
Kibo masih terdiam, hanya satu cara inilah yang dapat mereka lakukan, mereka harus percaya pada kekuatan kuda yang selalu bersamanya itu!
"Kini kita sedang mengistirahatkan kuda kita, mereka sedang makan kali ini, dan setelah ini kita harus memberi mereka banyak minum karena mereka adalah penggemar berat air," ujar Kibo.
"A-ah y-ya kau benar tuan." Sang pria besar menyetujui pernyataan Kibo.
Sayangnya mereka hanya membawa satu ember kecil yang hanya muat sejumlah kecil air, bila membawa ember yang lebih besar maka pastinya ruang gerak kuda mereka akan terbatasi.
Beberapa saat seluruh kuda mereka telah selesai makan, akhirnya ember kecil itu secara cepat diisi oleh sejumlah air sampai penuh, setelah di minum sampai habis oleh kuda mereka, mereka kembali menimba air untuk mengisi kembali begitupula seterusnya sampai semua kuda mereka merasa cukup akan minumnya itu.
"Haah ... haaah ...."
__ADS_1
"Astaga ... pekerjaan ini ... tidak bisa di anggap remeh ...."
"Memangnya ini ... haah ... kali pertama untuk kita?"
Para pria besar itu merasa sedikit kelelahan karena harus bolak balik untuk mengisi ember kecil untuk minum kuda mereka itu, lebih tepatnya masing-masing daru mereka merasakan lelah yang sama.
Akhirnya semua kuda mereka sudah di beri makan dan minum, itu adalah hal yang rutin dilakukan, apalagi sekarang mereka akan pergi dengan buru-buru ke dekat pusat kota kerajaan barat.
Mereka semua beristirahat sejenak karena perawatan hewan tadi benar-benar menguras tenaga mereka.
"Tuan Kibo, saya sebenarnya kurang yakin kita bisa mencapai dekat pusat kota kerajaan barat hanya dalam satu hari," ucap salah satu peia besar yang tadi mengajak Kibo mengobrol, nampaknya memang ia masih saja belum percaya mereka akan melakukan hal ini.
__ADS_1
Kibo terdiam, memang benar hal tersebut terkesan tidak masuk akal, padahal ia sendiri yang mengatakan hal itu, setelah di pikir ulang malah ia setuju dengan pria besar yang sedang mengajaknya mengobrol itu.
Tapi apa daya, ia sama sekali tidak dapat memberikan perkataan seperti 'kita akan membatalkan rencana mengikuti kompetisi di kerajaan barat' sementara padahal memang rencana ini telah ada bahkan sejak Yizi belum hilang dari mereka.
Ia tidak bisa mengatakan hal itu, rasanya terlalu berat mengingat perjalanannya sudah sejauh ini, ia tidak mau mengacaukan rencana yang telah ia buat bersama Yizi, dan lagi sejak mereka mengumumkan rencana ini, respon para anggota terlihat sangat positif.
"A-aku tahu, tapi kita tidak bisa berhenti di sini," balas Kibo pada pria besar itu, ia tidak dapat menyangkal lagi perkataan pria besar karena memang dalam hal ini ia terkesan memaksakan kehendaknya sendiri.
"Tapi aku ingin kau tahu, kita semua yang telah merencanakan hal ini, semuanya setuju, bahkan sejak tuan Yizi masih ada bersama kita, kita mengincar hadiah besar itu dan membuat markas kita sendiri. Aku ingin agar kau menyadari hal itu," ucap Kibo, ia mengingatkan kembali rencananya yang dulu.
Pria besar terdiam, saat ini ia juga tidak dapat berkata apapun lagi pada Tuannya itu, ia juga memiliki pendapat yang sama dengan tuannya bahkan setiap orang dari mereka mempunyai tujuan yang sama 'menang di kompetisi kerajaan barat dan membangun markas sendiri!'.
__ADS_1