
Muncullah seorang pria dewasa yang memakai pakaian sederhana, seluruh rambutnya putih namun perawakannya terlihat masih muda.
Ia nampak sedikit terkejut setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, berdirinya orang memakai topi ala koboi dan banyaknya orang yang tinggi besar sedang berkumpul di halaman yang tidak terlalu luas di depan penginapannya itu.
Kibo melepaskan topi bowlernya itu dan seketika itu mengembanglah seluruh rambutnya ke segala arah, terlihat lebih bebas dan bergelora.
"Maaf mengganggu, tuan saya mau bertanya apakah kami bisa menginap satu malam di tempat ini?"
Nampaknya pria ini adalah pemilik dari penginapan ini, kekagetannya buyar ketika Kibo mulai berbicara padanya.
Warna matanya hijau, mirip dengan gadis yang tadi namun warna mata pria ini tidak secerah gadis pelayan tadi.
Pria itu memakai baju coklat beserta dengan celana yang senada dengan bajunya, corak gambar sederhana terukir di baju dan celananya, mirip dengan pakaian para petualang namun sebenarnya bukan.
__ADS_1
Rambutnya yang putih tidak membuat perawakannya menjadi terlihat tua, meskipun tampak sedikit ada kerutan di wajahnya, sebaliknya ia nampak seperti orang dewasa yang berwibawa.
"Oh, kalian butuh tempat menginap? Tentu saja kami sangat menyambut tamu, tapi kulihat jumlah kalian banyak sekali, aku khawatir tempat ini tidak cukup menampung kalian semua," ucap pria pemilik penginapan itu.
Memang benar apa yang dikatakannya itu, bangunan penginapan ini memang tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil juga, ukuran bangunan penginapan yang seimbanglah yang dapat dilihat oleh mereka semua.
"Hmmm ...."
Tak terlalu lama akhirnya sang pemilik penginapan memasang ekspresi wajah 'aku tahu apa yang harus dilakukan!' setidaknya kurang lebih itulah yang ia terjadi saat ini.
"Begini, tuan berambut kriting, kebetulan memang penginapan ini jarang ada yang memesan kamar, namun kebanyakan dari mereka lebih suka minum di sini, kebetulan di sini selain kamar juga ada tempat makan dan minum."
Pemilik itu menjelaskan kembali tentang tempat ini. "Jadi pemasukan terbesar kami ada di pemesanan makanan dan minuman bagi para petualang yang bersinggah di tempat ini, sedangkan meskipun kami menyediakan penginapan namun jarang sekali ada yang mau memesannya."
__ADS_1
"Dan kebetulan hari ini seharusnya kami tutup, dan tidak ada pula yang menginap di sini, namun sepertinya tuan-tuan di sini sedang membutuhkan tempat singgah untuk satu malam."
Tempat itu tutup saat ini, Kibo pikir memang ia harus terus berjalan tanpa istirahat untuk pergi singgah ke kota yang berpenduduk banyak, ia dan yang lainnya juga harus segera memperhatikan kebutuhan kuda mereka itu.
"Jadi?" Nada suara Kibo terdengar kurang semangat, mengingat dia dan seluruh orang bersamanya tidak bisa menginap di sini karena tempat ini tidak sedang beroperasi saat ini.
"Namun karena ini kondisinya berbeda, saya dengan senang hati memberikan tempat untuk tidur pada tuan-tuan semua, namun sepertinya tuan harus mengatur kembali per kamarnya karena bila satu orang satu kamar, maka bisa dipastikan tidak akan cukup."
"Waah? Benarkah?" Kibo merasa senang dengan tawaran pemilik penginapan itu, ia tidak menyangka pria itu begitu baik mau memberikan pertolongan padanya dan seluruh orang yang berada bersamanya.
"Haha, iya tuan, maaf bila hal ini mengganggu kenyamanan tuan sekalian, karena memang tempat kami begini adanya." Terdengar ramah sekali gaya bicara dari pemilik penginapan ini.
"A-ah tidak apa tuan pemilik, malah saya dan semua yang bersama saya sangat berterima kasih atas bantuan anda," ucap Kibo dengan antusias.
__ADS_1