Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 534: Sekarang Atau Tidak Sama Sekali


__ADS_3

Sebuah ruang kosong hampa keabu-abuan, kini Danny dan musuhnya ada di tempat ini.


Archifer tidak ingat siapa lagi yang pernah ada di dimensi ini kecuali dirinya. Melihat pemuda itu bisa ke tempat ini tentu saja mengejutkan.


"Ugh!" Danny terbatuk dan memegang dadanya, kekuatannya begitu tersedot drastis.


Padahal baru saja ia ada sebentar di tempat ini, namun ia bisa merasakan perbedaan yang begitu jelas.


Berbeda dengan dimensi buatan yang banyak tercipta sebelumnya. Teknik Dimensi Nol ini lebih berat dari yang dipikirkannya.


Memang ini adalah keputusannya sendiri. Danny ingin pergi ke tempat di mana tidak ada kekuatan apapun yang diijinkan, karena itulah kesempatannya untuk menang.


Tidak mungkin membiarkan sang raja iblis itu menggunakan beragam teknik yang merepotkan.


"Hehe...." Sedang Archifer menikmati apa yang dilihatnya, tentu berada di ruang hampa butuh lebih dari energi besar.


Pemuda ini jelas-jelas bukan manusia. Namun makhluk apapun dia, tentu punya batasan bukan?


Terlebih ketika sudah bergelut cukup lama tadi, kini Archifer hanya tinggal menikmati sisi lemah lawannya ini.


'Berat....' Danny terengah-engah. Pada akhirnya ia merasakan begitu beratnya penggunaan teknik ini.


Meski batu permata mulia menjawab keinginannya dengan membawanya ke tempat ini, namun pada akhirnya itu datang dengan risikonya sendiri.


Danny bisa saja terus bertarung tanpa menghabiskan banyak energi daripada pergi ke tempat hampa ini. Tapi untuk apa? Tetap saja sang raja iblis punya agendanya sendiri.


Bukan pilihan bijak jika ia menahan kekuatannya sampai musuh mengeluarkan kartu as-nya. Lagipula itu tidak akan terjadi.


Kenyataannya adalah Archifer bisa mengakhirinya kapanpun, dan mengulur waktu hanyalah mendekatkan dirinya pada kekalahan.

__ADS_1


Jadi kenapa ia tidak menembus batas dirinya saja dan mengeluarkan teknik yang sudah pasti akan mengejutkan lawannya? Dan Danny sudah melihat bagaimana raja iblis itu terkejut, ia cukup puas.


Saatnya pembuktian apakah keputusannya ini tepat atau tidak? Apa yang akan dilakukan sang raja iblis?


HUSH!


'Cepat!'


"!" Seketika itu juga Archifer ada di depannya dan menghadiahkan beberapa pukulan keras padanya.


"UAGH!" Seketika itu juga Danny terhempas ke belakang cukup jauh.


Drrttt....


Rentetan pukulan itu masuk sepenuhnya. Membuat tubuhnya bergetar hebat, bahkan di ruang hampa sekalipun pukulan musuhnya itu begitu terasa.


Lantas kenapa pukulan Archifer begitu keras dan menyakitkan seperti ini?


'Uh....' Danny bisa merasakan kekuatan batu permata mulia tetap aktif, namun ia tidak bisa memanfaatkannya.


Kekuatan leluhur demi humannya aktif untuk mempertahankan teknik dimensi nol, dan Danny tidak bisa menggunakan energi sihir apapun di tempat ini.


"Bodoh, kau menggali kuburanmu sendiri." Pandangan Archifer terasa begitu tajam melihat lawannya yang sudah batuk darah dan terluka di bagian perutnya.


"Uh...." Danny mengelap darah yang keluar dari mulut dan hidungnya, sementara ia bisa merasakan sakit yang familiar.


Terasa sakit seperti ia berlatih batu permata mulia pertama kalinya. Meski sudah lama, namun tetap saja Danny tidak lupa bagaimana rasanya.


'Rasa sakit ternyata berguna juga....' Entah apa jadinya jika ia baru pertama kali merasakan hal seperti ini, sudah pasti akan lebih repot lagi.

__ADS_1


Sementara itu Archifer terdiam melihat pemuda itu yang terlihat masih menatapnya tajam. Ia pikir pukulannya itu cukup untuk menyadarkan musuhnya agar menyerah.


'Aku tidak bisa berharap banyak, dia itu raja iblis....' Danny pikir di tempat ini ke-brutalan musuhnya bisa dikendalikan, namun ternyata tidak.


Sama sekali tidak sesuai harapannya.


Mau ini dimensi nol, ruang hampa, atau apapun, pada akhirnya tidak membuat perbedaan yang jauh.


Dengan kondisinya yang makin lemah karena teknik ini, malah membuat lawannya jadi bersemangat menumbangkannya.


Danny pikir di tempat ini ia bisa membatasi kekuatan musuh terbesarnya itu, namun kenyataannya ia terlalu lemah untuk menghadapinya.


Teknik Dimensi Nol terlalu menguras tenaga dan meski berhasil menurunkan kekuatan musuhnya, namun tetap saja tidak cukup untuk membalikkan situasi.


Apakah ini lebih baik ketimbang menghadapinya dengan kekuatan penuh? Danny tidak perlu mengeluarkan seluruh kekuatannya dan bisa ia gunakan untuk menganalisis pola musuh.


'Itu tidak akan berhasil....' Bahkan Danny pun menolak kemungkinan jika ia tidak menggunakan teknik ini. Alasannya sederhana, musuhnya terlalu kuat.


'Apa yang harus kulakukan?' Danny melihat ke batinnya, mencoba mencari jawaban di tengah masalahnya ini.


'Archifer memukul titik pusat energiku....' Danny bisa merasakan tubuhnya jadi semakin lemas, padahal ia hanya kena sedikit pukulan namun dampaknya sampai seperti ini.


Pukulan biasa sang raja iblis ini tidak sepenuhnya 'biasa'. Dengan presisi tinggi Archifer tahu benar bagaimana membuat musuh menderita perlahan dengan bumbu kesakitan.


Untuk melihat seberapa jauh lawannya bisa menghadapinya. Danny sadar akan hal ini dan teringat akan iblis Domer.


Mungkinkah iblis punya kecenderungan menikmati kesengsaraan orang lain? Siapa tahu?


Danny tidak masalah dengan cara begitu. Lagi-lagi, merupakan kebaikan tersendiri Archifer masih membiarkannya bermain. Memberikannya kesempatan menunjukkan siapa dirinya.

__ADS_1


__ADS_2