Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 267: Cerita Yang Diceritakan


__ADS_3

Meskipun Danny sudah beberapa kali mengalami pengalaman mendengar dan merasakan energi kekuatan suci, namun sampai sekarang ia masih belum mengerti bagaimana asal-usul dan cara kerja energi ini.


Namun Danny dapat mengambil kesimpulan bahwa energi sucinya itu dapat muncul dengan tepat di saat ia membutuhkannya; ini merupakan kejadian yang unik yang tidak dapat dijelaskannya.


Brock dan Vincent menutup matanya karena masih ketakutan melihat Danny saat ini, sedangkan Patricia saat ini memerhatikannya dengan serius dan tidak ada mimik muka santai pada dirinya.


Danny beranjak dari sandarannya itu, ia bisa berdiri saat ini; kondisinya sudah bugar dan pulih total.


"Da-Danny ... kau bisa berjalan? Bagaimana lukamu saat ini?" Patricia kagum Danny bisa berdiri dan berjalan ke arahnya tanpa kesulitan yang berarti.


"Oh? Kurasa aku telah pulih kembali ... Brock, Vincent! Cukup dengan semua hal ini! Aku masih hidup! Itu saja yang perlu kalian tahu! Jangan hubungkan ini dengan hal-hal lain seperti hantu, khayalan atau apapun!" Danny mulai jengkel juga melihat reaksi kedua temannya ini, perlu juga ia bersikap tegas untuk menyadarkan mereka berdua yang ketakutan karena pemikirannya sendiri itu.


Brock dan Vincent akhirnya sadar mereka terlalu berlebihan dalam hal ini, memang kejadian ini adalah nyata adanya, seberapa banyaknya mereka menyangkalnya tetap saja kejadian ini adalah benar adanya.


Kedua pria yang ketakutan itu menghirup nafas dalam-dalam, hendak menenangkan diri dan kemudian menghembuskannya secara bersamaan pula, entah bagaimana tindakan mereka bisa kompak begini.


Brock mulai berani untuk menatap apa yang sebenarnya terjadi di sini meskipun pikirannya masih belum bisa percaya akan hal ini.


"Da-Danny ... ternyata benar, kau masih hidup." Brock benar-benar melihat Danny yang dalam keadaan baik-baik saja saat ini, perasaannya bercampur aduk saat ini, kegembiraan dan ketakutan dirasakannya secara bersamaan, ternyata memang pria besar ini perlu penjelasan lebih lanjut agar dia bisa lebih memahami kejadian ini.


Vincent pula membuka matanya, Danny melihatnya sambil tersenyum." Yo Vincent!" ujar Danny sembari mengacungkan tangan kanannya ke atas.


Dengan sikapnya yang sama sekali tidak berubah, Vincent memutuskan untuk mempercayai bahwa Danny masih hidup saat ini, ia berusaha bersikap sebagaimana mestinya saat ini, melihat Danny yang kembali tentu saja membuatnya senang.

__ADS_1


Ia mendekati Danny dan melingkarkan tangannya pada lehernya. "Yo Bro! Bagaimana keadaanmu setelah tertidur sebentar tadi?"


Danny hanya tersenyum ketika melihat tingkah Vincent yang akrab seperti biasanya. "Aku sudah pulih saat ini, jangan khawatir."


Danny tahu mereka berdua terlihat masih memaksakan diri untuk memercayainya, bahkan Patricia yang menyembunyikan kekagetannya pun dapat diketahuinya dengan jelas.


Saat ini Danny tahu mereka bertiga masih belum percaya sepenuhnya padanya saat ini, jadi jalan satu-satunya adalah mengajak mereka semua untuk berbicara.


Danny akhirnya mengajak ketiga temannya itu untuk duduk di tanah di samping makam kosong itu, ia hendak menjelaskan tentang semua yang ia tahu saat ini dengan harapan mereka bertiga bisa lebih percaya padanya.


"Kau tahu, kejadian bangkit dari kematian yang telah kusebutkan tadi bukanlah perkataan yang kuucapkan secara sembarangan saja, ini keempat kalinya aku mengalami hal ini."


"E-empat kali!?" Vincent tidak bisa menyembunyikan kekagetannya itu, begitupula dengan Brock dan Patricia yang tidak bisa mengatakan apapun juga karena kaget itu.


"Dalam ke-tiga kejadian yang telah kujelaskan tadi, semuanya memiliki respon yang sama terhadap diriku, yaitu bahwa seharusnya aku meninggal saat itu juga, namun dengan hal aneh yang terjadi ini, aku bisa kembali lagi bangun seakan tidak terjadi apa-apa, dan kebanyakan lukaku pulih ketika aku bangun kembali itu."


"A-apa?" Brock benar-benar baru mengetahui tentang hal ini, ia tidak pernah tahu apa yang telah Danny lalui sampai saat ini; penjelasannya itu membuatnya lebih bisa mengerti tentang anak muda itu.


Vincent berusaha untuk tidak bersikap konyol, lagipula ini adalah pembicaraan yang serius, dengan penjelasan yang diutarakan Danny agaknya Vincent juga bisa lebih memahami Danny saat ini.


Patricia yang memang telah bersama Danny di waktu lampau untuk beberapa saat, baru mengetahui pula tentang kejadian yang seluruhnya Danny ceritakan itu; memang dia tidak pernah menceritakan apapun mengenai dirinya selain cerita tentang iblis yang saat ini menyerang negara ap- dunia saat ini.


Simpati dari ketiga orang itu mulai tumbuh, kini mereka perlahan tidak melihat Danny sebagai khayalan, hantu, atau apapun, mereka saat ini perlahan percaya bahwa yang mereka lihat saat ini adalah Danny yang sebenarnya.

__ADS_1


"Sebenarnya kejadian ini cukup mengejutkan bagiku, tidak pernah terpikirkan akan bagaimana orang mati bisa hidup kembali, memikirkannya saja sudah membuatku pusing, namun setelah mendengar ceritamu, rasanya percaya padamu adalah satu hal yang bisa kulakukan untukmu saat ini Danny." Brock memberi dukungan bahwa sekarang dirinya sudah melihat Danny yang notabene adalah Danny yang sebenarnya.


"Akupula sama dengan pria besar ini Danny, kukira melihatmu menutup mata itu adalah akhir di mana kita tidak akan pernah saling berbicara lagi, namun ternyata aku salah kau ternyata bangun kembali dan tidak berubah sedikitpun juga." Vincent tersenyum dan merasa lega karena mengetahui Danny dalam keadaan baik-baik saja saat ini, dan terlebih lagi yang saat ini yang dilihatnya bukanlah ilusi yang tadi di gembar gemborkan olehnya.


Danny senang kedua temannya itu bisa mengerti tentang sebagian kecil apa yang telah ia ceritakan pada mereka; setidaknya kepercayaan mereka adalah kekuatan untuk Danny agar bisa lebih maju.


Danny kemudian melihat Patricia untuk mendengar bagaimana pendapatnya ketika mendengar cerita yang diungkapkannya itu, namun gadis itu tertunduk diam dan belum juga mengatakan sepatah kata apapun padanya saat ini.


Danny bingung juga, apakah mungkin ia sudah percaya dengannya? Atau mungkin masih belum bisa menerima kenyataan? Ia tidak tahu apa yang dipikirkan gadis itu tentangnya saat ini.


"Dasar bodoh ...." Patricia tertunduk, seperti menahan sesuatu dalam dirinya; sepertinya perasaannya itu tidak terbendung lagi.


"Huh?"


Patricia maju ke depan dan seketika itu juga memeluk Danny yang masih terduduk diam itu, Danny cukup kaget dengan tindakan gadis itu.


"A-ada apa Patricia?" Danny tidak tahu alasan mengapa gadis itu tiba-tiba memeluknya dengan erat saat ini.


"Dasar bodoh ...."


"...."


Perlahan Danny merasa ada sesuatu seperti air yang bertetesan pada badannya saat ini, ia tahu betul dan bisa merasakannya dengan jelas karena sedang tidak memakai baju saat ini.

__ADS_1


"Hiks ... hiks ...."


__ADS_2