
Alasan dibalik Tarnatos sendirian diruang istana belum diketahui dengan pasti, bahkan para anggota dewan hilang entah kemana termasuk Erei, Chart, dan Zelo yang merupakan tangan kanannya sendiri.
Raja Tarnatos dengan raut muka datar sedikit bengis melihat Korthos yang hendak menyerangnya itu, namun ia tidak beranjak sedikitpun dari singasananya itu.
Serangan pedang yang dilancarkan Korthos itu dapat dihentikan hanya menggunakan dua jari tangan kanannya saja dan pedang tersebut dipatahkannya. Korthos kaget karena melihat kekuatan besar Tarnatos ini.
"Hihihi... Tubuh...ini...Kekuatan...ini"
"LUAR BIASAAAA!!!!" Ia berteriak tanda kepuasan
Korthos merasa ada yang janggal dengan Tarnatos ini, tidak biasanya ia berteriak seperti itu karena sifatnya aslinya memang tenang dan bijak.
Tak butuh waktu lama hempasan angin berbentuk seperti peluru menyerempet ke pipi Korthos bahkan sampai membuat lubang di dinding kerajaan membuat pipinya berdarah.
"Ukh"
"Hihi.. ini menyenangkan! aku bisa melakukan apapun dengan tubuh ini!"
"?!"
Tarnatos memulai serangannya, sebuah bola sihir hitam melesat keluar dari jarinya tepat mengarah pada wajah Korthos namun pada waktu yang bersamaan bola sihir itu dapat ditangkis menggunakan pedang sihir Thart yang ternyata tepat disaat waktu yang benar-benar genting.
"Tu...tuan Thart?"
"Korthos..."
"Apa dia benar raja kita?" Tanyanya
Danny melihat seorang pria tua dengan kekuatan yang amat besar disemuti aura kegelapan yang memuakkan, mata merah menyala, air mukanya menyiratkan tanda kebencian yang dalam terlebih ketika ia melihat Danny.
"Danny bagaimana menurutmu?"
"Dia bukan dirinya.."
"?!"
"Maksudmu ada seseorang yang merasuki sang raja?!" Tanya Korthos
"Ya, aku merasakan aura kegelapan yang besar dari dirinya, seakan pribadi lain yang telah mengambil tubuh Raja Tarnatos"
Thart setuju dengan pendapat Danny karena dilihat dari manapun juga penampilannya tidak mengindikasikan dia seorang manusia yang sehat.
"Kau!!!" Tarnatos menujuk ke arah Danny
"Hah?!"
"Energi sucimu membuatku mual!"
"..."
"Tuan Thart sebaiknya tuan mengantar ksatria ini pergi menjauh dari sini"
"?!"
"H-hey! kau meragukan kemampuanku?" Protes Korthos
"Cepat! kita tak punya banyak waktu!"
Thart menuruti apa kata Danny, ia membawa Korthos keluar dari ruangan kerajaan dan pergi menjauh dari situ. Mereka sempat kepergok oleh ksatria yang sedang berpatroli namun mereka berhasil melumpuhkan mereka. Akhirnya mereka berhasil keluar dari istana tersebut.
---------------------
Kini hanya ada dua orang yang benar-benar ada disana tidak termasuk dengan para ksatria yang telah tewas ataupun dilumpuhkan. Suasana begitu tegang, tidak ada angin segar bagi kedua pihak untuk memulai serangannya.
"...."
"...."
"Hihi apa kau akan diam saja disana?"
"Kalau begitu biar aku hancurkan kau....hihi"
"Maaf sebelumnya, bisakah kau keluar dari tubuh Tuan Tarnatos?"
"Mana mungkin aku menyia-nyiakan tubuh sehebat ini!" Matanya melotot dibarengi dengan senyum lebarnya yang terkesan dilebih-lebihkan
"Aku tahu"
Tarnatos mulai berbicara
__ADS_1
"Aku merasakan energimu ketika kau menghancurkan markasku!"
"?"
Danny bingung dengan perkataannya itu
"Mengancurkan, markas?"
"Aku tak tahu apa yang kau bicarakan.."
"Pembual! mana mungkin aku lupa akan perbuatanmu!"
Mata Tarnatos dari waktu ke waktu menyiratkan kebencian yang luar biasa urat-urat wajahnyapun mulai bermunculan.
"Kau! yang menyebabkan aku dihukum oleh rajaku!"
"Kau yang harus membayar perbuatanmu ini!"
"Siapa rajamu ini?"
"Tentu saja Raja Archifer!"
Sontak Pribadi yang berada didalam Tarnatos menggeliat dan merasakan kesakitan yang luar biasa.
"He-hey!"
"Kau kenapa?!"
Tarnatos mulai berteriak-teriak kencang ia merasa kepanasan di sekujur tubuhnya.
"AAAAHHHH!!!"
"AAARRGHJHH"
Sambil memegang kepalanya ia berusaa menahan rasa sakit yang teramat sangat itu
"To-tolong hentikan...."
"A-aku....baru saja menemukan....tubuh yang bagus...."
"To-Tolong...aku..."
"ARRRGGHH!!!"
"A...apa yang terjadi?!"
Kini Danny dapat melihat perubahan pada wajah Tarnatos, kini matanya sudah kembali pada warna asalnya yakni biru dan urat-urat tegang yang muncul disekitaran wajahnya pun perlahan menghilang.
"Tu...tuan...Tarnatos" Danny menghampirinya
""Apa kau baik-baik saja?"
"A-aku... sepertinya telah bermimpi buruk cukup lama.."
"Mimpi buruk?" Danny penasaran
"Ya, sudah lama aku terikat dengan energi kegelapan ini, sampai pada puncaknya aku benar-benar kehilangan kesadaran.."
"Aku.... seperti tengah dipenjara dialam bawah sadarku... dan dalam alam bawah sadarku juga ia menyebutkan namanya"
"Nama?"
"Nama seseorang yang merasukiku.."
"Siapa Tuan?"
"Victoria..."
Raja melanjutkan ceritanya.
"Ia telah lama menguasai pikiranku, bahkan segala keputusanku pun diatur olehnya"
"Jadi..."
"Kau tidak memerintahkan ksatria mu untuk pergi Dawn Forest?"
"APA?!" Tarnatos sangat kaget dengan pernyataan Danny barusan
"Itulah yang terjadi Tuanku, kau menyuruh sebanyak seribu ksatria untuk menjalankan misi yang kau perintahkan.."
__ADS_1
"A...Apa yang terjadi pada mereka?!"
"Mereka semua...mati.."
Tarnatos terbelalak mendengar cerita Danny, raut kesedihan mulai terpaut di wajahnya.
"Dan juga kau memberhentikan tiga komandan ksatria salah satunya Tuan Thart.."
Tarnatos yang sama sekali tak bisa berbuat apa-apa karena pengaruh sihir dari Victoria yang mempengaruhi pikirannya begitu kuat, bahkan ksatria terdekat dengannya pun tak lolos dari perlakuan semena-mena ini.
"Dan juga diluar sana pasukan pemberontak tengah bertempur dengan ksatria kerajaan..."
"Pemberontak?!"
"Mereka adalah para ksatria yang menentang perbuatan tidak adilmu pada ksatria kerajaan"
"Mereka berusaha menggulingkan kepemimpinanmu, karena perbuatanmu sudah jelas salah dimata mereka"
"..." Tarnatos hanya terdiam lemas mendengar penjelasan Danny, ia tidak mengira bahwa kekuasaannya dimanfaatkan untuk menghancurkan negerinya ini.
Tarnatos merasa sangat bersalah saat ini, dan Danny bisa melihat penyesalan yang teramat dalam pada diri Tarnatos
"Tuan...."
"Tenangkan dirimu Tuan..." Danny berusaha membuatnya lebih baik dengan memeluknya
Thart akhirnya tiba kembali ke ruangan kerajaan istana setelah ia mengantar Korthos, ia menemukan ada dua orang yang tengah berpelukan.
"..."
Tarnatos yang menyadari kehadiran Thart bergegas menghampirinya.
"Thart...."
"Tarnatos..."
"Kau adalah Ksatria terdekatku, dan aku telah melakukan...banyak hal yang buruk pada ksatria kerajaan ini..."
"Aku pantas mati ditanganmu... Bila aku mati kaulah yang meneruskan kerajaan ini..."
Thart menggelengkan kepalanya
"Tidak Tarnatos, aku juga mengakui bahwa aku sangat benci dengan perlakuanmu padaku dan ksatria yang lain.."
"Namun aku sadar, tidak mungkin orang terdekatku melakukan hal tersebut.."
"Aku mengingatnya ketika telah lama merencanakan pemberontakan ini"
"Kemudian pikiran dan tujuanku berubah seratus delapan puluh derajat karena sahabat baikku yang telah tewas di Dawn Forest, kata-katanya menyadarkanku.."
"Itu semua salahku...." Ucap Tarnatos dengan sedihnya
"Bahkan aku tidak pantas lagi disebut seorang raja..."
"Tidak..tidak... kau hanya tidak sedang menjadi dirimu saja.." ucap Thart
"?" Tarnatos tidak paham.
"Kuyakin ada seseorang atau suatu hal yang mempengaruhi tindakanmu kan?"
Danny mengangguk, kemudian Thart kembali berbicara
"Itu berarti semuanya bukan salahmu, aku juga minta maaf karena berbuat kekacauan dimana seharusnya hari ini menjadi perayaan yang bahagia.."
Mereka berdamai satu sama lain, kini masalah yang telah menghantui mereka belakangan ini telah selesai, masyarakat yang masih diamankan oleh pihak ksatria dan juga para pemberontak yang aksinya telah dihentikan oleh Korthos, dalam kekacauan ini merenggut korban jiwa dan kerugian material yang besar, Setelah situasi tenang Raja mereka Tarnatos menjelasakan situasinya dan apa yang telah terjadi, Masyarakat yang mendengarnya tidak bisa menerima dengan lapang ada pihak yang mendukung Pemberontak dan juga pada Pihak Kerajaan, namun untuk mencegah perseteruan yang lebih lanjut Danny memberikan arahan dimana agar masyarakat bisa tenang dan mampu menerima dan melupakan kejadian buruk ini.
--------
Beberapa hari kedepan masyarakat mulai bisa menerima kenyaatan itu, Forhan dan Cecilia tidak menyangka Danny harus terlibat dalam masalah sebesar itu namun mereka bersyukur Danny dapat kembali berkumpul bersama lagi.
Pihak Kerajaan Timur terus mengupayakan perbaikan bangunan kembali dan menyiagakan penjaga agar tidak terjadi kembali kericuhan diantara masyarakat
Pihak kerajaan menyadari bahwa para tangan kanan kerajaan hilang entah kemana. Satu-satunya petunjuk yang didapat dari Tarnatos adalah mereka tengah disandera disuatu tempat oleh seseorang bernama Victoria ini.
Pihak Kerajaan mengutus Danny dan teman-temannya untuk menemukan Para dewan kerajaan yang hilang itu.
Sedangkan Thart, Cleus, dan Ther ditetapkan menjadi anggota dewan kerajaan timur yang baru dibawah kepemimpinan Tarnatos, ia berusaha untuk mengembalikan rasa percaya para ksatria dan masyarakatnya agar situasi yang sama tidak terulang.
***********
__ADS_1
Perjalanan Danny yang baru akan dimulai, tidak ada yang tahu apa yang didepannya dan tidak ada jaminan perjalanan mereka akan mudah, namun selama masih ada siang dan malam, hujan dan panas, kegagalan dan kemenangan tidak menutup kemungkinan mereka mengalami salah satu dari hal tersebut
**************