
Masih dalam keadaan yang mengagetkannya, Danny mulai merasa ketakutan akan permintaan yang terlalu berat dari perempuan itu.
Memang sudah beberapa kali ia mengalami kejadian ini, namun ia masih belum percaya soal apa yang sebenarnya terjadi padanya. Danny masih bingung dengan keadaan dirinya itu.
Beragam peristiwa aneh telah ia alami termasuk masuk ke alam kehampaan yang dimana hal tersebut sangat mengganggunya.
Siapakah yang dapat berpikir bahwa mati itu menyenangkan, Danny terus berpikir akan hal itu, lalu meskipun ia telah dengar dari teman-temannya bahkan telah mengalami sendiri 'kematian' yang berulang-ulang itu. Pikirannya masih belum cukup luas untuk memahami hal itu.
Danny meraba tangan kirinya yang terluka akibat terkena serpihan kaca, tidak ia temukan lagi luka itu.
"Apa kau menyembuhkan lukaku?"
"Bisa dibilang begitu~"
"Energi sihir positif yang terpancar dariku dapat menyembuhkan dan menetralkan apapun pada diri seseorang."
"Kau dicurigai karena memiliki bau yang aneh saat di desa itu kan?" tanyanya
"Ya, mereka mencurigai bauku.."
"Apa ada suatu tempat yang kau kunjungi sebelumnya?"
"Lembah tengkorak..."
"..." Perempuan itu terdiam sejenak
"Auramu bercampur dengan aura yang ada di dalam lembah itu, sehingga para masyarakat desa itu akhirnya mencurigaimu.." jelasnya
"Jangan khawatir, sekarang auramu telah kembali menjadi seperti semula."
Danny bisa menerima alasan masuk akal itu.
"Apakah semua hutan di Hello ini memiliki energi sihir?" Danny masih punya pertanyaan pada perempuan itu
"Tergantung, jika kondisinya memenuhi syarat maka hutan biasapun dapat dikatakan sebagai hutan sihir.."
"Syarat?"
"Telah kujelaskan sebelumnya, aku tidak mau mengulanginya kembali.." ucap perempuan itu dengan sedikit tegas
"Begini, mengapa kau harus membuatkan senjata untukku?" tanya Danny
"Tidak ada alasan yang lain jika memang kau ingin mengalahkan para iblis"
"Sekarang aku akan bertanya, kemanakah pedangmu sebelumnya?"
Danny mengingat lagi akan pertempurannya dengan Victoria.
"..."
"Pedangku hancur..."
"Pedang biasa tidak akan tahan jika memang lawanmu menggunakan kekuatan fisik dan sihir yang lebih besar daripadamu."
"Meskipun kau memperkuat pedang biasamu dengan 'sihir' hasilnya akan tetap sama." jelas Perempuan itu
Ya, Pedang Danny hancur karena tidak mampu menahan gempuran kekuatan Victoria yang teramat besar. Jika Danny tidak mampu mengeluarkan kekuatannya itu entah akan jadi bagaimana.
Perempuan itu melihat Danny sedikit pucat seakan ia dilanda keputusaasan dan kesedihan.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi padamu?"
Danny menceritakan semuanya pada perempuan itu, ia mendengarkan dengan penuh perhatian.
"Jadi begitu, kau gagal melaksanakan misimu dan sekaligus kehilangan temanmu ya..."
"Mungkin ini karena aku berlaku sombong, akhirnya jadi seperti ini.."
Perempuan itu berusaha memahami apa yang dirasakan Danny, perlahan ia mendekatinya.
"Yang sudah lalu biarlah berlalu, kau yang sekarang tidak mungkin bisa memperbaiki masa lalu"
__ADS_1
"Yang bisa kau perbaiki hanyalah masa depan.."
Danny melihat raut wajah perempuan itu, sangat ramah dan peduli terhadapnya. Danny tidak mengira ia akan bertemu dengan sosok yang begitu mengerti dirinya.
"Meskipun aku tidak pernah tahu apa rasanya punya ibu, mungkin kau bisa menjadi gambaran yang tempat.." gumam Danny
"Hmm?"
"Kau mengatakan sesuatu?"
"Ah.. tidak-tidak..." Danny menggaruk-garuk kepalanya
"Apa kau tinggal sendirian disini?" tanya Danny
"Tidak, aku ditemani binatang buas.."
"?!"
Pengalaman buruklah yang diingat Danny ketika mendengar kata 'binatang buas'.
"Kau tidak usah khawatir, binatang buas yang kumaksud berbeda dengan apa yang kau lihat selama ini."
Harimau, singa, ular, burung pemangsa, beruang serta binatang lain mulai muncul mendekati mereka berdua.
"?!"
Keringat mulai menetes perlahan..
Ingatan kelam mulai terbayang..
Duk..
"!"
Harimau itu maju dan minta dielus Danny, bulunya begitu kuning dan lembut, raut wajahnya pun tidak menyeramkan seperti yang telah dibayangkan Danny.
Perlahan Danny mulai mengelusnya dan harimau itu merasa nyaman olehnya, dilihatnya pula oleh Danny semua binatang itu, aura dan penampilan mereka benar-benar berbeda dengan apa yang Danny pernah lihat sebelumnya.
"Kukira binatang buas memang makhluk yang jahat.."
"Begitukah menurutmu?"
"Ras Demi Human memiliki dua macam kekuatan, kekuatan buas dan kekuatan buas suci."
"Kekuatan buas suci?"
"Singkatnya kekuatan itu mirip dengan kekuatan buas biasa, namun dengan adanya energi suci, maka para binatang buas memiliki insting untuk menyelamatkan dan mengerti perasaan orang lain."
"Mereka tidak terkendali dengan sifat kebinatangannya."
"Tetapi tidak semua ras Demi Human memiliki kekuatan tersebut.."
"Ada dalam beberapa kasus Demi Human yang mampu mengendalikan kekuatannya sehingga bisa disebut Penguasa kekuatan buas suci."
"Namun sebenarnya itu jarang terjadi."
"..."
"Jadi kebanyakan para ras Demi Human tak mampu mengendalikan kekuatannya?"
Perempuan itu mengangguk
"..."
Raut para binatang buas itu begitu ramah padanya, sehingga Danny merasa bahwa ia harus mengubah permikirannya tentang binatang buas ini.
"Jadi apa kau siap untuk menjalankan misi barumu ini?"
"A..aku tak tahu apakah aku dapat mendapatkan 5 batu permata mulia yang diperlukan itu.."
"Aku..tidak memiliki kekuatan..."
__ADS_1
"Kau tidak mungkin bisa sampai disini jika memang itu bukan kekuatanmu.." tukas perempuan itu
"Apa mungkin kau akan mengambil jalan termudah?"
"Menyerah dan mati saja.." ucap perempuan itu, sikapnya bisa menjadi tegas seketika.
"!"
Danny kembali merenungkan apa yang bisa membuatnya bisa sampai pada titik ini, kejadian demi kejadian telah dialaminya.
"Aku memang hanyalah pemuda biasa.."
"Bukan dari latar belakang yang hebat.."
"Tapi... aku..."
"Aku..."
"Tidak akan lari dari takdirku!"
Seruan dan pernyataan Danny mengukir kekuatan yang baru dalam dirinya itu.
Perempuan itu tersenyum menyaksikan Danny yang telah menguatkan tekadnya itu.
Perempuan itu mulai menjelaskan apa yang harus Danny lakukan agar bisa mendapatkan batu mulia itu.
"Hal yang harus kau pahami adalah, kau harus mengambil 5 batu permata mulia ini dari 5 pemimpin binatang buas..."
"Pemimpin binatang buas?"
"Mereka adalah ras dari Demi Human, masing-masing mereka mempunyai satu dari kelima batu yang akan kau cari."
"..."
"Bagaimana aku bisa menemui mereka?"
"Harimau ini yang akan menemanimu untuk mendapatkan kelima batu itu"
Harimau itu mengaum dengan suara nyaring, ia merasa gembira bisa bersama dengan Danny.
"Lihat.. harimau ini sudah menaruh kepercayaannya padamu, begitupun seharusnya dengan kamu.."
Danny tersenyum dan mengangguk.
"Apakah mereka yang akan kucari di berbagai tempat?"
"Ya, kau akan temukan mereka di suatu tempat, harimau ini yang akan mengantar dan mengarahkanmu ketempat itu."
"Pastikan kau selalu melindunginya, karena dia pasti juga akan selalu melindungimu.."
"Dan juga, sebaiknya kau jangan terlalu terpisah dengannya, sebab hanya dialah yang mengetahui jalan dan tempat yang akan kau tuju."
"Aku akan berusaha agar bisa melakukan misi ini sebaik-baiknya."
Danny kemudian mulai berjalan
"Kau mau kemana?"
"Huh?"
Danny menoleh dan berkata
"Jangan bilang kalau aku harus menungganginya."
DRAP!
DRAP!
DRAP!
Danny meninggalkan perempuan dan para binatang itu dengan cepat.
__ADS_1
Harimau itu membawanya masuk lebih dalam meninggalkan hutan dan menuju ke tempat dimana pemegang 5 batu permata mulia itu berada.