
Siapa pria ini yang bernama Y.T.Z ini? Danny benar-benar penasaran akan seperti apa informasi yang dikatakan oleh Vincent.
"Baiklah, kini simak baik-baik Danny, akan kuceritakan pria bernama Y.T.Z ini." Vincent mengambil ancang-ancang sebelum dirinya akan menceritakan informasi itu pada Danny, nampaknya ini akan menjadi panjang lebar.
"Pada zaman dahulu ..."
Brock seketika itu juga roboh dari posisi sandaran tangan kanan yang menopang kepalanya saat itu, "Hei Vincent, jika kau cerita hal itu, ceritamu itu tidak akan selesai dalam beberapa jam, dan lagi mengapa kamu malah akan menceritakan hal yang tidak penting segala?!"
"Hmmm, kau benar Brock, tidak seharusnya aku menceritakan dari awal juga sih."
"Ahaha." Danny tertawa kecil, memang sih kalau diceritakan dari awal itu akan butuh waktu yang tidak sebentar.
"Baiklah Danny, kini aku akan bercerita tentang si 'Y.T.Z' ini, sebenarnya ia adalah seorang pria, penampilannya mirip bapak-bapak, dengan alis, kumis serta janggut tebal, tapi dalam kenyataannya ia sama sekali tidak memakai pensil alis atau obat kumis dan janggut untuk membuatnya semakin tebal, kenyataannya itu adalah asli!"
Nada bicara Vincent mulai dalam, ia sepertinya memang menghayati akan cerita yang tengah di bicarakannya itu.
"Fakta itulah yang membuat dirinya menjadi bapak-bapak tulen!"
__ADS_1
"Oooh begitu, itu informasi yang lumayan buatku sih," ujar Danny berusaha mengikuti alur yang di buat Vincent itu.
"Tidak sampai di situ! Dia ternyata belum punya istri sampai sekarang!"
BUAK!
Brock dengan tepat memukul kepala Vincent dengan tangan besarnya itu, begitu renyahnya bunyinya, seketika itu juga muncul benjolan yang mencuat dari kepalanya dan asap yang mengepul di kepalanya itu.
"INFORMASI MACAM APA YANG KAU BERIKAN INI?! APA TIDAK ADA INFORMASI YANG LEBIH BERGUNA LAGI?!"
Brock jengkel karena mendengar semacam hal yang menggelikan itu, ia menilai informasi yang di berikan oleh Vincent sama sekali kurang berguna bagi Danny.
Danny menyentuh benjolan yang mencuat itu, bulat dan sedikit berasap, "Kau tak apa Vincent?"
"Hmph, ini tidaklah seberapa Danny, kau tidak usah khawatir." Vincent segera menyentuh benjolan itu, dan memasukkannya kembali ke dalam kepalanya, dan benjolannya pun hilang.
"Hooo, bisa begitu ya?" Danny sampai keheranan akan kemampuan Vincent dalam 'meniadakan' lukanya itu.
__ADS_1
"Dan Danny, apakah kamu masih mau mendengar informasi ini?" Vincent nampaknya menjadi kurang percaya diri akibat kejadian tadi, rasanya ia ingin berhenti bercerita saja.
Danny mengangguk, "Tentu, aku sangat menghargai bila kau terus bercerita, dan yang tadi itu mungkin saja Brock saat ini tidak ingin diganggu oleh pembicaraan kita, jadi sekarang lanjutkan saja informasi yang kamu punya Vincent."
Vincent tidak mempunyai pilihan lain selain ia harus terus bercerita, jadi ia memutuskan untuk melanjutkan ceritanya itu.
"Y.T.Z itu hanyalah inisialnya saja, nama panggilannya adalah Yizi, dan untuk nama aslinya aku sama sekali tidak tahu, dari yang aku ketahui dia adalah seorang pemimpin kelompok 'Alliance Fight's'"
"Alliance Fight's? Apa itu?"
"Nama itu adalah nama dari suatu kelompok yang bergerak di bidang perkumpulan para petarung, layaknya kita yang dikurung untuk menjadi petarung, namun anggota 'Alliance Fight's' sendiri dikabarkan menghilang tanpa jejak, dikarenakan mereka tahu pemimpinnya kali ini telah di tangkap dan berada di sini."
"Kelompok itu sendiri telah lama dibentuk, namun tidak diketahui dengan pasti soal sudah berapa lama pastinya, dan jumlah anggotanya pun belum diketahui," ucap Vincent.
"Aku mewaspadai pria bernama 'Yizi' ini adalah seorang dengan petarung dengan teknik yang luar biasa, lagipula memang ia juga adalah pemimpin dari kelompok yang telah ku sebutkan tadi."
"Jadi, intinya memang dia adalah seorang petarung yang cukup handal juga ya? Hmmm sepertinya memang begitu." Danny menilai informasi yang diberikan oleh Vincent memang berguna baginya untuk lebih waspada akan pertarungannya malam nanti.
__ADS_1
"Danny, melihat dari statistiknya sendiri Y.T.Z ini berada di posisi 500 dengan 250-13-90."
Danny kaget mendengar apa yang didengarnya itu, mengapa bisa lawannya bisa melompat sejauh itu? Di mana pertandingan yang fair play?