
Selagi mereka masih berbicara satu sama lain, terlihat tidak jauh dari sana di balik suatu pohon yang besar, ada sesosok misterius yang sedang mengintip mereka di sana.
Sosok misterius itu memakai jubah hitam yang menutupi hampir seluruh badannya hingga akhirnya jadi sulit dikenali bagaimana rupa dari sosok misterius itu.
Karena bersembunyi di balik pohon, maka Danny dan teman-temannya sama sekali tidak menyadari kehadiran orang lain atau 'makhluk lain' yang berada di tempat itu.
"Aku menemukannya, akhirnya aku menemukan seseorang yang memiliki kekuatan suci, seperti yang telah Guru Olivia bilang, pasti pemuda itu yang memancarkan energi suci, aku mendengar beberapa perkataannya, bahkan dia mau berusaha untuk mendapatkan suatu kekuatan lain juga?"
"Pria itu kira dia dapat menyembunyikan aura sucinya?! Hih! Jangan membuatku tertawa!"
"Karena aura suci adalah musuh alami dari ras kami maka sangat mungkin untuk merasakannya bahkan sekecil apapun auranya."
"Pemuda itu tidak bisa menghindar dengan cara apapun selama ia memiliki kekuatan suci."
"Selama aku mengamati gerak-gerik mereka di kota kecil sebelumnya yang bernama Dorma, tidak sia-sia aku bersembunyi di sana dan akhirnya menemukan seorang yang dicari-cari bahkan oleh perintah Raja Archifer langsung!"
"Mereka meninggalkan kota di waktu pagi-pagi buta, tentu saja itu membuatku curiga dan tidak sia-sia juga aku menuruti instingku dan kecurigaanku itu membuahkan hasil memuaskan bagiku!"
Sosok misterius yang memakai jubah hitam itu mengaku bahwa dia adalah murid dari Olivia, yakni salah satu komandan besar iblis; Olivia ternyata memiliki murid yang saat ini tengah mengamati gerak-gerik beberapa orang yang sedang berdiri di dekat tebing.
Iblis merah itu bersembunyi dan mengikuti diam-diam pergerakan Danny dan teman-temannya ketika keluar dari kota kecil itu.
Ia menggunakan kekuatan kemampuan iblisnya, yaitu Predestiny, sebuah kemampuan di mana ia bisa memprediksi pergerakan kereta kuda yang berjalan itu, yaitu di mana kereta kuda itu akan berhenti sebelum benar-benar kereta kuda itu berhenti di tempat yang telah diperkirakan sebelumnya; kemampuan ini juga bisa digunakan untuk memprediksi beberapa waktu ke depan akan apa yang ingin ia inginkan untuk ketahui.
Jadi ia sudah sampai di tempat ini duluan sebelum Danny dan yang lainnya sampai di sini, kemampuannya itu juga tidak benar-benar memicu perhatian orang lain, tidak memakai energi sihir yang akan diketahui secara jelas atau bahkan energi jahat yang ia punya.
Semunya sudah disembunyikannya di dalam kemampuannya itu sehingga semua orang yang berada di kereta kuda saat ini tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya telah diikuti.
"Aku tidak percaya Guru Victoria kalah oleh pemuda itu, mana mungkin bisa begitu 'kan?! Aku menerima laporan ini dari guru Olivia mengenai kekalahan itu ...."
Terlihat sosok iblis yang mengaku bahwa dia adalah murid dari Olivia menyingkapkan tudung jubahnya itu, dan seketika terlihatlah wajah dari iblis itu.
__ADS_1
Terlihat dengan jelas bahwa iblis yang mengaku sebagai murid Olivia memiliki kulit yang merah dan sedikit menonjol di beberapa bagian, dari tampilannya saja ia sudah terlihat bukan seperti manusia pada umumnya, yang sebenarnya dia adalah iblis sih.
Meskipun penampilannya tidak begitu baik, namun setidaknya wajahnya tidak sebegitu menyeramkan seperti ekspektasinya sendiri.
Penampilannya hampir menyerupai perempuan manusia hanya saja memang warna kulitnya merah dengan warna mata merah, bibir merah, telinga, namun rambutnya terlihat hitam.
Penampilannya tidak begitu berbeda dengan manusia, hanya saja ia merasa bangga karena suatu hal yang akan ia ungkapkan ini.
"Aku tidak memiliki kemampuan untuk mengubah penampilanku sendiri ... maka dari itu warna kulitku yang merah, mataku, pasti terlihat mengerikan bagi siapapun yang melihatnya."
Sosok iblis itu menyeringai tersenyum karena percaya diri akan apa yang telah dikatakannya itu.
Menyebut dirinya sebagai seorang yang mengerikan yang memang hanya berlaku pada pendapatnya sendiri, dan memang kenyataan tidak sesuai ekspektasi, iblis perempuan ini sebenarnya tidak seseram apa yang telah di gembar-gemborkannya itu.
"Namun di samping semua itu, aku mampu untuk menemukan seseorang yang mengancam keberadaan ras iblis yang memiliki kekuatan suci, bahkan tanpa menggunakan kemampuan pengubah wujud sekalipun, bukankah aku benar-benar hebat?"
Senyuman kembali terukir dari bibirnya yang juga merah itu, ia menyingkapkan rambut hitamnya itu yang sedikit menghalanginya tersenyum itu.
"Aku iblis merah yang cerdik! Bahkan tugas menyelinap seperti ini mampu kulakukan dengan mudah! Khihihi ...."
Ia menempatkan jemari yang juga berwarna merah itu di dekat dagunya. "Aku juga telah mendengar kabar bahwa Quin murid dari guru Victoria telah dikalahkan juga, padahal dia memiliki kemampuan untuk mengubah penampilan, tapi mengapa dia tetap kalah juga?"
Iblis merah perempuan itu sedang mengamati dengan diam-diam sambil memikirkan rencana tentang apa yang akan ia lakukan ke depannya.
"Ah sudahlah, guru dan murid itu memang sudah dikalahkan oleh manusia, sebenarnya aku sulit untuk memahami keduanya bisa dikalahkan seperti itu, karena sebelumnya aku mengidolakan mereka berdua."
Iblis merah perempuan itu berkata bahwa Victoria dan Quin yang berasal dari rasnya juga telah dikalahkan oleh manusia, yang memang ia sendiri mengakui kekuatan keduanya benar-benar hebat maka dari itu ia mengidolakannya.
"Tapi aku tidak akan berhenti hanya karena mengetahui Guru Victoria dan Quin telah dikalahkan, melainkan sebaliknya aku harus menunjukkan kebolehanku."
Perempuan iblis itu mengepalkan tangannya tanda ia bersemangat akan apa yang direncanakannya itu.
__ADS_1
"Sayangnya aku tidak memiliki kontak Guru Quin, kami berpencar karena memang mencari pria yang memiliki kekuatan suci itu, ras iblis tidak memiliki cara untuk berkomunikasi jarak jauh, bahkan untuk ukuran murid langsung dari komandan besar iblis sepertiku." Iblis perempuan merah itu nampak tidak senang karena ia tidak bisa mengabarkan temuannya sekaligus meminta bantuan gurunya itu.
"Jika saja yang menemukan mereka saat ini adalah Guru Quin, sudah pasti ini akan menjadi sangat mudah seperti menjentikkan jari; aku tahu kekuatan guruku sendiri yang memang dia memiliki kemampuan sihir yang terlalu hebat, pasti dia bisa mengalahkan dengan mudah pemuda asing antah berantah yang memiliki kekuatan energi suci itu."
Dari perkataannya sendiri iblis perempuan merah itu memuji gurunya sendiri dan berharap gurunya itu ada di sini saat ini yang memang harapannya itu tidak mungkin terjadi.
"Aku tidak bisa merasakan keberadaan siapapun selain orang-orang yang di dekat tebing itu, itu berarti tidak ada artinya aku berharap pada Guru Quin saat ini, hmmm."
Iblis perempuan merah itu mulai kembali mengamati gerak-gerik orang-orang yang terlihat sedang mengobrol dengan santai dan mereka terlihat sekali menikmatinya.
"Cih! Mengamati orang-orang yang sedang menikmati waktunya itu menyebalkan! Untuk apa aku melihat mereka berbahagia dan mengobrol satu sama lain?" Nampaknya si iblis perempuan itu kesal karena melihat orang-orang yang diamatinya itu terlihat senang dan bahagia.
"Sikap mereka cukup menyedihkan, mereka yang belum tahu situasi yang sebenarnya masih menikmati waktu selagi mereka masih mempunyainya." Iblis perempuan itu bersikap seolah-olah ia akan mengambil alih keadaan di tempat sepi ini dan mengalahkan mereka berlima sekaligus.
"Tapi rasanya akan merepotkan bagiku jika harus menghadapi mereka berlima sekaligus, aku tidak keberatan tapi yah ... itu mending tidak usah dilakukan." Secepat itulah tekad mengerikannya hilang dari ucapannya tadi, ternyata apa yang ia katakan sebelumnya hanyalah gertakan saja.
"Lagipula aku hanya mempunyai informasi tentang si pemuda yang memiliki kemampuan kekuatan suci itu, namanya adalah Danny, dia pernah berhadapan dengan Guru Victoria dan menurut informasi, Guru Victoria kalah saat bertemu dengannya; tidak begitu jelas informasi yang kudapat ini, apakah dia yang benar-benar mengalahkan Guru Victoria, atau salah seorang teman yang bersamanua?"
Iblis perempuan merah itu ragu-ragu akan siapa yang sebenarnya yang mengalahkan Guru Victoria, apakah pemuda bernama Danny itu ataukah temannya yang lain? Karena informasi yang diterimanya tidak begitu lengkap maka ia penasaran juga mengenai hal ini.
Setelah beberapa saat yang singkat ia mencoba untuk memperkirakannya pada akhirnya ia sampai juga pada satu kesimpulan yang penting.
"Hih! Tidak penting juga siapa yang mengalahkan Guru Victoria yang sudah lama itu, saat ini saja adalah kesempatanku untuk menunjukkan bahwa ras iblis itu mengerikan seperti yang sudah seharusnya."
"Tunggu sebentar lagi saja, begitu mereka berhenti berbicara dan akan pergi dari tempat ini aku akan mengikuti mereka diam-diam, dan tiba saatnya mereka berpisah disitulah aksiku akan dimulai!" Iblis perempuan merah itu sudah menjelaskan rencana yang menurutnya sudah sempurna ini, memang baginya bertindak hati-hati dan sesuai rencana akan membantunya untuk menjalankan tugasnya, yaitu mengakhiri si pemuda yang memiliki energi kekuatan suci itu.
Jika saja Olivia yang menemukan mereka maka sudah pasti ia akan mengacak-acak area itu dan bahkan melawan ke-lima orang yang sedang bercakap-cakap itu.
Sosok iblis yang mengaku murid Olivia sama sekali belum mengatakan identitasnya yang sebenarnya, namanya masih misterius begitupula dengan apa yang bisa dilakukan olehnya, semuanya masih belum terlihat dengan jelas.
Namun sesaat lagi saja ketika mereka berlima mulai untuk meninggalkan area ini, iblis perempuan murid dari Olivia itu akan menggunakan kemampuannya kembali untuk memprediksi ke mana mereka ber-lima akan pergi, di saat itu lah dia akan menunggu mereka terpisah satu dengan yang lain dan mulai menjalankan misi pentingnya itu.
__ADS_1
Perintah langsung dari raja iblis sendiri, yaitu membereskan seorang manusia yang memiliki energi kekuatan suci, yang di mana kekuatan suci adalah ancaman terbesar bagi mereka, melenyapkan orang yang memiliki energi suci tersebut akan melancarkan tujuan mereka untuk menguasai dunia.