
Kibo mengambil bel yang nampaknya milik makhluk hitam itu, ia sama sekali tidak mengerti mengapa makhluk itu melarikan diri ... seharusnya dia bisa berbuat lebih dari ini.
Namun bilamana dipikirkan, sebuah pesan terakhir yang diberikan oleh makhluk hitam itu lebih mengganggunya saat ini, ada beberapa hal yang tidak ia mengerti mengenai pesan yang di sampaikan oleh makhluk itu.
Sesuatu semacam peringatan akan keadilan, Kibo berusaha untuk memikirkan apa maksud dari perkataan makhluk hitam itu, namun sepertinya untuk saat ini ia tidak memiliki waktu untuk itu.
Kompetisi ini masih berjalan, dan memikirkan hal itu hanya akan membuatnya tidak fokus, saat ini hanya satu hal yang terpenting— Memenangkan kompetisi ini.
Pertarungan antar kedua insan itu cukup menghabiskan waktu, setelah mengambil bel milik makhluk hitam itu Kibo memutuskan untuk pergi dari area perumahan itu, ia hendak mencari anggota kelompoknya sekaligus berusaha untuk mengambil bel kecil dari para peserta lain yang ia temui.
***
"Bagaimana menurut kalian?" tanya Pak Wakil Kota Kota Boston pada kedua ksatria suci yang saat ini tengah menonton tayangan langsung akan jalannya kompetisi ini.
Arthur sedikit tersenyum sambil berkata, "Aku tertarik dengan pertarungan pria keriting yang tadi telah kita saksikan sebelumnya ...."
"Hmmm ... pria keriting? Yang bertarung melawan makhluk hitam yang tidak jelas itukah?"
Thor menanggapi komentar Pak Wakil itu. "Mungkin menurut Bapak bukan tidak jelas ... menurutku makhluk hitam itu cukup jelas dilihat kok ...."
__ADS_1
Thor melihat dengan seksama yang ia lihat saat ini memanglah seorang pria yang telah ia telah temui sebelumnya ... dengan penampilan yang unik sepertinya itu ia tidak mungkin dengan cepat melupakannya.
Simpatinya pada sang petualang itu masih ada, Thor saat ini berharap agar keberuntungan mengiringi pria keriting itu.
"Aku penasaran mengapa salah satu dari peserta ini menyembunyikan identitasnya?" Arthur berusaha memikirkan tentang hal ini.
Sang Pak Wakil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Setahuku, tidak ada dari satu peserta pun yang berpenampilan hitam mengerikan itu ... bahkan yang kulihat saat ini pun dia sama sekali tidak terlihat seperti manusia bagiku ...."
"Tunggu ... I-ini ...."
Seketika itu juga Arthur merasa ada kejanggalan mengenai makhluk hitam misterius itu sebagai peserta kompetisi ini.
Ia seketika melirik Thor, yang terlihat menyadari sesuatu setelah Arthur mengatakan hal itu. "Ini janggal bukan?"
Arthur menyilangkan tangannya. "Kau benar ... selain keberadaannya itu misterius, pada awalnya ia memancarkan energi sihir yang cukup kuat namun sekarang menghilang entah kemana ...."
"Mungkinkah dia bersembunyi atau pula menyembunyikan energi sihirnya?" tanya Pak Wakil Kota itu.
"Itu tidak mungkin ...." Thor tahu akan cara kerja sihir gabungan yang ia pakai bersama Arthur itu.
__ADS_1
"Siapapun yang berada di bawah pengaruh sihir pemalsuan dimensi akan terdeteksi oleh kami berdua, termasuk soal energi sihir dan keberadaannya, baik sekecil ataupun sebesar apapun ... jika ada kejanggalan maka secara otomatis kami bisa mengetahuinya ...."
"Mu-mungkinkah ada penyusup yang bisa membahayakan peserta lain?" Secara tiba-tiba kepanikan menyerang Pak Wakil Kota itu.
"Tidak perlu khawatir Pak Wakil ... seperti yang telah dikatakan oleh Arthur ... aura dan kekuatan sihir makhluk hitam itu benar-benar telah menghilang ... entah mengapa bisa terjadi hal seperti ini," ujar Thor menenangkan Pak Wakil Kota itu.
"Makhluk hitam itu ... sama sekali tidak terpengaruh oleh sihir kita," ucap Arthur pendek.
"A-apa?" Thor tidak menyangka hal ini akan dikatakan oleh sahabatnys itu.
"Sihir gabungan kita tidak gagal bukan? Mengapa bisa terjadi hal seperti ini?"
Arthur menoleh dan memasang tatapan tajam pada sahabatnya itu. "Aku tidak bilang begitu bukan?"
"Kemungkinan yang bisa terjadi adalah bahwa makhluk ini bisa menetralkan sihir yang kita gunakan saat ini, singkatnya dia adalah satu-satunya yang tidak terpengaruh oleh sihir kita," jelas Arthur.
Thor terdiam mendengar penjelasan Arthur, tanpa ada sebab yang jelas kejadian mengejutkan tiba-tiba saja terjadi.
Arthur kembali menjabarkan apa yang ia pikirkan tentang kejadian ini.
__ADS_1
"Dan pula kita bisa menarik kesimpulan ... ia memang benar penyusup, yang membuka kedoknya saat kita sudah memakai sihir kita, pantas saja kita tidak menyadari keberadaannya sebelumnya, dia menyamar diantara para peserta yang lain menunggu untuk menunjukkan wujudnya yang sebenarnya ...."
"Dan pada saat terakhir makhluk hitam itu memberikan sebuah pesan ... itulah yang benar-benar membuatku tertarik, ia akan ... menyingkapkan keadilan yang sesungguhnya?"