
Mendengar perkataan Arthur itu membuat Thor semakin ingin menghentikan tindakan seenaknya sahabatnya itu.
Kebetulan topeng merah iblisnya itu tidak hanya berfungsi sebagai penyembunyi identitas secara biasa saja, topeng itu juga mempunyai kemampuan menyamarkan nada bicara pemakainya.
Untunglah aku tidak memakai topeng biasa, ini kubeli di toko peralatan bertarung sewaktu di kerajaan barat, mulanya aku merasa aneh ketika pertama kali melihat topeng ini, namun untunglah saat itu aku membeli ini, sangat berguna ketika dalam situasi seperti ini.
Lalu selanjutnya ... apa yang harus kukatakan pada Arthur?
Apakah dengan bicara saja ia akan mendengar? Kurasa tidak ... satu-satunya cara untuk bicara dengannya hanyalah bertarung dengannya.
"Arthur ... aku akan menghentikanmu," ucap Thor dengan nada yang di samarkan, suaranya terdengar lebih berat dan bergema.
Arthur hanya terdiam sejenak dan kemudian tertawa lepas, untuk alasan yang tidak diketahui ia malah tertawa karena perkataan Thor itu.
"Menghentikanku? Ahaha ... kurasa kau perlu mengoreksi perkataanmu itu, kau tidak akan bisa menghentikanku menghambatku saja tidak mungkin kau lakukan."
__ADS_1
Arthur memandang rantai yang mengikat sebelah kakinya itu, dan rantai itu hancur dengan seketika, sepertinya dia menggunakan energi sihir untuk melakukan itu.
"Rantai ini terlalu rapuh untuk bisa menghentikan pergerakanku ...."
Thor segera maju ke depan dengan cepat, hendak menyerang Arthur yang masih sedang bersiaga di sana.
Pergerakannya itu di ikuti dengan rantai yang ke sana ke mari mengikutinya, dengan ujungnya yang tajam mirip kunai.
Senjata ini terlalu lemah bila kugunakan untuk melawannya ... tapi apa boleh buat meskipun begitu aku akan tetap menggunakannya!
Alhasil serangan rantai itu hanya meleset dan terus meleset, hanya mengenai pohon, tanah, dan rumput, sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh Arthur sedikitpun.
"Apakah akan terus seperti ini? Tidakkah ini mulai membosankan?" ucap Arthur sembari berkelit sana sini dengan gesit menghindari serangan rantai tajam Thor.
Thor mengendalikan rantai itu, total ada sepuluh buah ujung pisau besi tajam di setiap rantai itu, Thor mengarahkan semua rantai miliknya itu dalam sekali serang.
__ADS_1
"Ini ... terlihat sangat lamban ...."
Krak!
Tanpa perlu menghindari serangan Thor, Arthur kembali melakukan saat yang sama ketika menghancurkan rantai itu, yaitu dengan menggunakan sihirnya.
Sebenarnya hal itu dapat cukup dilakukan dengan mudah oleh Arthur, ia tidak perlu sampai ke sana ke mari menghindari serangan rantai Thor, ketika dia melakukan hal itu ini lebih terlihat ia ingin bermain-main dengan lawannya itu.
Thor yang menyadari serangan rantainya itu tidak terlalu menjadi serangan yang bagus kini memasang posisi siaga, ia sudah tidak punya senjata lain yang bisa digunakannya untuk melawan Arthur.
"Apa? Mengapa kau tidak menyerangku lagi? Mana semangatmu itu, aku masih ingin terus bermain denganmu ...."
Thor melihat Arthur, Bukan pertama kali ia melihat sisi Arthur yang menurutnya sangat berlawanan dari sifatnya yang sebenarnya, namun tetap saja ia masih sulit mempercayai bahwa dia adalah Arthur yang selama ini ia kenal.
Arthur ... andai saja kau tidak dikuasai oleh keinginan berkeadilanmu itu ... mungkin saja dirimu tidak akan menjadi seperti ini ....
__ADS_1
Tujuan mereka yang berlawanan ini membuat siapapun tidak ingin kalah dengan tujuannya masing-masing.