
Sementara itu Olivia terlihat tidak senang karena para manusia itu kabur, ekspresinya muram dan benar-benar murka, namun apa daya, ia tidak lagi bisa melancarkan apapun lagi, mengingat ia sudah menggunakan semua kekuatan gelapnya di satu serangan ini.
Tubuhnya jadi kaku dan lemah, seolah tidak ada tenaga yang tersisa padanya.
Sang iblis perempuan ini begitu yakin dengan satu serangannya ini, ia tidak peduli dengan kondisi tubuhnya setelahnya.
Apanya para manusia hebat yang begitu terkenal itu?
Mengapa sampai di sini saja perlawanan mereka?
Olivia kecewa dengan para musuhnya ini, ia kurang bisa mengapresiasi lawannya yang tidak mengakhiri pertarungan ini dengan jantan.
Meski ada hal lain yang harus diakuinya.
Para manusia yang disebut ksatria suci itu masih melakukan sesuatu yang membuatnya masih sedikit menghargai mereka.
Serangan pria dengan kapak besar itu membuatnya jadi lambat mengumpulkan aura kekuatan gelap. Waktu yang terulur ini bisa membuat musuhnya bisa berpikir apapun, dan merencanakan sesuatu dengan matang.
Yang pada akhirnya membawa pada mereka yang meninggalkan pertarungan begitu mudahnya.
Gadis berjubah biru itu tidak melakukan sesuatu yang merepotkannya, namun keberadaannya itu penting bagi rekan-rekannya sendiri.
Harus diakui bahwa kemampuan pemulihannya itu berada di atas rata-rata, kekuatan energinya terpancar stabil, dia mampu memulihkan orang dengan cara yang efektif.
Dari sini kita melihat bahkan Olivia, sang iblis perempuan ini mengakui bagaimana kemampuan Hellen dalam teknik penyembuhan. Karena pada dasarnya ras iblis pun mengeksplorasi berbagai macam teknik, tidak hanya serangan dan pertahanan, melainkan disiplin pemulihan juga.
Dengan begitu tidak heran bilamana Olivia bisa langsung berpikir seperti ini, karena impresi awalnya terhadap sesuatu menunjukkan seberapa banyak yang ia tahu tentang hal yang dilakukan lawannya.
__ADS_1
Dan gadis dengan panah itu menunjukkan taringnya. Olivia tidak pernah berpikir manusia dengan serangan jarak jauh bisa merepotkannya sampai seperti ini.
Harus diakui, kekuatan panahnya tidak hanya besar namun juga tidak biasa. Dia bisa membuat serangan skala besar jadi mengecil sampai seperti sekarang, dan tidak hanya berhenti sampai situ dia juga memengaruhi kecepatan serangannya!
Apakah hal ini merepotkan? Tentu saja iya! Dengan latihan yang intensif bukan tidak mungkin gadis panah itu bisa memengaruhi besaran kekuatan yang ia kumpulkan.
Namun itu bukanlah masalah yang terlalu besar, mengingat gadis panah itu tidak mampu mempengaruhi besaran kekuatan serangan yang ia kumpulkan ini.
Setelah sedikit yang para manusia itu lakukan, mereka tidak bertahan sebagai satu kesatuan sampai akhir. Olivia ragu mereka apakah mereka ini benar-benar para manusia terkuat di dunia ini?
Jikalau jawabannya ya, maka tentunya mereka tidak akan meninggalkan siapapun. Olivia sadar dari awal ia memang tidak bisa berharap banyak dari para manusia ini.
Namun setidaknya ada pria pirang yang masih tinggal di sini, yang menatapnya dengan tajam.
Tidak masalah memburu manusia yang kabur lain kali, yang penting sekarang adalah mengakhiri seorang yang sudah membunuh Tuan Domer.
SHHHHHH!
Aura kekuatan biru terang terlihat jelas pada tubuh Arthur, sementara kekuatan sihirnya terus meningkat dengan cepat.
Tes.
Tes.
Perlahan suatu cairan yang keluar dari rambutnya, namun berwarna merah.
Arthur menatap tajam bola aura hitam, berjalan mendekat dan memegang bola aura itu dengan tangan kanannya.
__ADS_1
“....”
Tidak ada apapun yang terjadi.
“Bagaimana mungkin!?” Olivia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin manusia biasa itu memegang bola aura gelap miliknya?
Seharusnya aura sihir gelap berkekuatan tinggi itu bisa membuat siapapun yang terkena kontak fisiknya dengannya langsung mati instan. Lantas mengapa pria pirang itu bisa dengan santainya memegang bola aura gelap itu?
“Olivia....” Arthur melihat mata sang iblis perempuan itu dengan sangat tajam. Berbeda dari tatapan tajamnya yang biasa.
“!” Sang iblis perempuan itu tersentak, ia tidak tahu akan lawannya bisa melakukan ini.
‘Mengapa dia bisa memegang aura kekuatan yang sudah kukumpulkan!?’ Olivia menanyakan ini dalam batinnya, ia tidak mengerti mengapa bisa-bisanya terjadi hal diluar dugaan seperti ini.
Mengapa manusia biasa bisa tahan dengan aura kekuatan gelap ras iblis?
“Aku harus memberi tahumu sesuatu....” Nada suara Arthur bergetar, sementara aura kekuatan gelap ternyata mulai merasuk ke dalam dirinya.
‘HAH! Sudah kuduga seranganku tidak mungkin gagal Meledaklah!’ Olivia kegirangan dalam hatinya melihat serangannya ternyata bekerja sebagaimana mestinya.
“....”
Tidak terjadi apapun.
“KENAPA!?” Ekpresi sang iblis perempuan ini berubah seketika itu juga, sudah senang-senang dalam hatinya malah tidak terjadi sesuai ekspektasinya.
“Kau mendengarkanku?” Arthur memastikan iblis itu bisa mendengarnya, karena ia hanya punya kesempatan satu kali untuk mengatakannya.
__ADS_1
“MANUSIA MACAM APA KAU!?” Olivia tidak mengerti mengapa bola aura gelap miliknya yang sebagian besar sudah merasuk pada pria pirang itu, tidak kunjung membuat dia meninggal dan tidak kunjung meledak juga.