
Mengingat kejadian masa lalu yang sangat ingin dilupakannya, Victoria sedikit menggeram karena merasa dirinya terdesak. Tidak ia sangka harus melawan kembali seorang elf yang sangat kuat yang bahkan menjadi mimpi buruknya selama ini.
"Apa kau merasa takut?"
"Apa tubuhmu gemetar karena melihatku?"
"Sadarilah kemalanganmu dan merataplah!"
Victoria kembali sadar dari lamunannya, ia tidak pernah merasa serendah ini sebelumnya, kesombongan dan keangkuhannya sirna seketika. Sedikit demi sedikit peluhnya mulai bertetesan.
Ia tidak pernah merasa setakut ini sebelumnya, ketakutannya sirna tertelan oleh kekuatan besarnya. Namun kini seketika tidak ada yang bisa ia banggakan.
Victoria masih menyimpan kekuatan dirinya yang sebenarnya karena sampai saat ia melawan Cecilia tadi, ia baru menggunakan 50% dari seluruh kekuatannya, ia berniat untuk menggunakan seluruh kekuatannya namun jika itu dilakukan maka kemungkinan besar ia akan ikut mati juga.
Victoria berpikir keras akan apa yang hendak ia lakukan karena tidak mungkin ia mengalahkannya dengan kekuatannya saat ini, melihat ekspresi Cecilia yang meremehkannya ia berusaha untuk tidak terpancing.
Waktu terus berjalan seakan tidak memberinya ampun, Victoria mulai gelisah akan keberadaanya saat ini, namun pada akhirnya ia akhirnya membuat keputusan.
Victoria mulai memfokuskan tenaganya, seluruh aura sihir hitam mulai melingkupi tubuhnya kini perlahan sihir hitam yang berada disekelilingnya itu mulai meresap kedalam tubuhnya seakan bersatu membentuk zirah perang yang tebal dan kuat, kini ukuran badannya lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Zirah yang begitu kokoh dan kuat hitam kelam yang menutupi seluruh badannya ditaburi dengan tanda empat bintang emas kecil pada lehernya yang menandakan kekuatannya saat ini. Mata merahnya menyala keluar dari zirah yang menutupinya itu
Cecilia menyadari perubahan yang cukup signifikan terjadi pada Victoria, kini ia merasa kekuatan Victoria bertambah 5% menurut penilaiannya.
Kini kabut yang melingkupi lembah itu sudah sirna sepenuhnya seakan tidak mau mengganggu pertempuran mereka berdua, sinar mentari mulai masuk dan menerangi pertempuran mereka.
"Kau lihat? alam sudah mengakui pertarungan kita" ujar Cecilia
"Kini tak ada yang bisa menghentikan kita..."
"Ini menjadi semakin menarik..."
Victoria yang telah lama tidak diceramahi begini, memulai melangkahkan kaki dengan Zirah Full Armor miliknya, setiap langkahnya itu memberi bekas yang cukup dalam pada pijakan yang berada dibawahnya itu serta juga memberi getaran yang cukup terasa bagi orang disekitarnya.
Gerakannya tidak begitu cepat namun dengan jelas kekuatannya tidak bisa diukur, Cecilia yang melihat Victoria maju ia pun segera menyebarkan aura sihir alam yang berada dalam tubuhnya itu, kini di seluruh tubuh Cecilia beraurakan energi sihir alam hijau.
Victoria hendak memukul Cecilia yang tengah berdiam diri itu, ketika kepalan tangan besi hitam itu mendarat dengan tepat di tangan mungil Cecilia, seketika itu juga terciptalah hempasan angin yang sangat kuat sampai-sampai tiga dewan yang tengah berada di dekat pohon terlempar begitu pula dengan Danny dan Forhan, mereka terhempas cukup jauh karena hebatnya serangan yang dilancarkan Victoria.
__ADS_1
Mata merah kelam dibalik zirah itu menandakan ia telah mengerahkan semua yang ia punya, namun tetap saja hal itu tidak akan cukup.
Cecilia yang masih memegang tangan Victoria, ia berusaha membantingnya dengan menggunakan satu tangan, namun tidak berhasil karena pijakan Victoria benar-benar melekat pada tanah.
"Ooo... Sihir Gravitasi kah?"
"?!"
DEEEMM!!!!
Cecilia mengeluarkan kekuatan alamnya, ia menggegam zirah besi Victoria, perlahan-lahan ia mulai meremukkan tangan yang berlapis zirah itu.
KREEKK...
KREKKK....
Zirah itu perlahan-lahan remuk karena genggaman Cecilia yang begitu kuat namun Victoria tidak tinggal diam dengan tangan yang satunya ia hendak memukul Cecilia dibagian kepala.
BRAKK!
"..."
"LEMAH!"
Cecilia memukul wajah Victoria ia terhempas cukup jauh, efek dari pukulannya itu sampai membuat angin yang besar, batu-batu dan bukit besar di lembah itu sampai dibuat retak olehnya.
Victoria yang tengah berada di antara hempasannya itu mendarat dengan tepat diantara dinding bukit batu besar yang ada di belakangnya, ia masuk dan menerobos apa yang ada didalam batu keras itu.
Diantara puing-puing bukit itu, Victoria mulai melangkahkan dirinya keluar dari lubang yang menganga cukup besar itu.
Kedua tangan zirahnya itu hancur dan pada zirah wajahnya hanya tersisa setengah, Victoria sudah kehilangan kesadaran karena telah menggunakan seluruh kekuatannya, kini ia telah menjadi iblis sepenuhnya.
Pandangan matanya masih berapi-api meskipun kondisinya begitu mengenaskan, ia tetap bisa berdiri dengan tegap.
Dalam pandangannya yang hanya tertuju pada Cecilia, keheningan terjadi kembali darah dari kedua tangan serta wajahnya mulai menetes.
"Apa kamu sudah menyerah?"
__ADS_1
"Kondisimu memprihatinkan sekali~" ujar Cecilia dengan nada sok kasihan
"..."
HUSSSHHH!!!
Victoria menyilangkan tangannya dan zirahnya yang telah rusak itu tiba-tiba pulih kembali dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya, satu bintang emas kecil yang berada pada leher zirahnya itu hilang.
Penampilan Victoria setelah ia pulih kenbali tidak banyak berubah, hanya saja pada bagian belakang zirahnya itu tumbuh seperti ekor dengan panah yang lancip.
Cecilia kembali menilai kekuatan yang telah dikeluarkan Victoria itu, ia menilai kekuatannya meningkat sebanyak 15%.
Victoria mengangkat jarinya pada langit seketika itu juga timbullah panah-panah sihir kegelapan yang muncul dari kekuatannya.
Jumlah panah itu sangat banyak, para dewan berada ditempat yang tepat dimana panah tersebut akan terjatuh, namun Danny dan Forhan berada dibawah pohon besar yang tumbang akibat ledakan dari pertarungan mereka.
Ribuan panah itu mulai melesat jatuh kebawah, Cecilia menggunakan sihir alam pelindungnya terciptalah sebuah pelindung bagi dirinya sendiri, panah hitam itu hanyalah panah biasa namun diperkuat dengan sihir hitam.
Ribuan panah itu mengarah dengan tepat pada seluruh area lembah itu, menancap dengan tepat apapun yang ada dibawahnya.
TRANG!
TRING!
Cecilia mulai menguap karena bosan dengan semua hal ini, ia harus terus-terusan menengadahkan tangan ke atas menghalau agar panah-panah itu tidak mengenai dirinya.
Setelah sekian banyak panah itu turun, yang ada kini hanyalah panah beraura hitam yang menancap, Cecilia tidak tahu aura hitam itu berbahaya atau tidak untuk pencegahan ia menggunakan sihir alam untuk menghapus seluruh energi hitam yang berada pada ribuan panah yang menancap itu.
Panah-panah itu kemudian menjadi panah biasa, Victoria kemudian melancarkan serangan selanjutnya ia menghentakkan kakinya ke tanah lalu tanah sekitar mulai terangkat ke atas menjadi berbagai batu dengan ukuran yang besar kemudian batu-batu besar itu mulai diarahkan ke arah Cecilia.
Batu-batu besar itu melesat dengan cepat, Cecilia melipat tangannya seperti sedang berdoa, batu-batu besar yang akan menimpanya itu tiba-tiba berubah menjadi serpihan debu seiring ia semakin dekat dengan Cecilia.
Karena serangannya tidak berdampak apa-apa pada Cecilia, Victoria mulai semakin dan sangat geram padanya.
"Hmm...ini mulai membosankan.."
"Kapan selesainya ya~?" ucap Cecilia sambil menggaruk-garuk kepalanya
__ADS_1