalikan ketiga batu
Freiss melihat ke cincin ungu yang bersinar terang di jari
manisnya yang adalah batu permata mulia itu sendiri, ia memegangnya dengan tangan kanannya dan....
Krak....
Perlahan ia membuka tangan kanannya, kini batu permata mulia sihir sudah jadi batu kecil berwarna ungu yang bersinar terang indah.
Freiss sedikit tersenyum, ia tidak menyangka waktu latihan pemuda pewaris kekuatan batu permata mulia dan teman-temannya ini berlangsung begitu cepat.
Sshhh....
Perlahan namun pasti batu permata mulia sihir itu melayang ke arah Danny membuat siapapun yang melihatnya cukup terheran.
Tap.
Danny memegang batu permata mulia sihir itu, dan dalam waktu
yang singkat aura kekuatannya mulai terkendali dan retakan dimensi yang mengkhawatirkan
ini perlahan menghilang.
__ADS_1
“Haaah... haaaaah....” Danny membuka matanya sendiri, ia bisa merasakan kekuatan yang ada dalam dirinya kini sudah jauh lebih terkendali, ia perlahan membuka tangan kanannya sendiri, di situ sudah tidak ada batu permata mulia sihir algi.
“Selamat Danny, kini kamu adalah pengguna kekuatan batu permata mulia sihir.” Freiss mendekat ke arah pemuda itu dan mengarahkan tangannya untuk berjabat tangan.
Danny perlahan mengarahkan tangannya juga, sementara itu ia
terlihat masih belum percaya.
Tugas Freiss akhirnya sudah sepenuhnya selesai sebagai pemegang batu permata mulia sihir, yang sudah dijalaninya selama ratusan tahun.
‘Kekuatan batu permata mulia sihirku bereaksi dan langsung
mengenali pemilik barunya, menarik,’ batin Freiss, secara tidak langsung ia tahu fakta baru mengenai kekuatan leluhur ras demi human ini.
Batu permata mulia sihir itu tidak perlu diyakinkan dengan cara
bertarung ataupun hal yang rumit lain, hanya dengan menunjukkan aura kekuatannya saja, pemuda bernama Danny itu bisa menarik perhatian kekuatan ini.
Sementara itu Freiss juga tahu akhirnya sudah semakin dekat, dan fakta itu tidak bisa terbantahkan.
Patricia, Vincent, dan Brock mendekati Danny setelah tahu
situasi mereka sudah aman sekarang.
“Selamat Danny!” Patricia langsung maju dan memeluk Danny mengungkapkan rasa gembira, lega dan juga syukur pada rekannya yang sudah mengalami hal yang menegangkan tadi.
“Ah, terima kasih Patricia,” ujar Danny dengan suara yang parau,
kekuatan yang telah dipancarkannya tadi membuat kondisi tubuhnya jadi tidak
terlalu fit sekarang.
“Brock, kenapa kau melarangku tadi?” Vincent menatap kejadian yang ada di depannya.
“Melarang apa?” Brock malah tersenyum melihat Danny dan Patricia saling meluapkan kegembiraan masing-masing.
“Ah sudahlah.” Vincent jadi kehilangan minat untuk menjelaskannya.
Freiss tersenyum melihat kehangatan yang ditunjukkan para manusia ini padanya, yang menunjukkan bahwa ras manusia bukanlah ras yang lemah, mereka punya tekad hati yang kuat dan bahkan bisa melakukan apapun yang mereka percayai bisa.
Dibuktikan dengan sekarang kekuatan batu permata mulia sihirnya sudah bersatu dengan pemilik barunya, yang di mana ia tidak bisa melakukannya.
Freiss hanya bisa mengeluarkan kekuatan batu permata mulia sihir ini dari luar dalam bentuk cincin yang dikenakannya yang mengakibatkan kekuatan batu ini tidak sampai di tahap maksimal.
Namun pemilik sejati batu permata mulia mampu untuk menyatukan kekuatannya dengan kekuatan batu permata mulia sihir yang membuat kekuatan batu leluhur ras demi human itu begitu efektif saat digunakan.
Dengan ini berakhir sudah sesi latihan mereka dengan Freiss, waktu berjalan begitu cepat sampai saat ini dan masih ada hal-hal yang menjadi pertanyaan Danny sekarang.
__ADS_1