
Patricia yang melihat hal ini merasa sudah yakin ia telah mengerahkan kemampuannya yang ia bisa saat ini, namun untuk alasan Tuan Vincent belum juga membuka matanya, ia masih belum mengetahui mengapa hal ini bisa terjadi.
"Pa-Patricia, bukankah ini cukup aneh?" Danny benar-benar tidak mengerti, ia memang sudah mendengar Patricia sudah berkata Vincent sudah pulih, namun melihat keadaannya sekarang sepertinya agak berlawanan dengan hal yang dinyatakan Patricia tadi.
"A-aku ... sudah mengeluarkan seluruh kemampuanku, dan memang saat ini kemampuanku sudah berhenti bekerja karena tahu kondisi Tuan Vincent sudah lebih baik saat ini ...."
A-ada apa ini? Apakah ada yang salah dengan kemampuanku ini? Aku memang tidak selalu menggunakan kemampuan ini, hanya di beberapa keadaan saja namun pada di beberapa keadaan itu korban yang menderita luka, seharusnya keadaannya membaik setelah kugunakan kemampuanku ini pada mereka.
Patricia sudah yakin benar ia sudah selesai menggunakan kemampuannya dengan baik pada Tuan Vincent, namun tetap saja ia belum mengerti mengapa dia belum bangun saat ini.
Bahkan sebelum denyut nadinya menghilang pun Patricia sudah menggunakan kemampuannya itu tepat saat itu juga, dan sebenarnya ia merasa tubuh Tuan Vincent memang merespon dengan baik bahkan ketika harus menanggung rasa sakit tadi, ia sama sekali tidak kembali kehilangan kesadarannya pada proses itu.
"Seharusnya ti-tidak ada yang salah, aku tidak tahu mengapa ini bisa terjadi." Patricia yang tadi penuh keyakinan Tuan Vincent sudah pulih kembali kini mulai ragu, pasalnya perkataannya memang tidak sesuai dengan apa yang terjadi saat ini.
"Kalau begitu tenangkan dirimu Patricia, Brock sendiri sudah bilang bahwa Vincent masih punya tanda kehidupan, dan itu adalah bukti kuat kemampuanmu itu berhasil memulihkan Vincent saat ini." Danny berusaha untuk menenangkan Patricia, ia melihat raut percaya diri Patricia perlahan menghilang, kini ia mulai cemas dan khawatir dengan apa yang terjadi pada Vincent saat ini.
"Ja-jangan-jangan?!" Patricia terkaget, sepertinya itu karena ia mendadak memikirkan sesuatu yang tiba-tiba muncul di kepalanya saat ini.
"Ada apa?!" Danny kaget juga mendengar Patricia yang tiba-tiba terkejut itu.
Patricia mendekati Brock dan Danny yang sedang mengawasi Vincent itu. Ia berdiri di dekat kaki pria yang tengah berbaring di pangkuan Brock itu.
"A-aku teringat sesuatu, itu kejadian masa lalu! Ini ada hubungannya dengan kemampuanku!"
__ADS_1
"A-apa?!" Danny terkejut ia berdiri mendekati Patricia untuk mendengar apa yang akan dia katakan itu.
"Ini adalah kedua kalinya aku berusaha untuk menolong orang yang terluka berat!"
"Oh? Lalu apa hubungannya dengan Vincent saat ini?" Danny tidak paham juga apa yang dimaksud Patricia saat ini.
"Kau ingat tadi aku berkata pernah menyembuhkan orang yang dalam keadaan ringan, sedang dan berat bukan? Ada kejadian di mana aku bertemu seseorang yang hampir meninggal di perjalananku, mirip dengan kondisi Tuan Vincent saat ini; singkatnya aku melakukan hal yang sama dan berusaha untuk menyelamatkannya dan reaksinya sama dengan Tuan Vincent, dan ia berhasil untuk pulih kembali ...."
Patricia nampak akan menjelaskan soal apa yang terjadi apabila memang kemampuannya itu saat ini tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan saat ini.
"A-ada dua kemungkinan, Tuan Vincent memang masih hidup, namun meskipun otaknya telah dipulihkan mungkin ada gangguan dan dia tidak bisa lagi seperti sedia kala, dalam kata lain ia akan menjadi seseorang yang berkebutuhan khusus, dan kemungkinan yang kedua lebih buruk dari tadi, satu-satunya cara yang kita coba ini tidak berhasil memulihkan Tuan Vincent, tanpa alasan yang jelas kondisi Tuan Vincent akan menurun dan pada akhirnya akan ...." Patricia tidak melanjutkan perkataannya itu, ia masih tidak mengerti mengapa kemampuannya itu tidak berefek dengan baik padanya saat ini.
"Kemungkinan buruk? Padahal seharusnya kondisi tubuh Vincent sudah baik, aku tidak mengerti mengapa ini bisa terjadi." Danny tidak paham mengapa Vincent tidak kunjung membuka matanya saat ini, ia benar-benar tidak memahami kenyataan dia belum bangun padahal kondisi tubuhnya sudah membaik.
Tanpa disadari mereka bertiga, Vincent perlahan membuka matanya, ia sudah sadar sepenuhnya dan butuh waktu untuk menyadari apa yang terjadi saat ini.
A-ada apa ini? Mengapa aku melihat Danny dan gadis itu menutup mata dan Brock ....
"ASTAGA!" Vincent terperanjat dan langsung bangun dari pangkuan Brock saat itu juga.
"Vincent!" Brock melihat Vincent sudah sadar! Ini benar-benar terjadi!
"Vincent! K-kau kembali!" Danny juga terkejut melihat Vincent yang tiba-tiba bangun dengan cepat itu, tapi tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan rasa leganya karena temannya itu sudah kembali seperti semula.
__ADS_1
"A-ADA APA INI?! KALIAN?! TERLEBIH LAGI BROCK?! MENGAPA AKU ADA DI PANGKUANMU?!" Vincent yang sudah sadar itu protes karena mengetahui bahwa ia berada di pangkuan teman besarnya itu tanpa alasan yang diketahuinya.
"A- Vincent ini karena-" Brock mencoba menjelaskan namun dengan cepat Vincent memotongnya.
"JA-JANGAN-JANGAN?! AKU MASIH INGAT KAU BILANG 'KAU TIDAK SUKA PADAKU' JADI INI MAKSUDNYA?!"
"KAU MENCARI KESEMPATAN DAN BERUSAHA AGAR AKU MENYUKAI HAL YANG TELAH KAU LAKUKAN INI?! HEI BROCK SADARLAH! KITA INI SAMA-SAMA LAKI-LAKI JANTAN! MENGAPA KAU TERUS BERTINDAK ANEH SEPERTI INI?!"
Ternyata sikapnya sebelum sadar dan setelah sadar pun tetap saja menyebalkan, Brock berusaha memikirkan hal lain, namun sepertinya sulit untuk tidak menanggapi si temannya yang menyebalkan ini.
Brock tidak menanggapi apa yang telah Vincent katakan itu dengan alasan ia berusaha untuk mengontrol emosinya, ia tidak mau dengan mudah terbawa arus oleh perkataan si temannya itu.
"KAU DI-DIAM SAJA BROCK? JA-JADI ITU SEMUA BENAR?! KYAAAA KAU LELAKI JAHAT BROCK!" Vincent malah menutupi tubuhnya seakan dia adalah gadis yang akan disakiti semena-mena oleh seseorang.
Brock tidak tahan lagi dengan kekonyolan yang ia dengar itu, ia berusaha menahan namun tetap saja si Vincent ini bukannya berhenti malah terus berbuat kekonyolan yang lebih menyebalkan.
"HIH! BROCK SUDAH KUDUGA KAU ITU BUKANLAH LELAKI JANTAN SEPERTIKU!"
"APAAA!? KAAU VINCENT!? SUDAH SUSAH-SUSAH KAMI TOLONG KINI KAU MENJELEKKANKU?! KAU YANG TIDAK TAHU APA-APA MANA MALAH MENYANGKA HAL-HAL ANEH SEPERTI ITU! DAN LAGI HENTIKAN SIKAPMU ITU! KONYOL SEKALI!"
"HUH?! KAU AKHIRNYA MEMBELA DIRIMU BROCK?! KAU AKHIRNYA JADI SEPERTI YANG SEMULA! SUDAH KUDUGA KAU ITU TIDAK BERUBAH!"
"APA MAKSUDMU DENGAN MENGATAKAN HAL ITU?! BERHENTI BERTINGKAH ANEH DAN COBA PAHAMI SITUASI SAAT INI!"
__ADS_1
"Oh ...." Akhirnya Vincent mulai memperhatikan sekitarnya saat itu juga.