
Aura biru yang memancarkan segala ketenangan dari air, sebuah sihir yang bisa membantu melupakan apa yang sebenarnya kita pikirkan dan hadapi saat ini.
Memang sangat berguna ketika seseorang tertekan secara mental ataupun terpenjara dalam dunianya sendiri, kerap kali sihir air yang mengeluarkan aura biru inilah yang paling banyak memberikan kontribusi yang berarti pada dirinya atau orang lain.
Danny berhasil dengan sukses mengeluarkan sihir miliknya itu, membuat Arthur yang tadinya tegang menjadi lebih rileks, dengan perlahan ia menurunkan tangannya dari wajah Danny itu.
Hampir hilang seluruh urat merah yang menyala itu, dan kini muncul sebuah tapak segel pada dada Arthur yang mengagetkan Danny saat itu.
Keadaan di arena sana kini telah hampir kosong seluruhnya, hanya ada Brock dan Vincent, para Dark Shadow, dan Yizi sisanya telah pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Hahaha! Kau tidak mungkin lepas Arthur! Segel yang kubuat adalah yang terkuat!" Lagi-lagi sang ketua itu memberi peringatan pada Arthur akan segel yang telah dipasangkannya itu.
"Se-segel?!" Danny terkaget ketika mendengar hal itu, diikuti pula dengan Vincent, Brock dan Yizi.
"A-apa maksudnya ini?!" Danny menoleh pada ketua Dark Shadow nampak makhluk bayangan memancarkan mata merah yang menyala.
Tak ada jawaban dari Dark Shadow, pada akhirnya semua yang berada di sekitar arena itu telah tahu bahwa kekuatan Arthur di segel oleh Dark Shadow.
__ADS_1
Tapak segel berbentuk bulatan bercorak itu, seperti sebuah tulisan namun itu tidak dapat dimengerti karena tulisan itu aneh dan nampaknya mengerikan.
Kini bercak segel mulai kembali menjalan ke seluruh tubuh Arthur, padahal urat merah menyala sudah hilang, namun malah terganti dengan sesuatu yang lebih mengerikan.
Yang mengetahui dibalik ini semua tentu saja adalah ketua Dark Shadow, lagi-lagi ia menyiapkan kejutan yang tak terduga lagi, benar-benar suprise.
Meskipun segel tiga lapis tidak juga bisa membendung kekuatan Arthur sepenuhnya ternyata sang ketua Dark Shadow saat ini juga mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghentikan Arthur agar tidak mengeluarkan kekuatannya itu.
Arthur tersungkur, seluruh tubuhnya kini dipenuhi bercak segel hitam yang terlihat semakin mengikatnya saat ini, namun pandangan matanya tidak tertutup sama sekali, terlihat ia berjuang keras untuk melepaskan segel yang tengah mengikat dirinya itu.
"Brock, kompetisi ini sudah selesai? Lalu siapa pemenangnya?" Vincent heran melihat Danny dan Arthur yang sedang berdiam tanpa bertarung sedikitpun, ia ternyata masih saja fokus pada pertarungan Danny dan Arthur.
"Oh iya Brock, ngomong-ngomong melihat kejadian ini mirip sekali dengan mimpi yang ku alami kemarin malam ...."
"Astaga, benarkah itu Vincent?" Brock sampai terkaget mendengar pernyataan Vincent itu.
Vincent mengangguk. "Kutebak pasti akan ada sekelompok orang yang menerobos ke tempat ini untuk membuat kericuhan di sini."
__ADS_1
Brock seketika mengkaitkan klaim Vincent dengan suara ledakan yang telah terdengar beberapa saat yang lalu.
Brock hanya bisa tertegun mendengar perkataan Vincent, beberapa kali ia mendengar berbagai klaim dari Vincent hasilnya memang benar-benar terjadi. Nampaknya memang benar, Vincent memiliki kemampuan untuk bisa 'menerjemahkan' apa yang akan terjadi selanjutnya, kali ini lewat mimpinya itu.
Di sisi lain Yizi hanya bisa terdiam, benar-benar diam ia memperhatikan betul Danny dan Arthur yang tengah berada di arena itu.
Ia tidak menyangka bahwa kompetisi ini dibuat dengan ketidakadilan yang tertutup dengan baik, dan lagi ia tengah melihat ksatria idolanya yang tengah di kendalikan oleh Dark Shadow.
Yizi hanya bisa terdiam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, ia hanya bisa berharap keadaan di sini tidak bertambah menjadi lebih buruk.
Ia tidak memiliki firasat apapun soal apa yang terjadi saat ini, di mana tak pernah terpikirkan olehnya bahwa kelompok Alliance Fight's saat ini tengah berusaha menyelamatkannya.
Arthur masih terpojok karena kekuatan segel itu kini mulai menutupi dirinya atau bahkan kini mungkin saja sampai bagian dalam dari dirinya itu.
Danny hanya bisa tertegun, kini tak ada yang bisa ia lakukan, aura dingin dan butiran benda kecil mirip salju telah menghilang, saat ini hanya terdengar suara teriakan dari luar yang berasal dari orang banyak agar di buka pintu gerbang itu, karena mereka penasaran akan apa yang terjadi di luar sana.
"Ehm ...."
__ADS_1
"!" Danny mendengar sesuatu tadi, dari orang yang tengah tersungkur itu!
"Kau tidak perlu khawatir begitu Danny ...."