
- Sore di hari yang sama di Area Hutan Wilayah Kerajaan Utara, wilayah iblis, jauh dari keramaian kota ataupun aktifitas orang-orang, daerah yang sama sekali tidak terjamah manusia-
"Daerah ini seperti wilayah mati tanpa penduduk atau apapun itu, tapi aku menyukai keheningan seperti ini ...."
"Tempat lain di dunia ini berisik dan aku tidak suka, terlalu banyak orang dan urusan yang tidak penting ...."
Di atas pohon yang berdiri kokoh, terlihat ada seorang perempuan memakai pakaian serba hijau, pakaiannya itu mewah dan menyerupai gaun pendek.
Kraks ....
Perempuan itu sedang bersantai di atas dahan pohon yang besar sambil memakan apel segar yang ada di tangannya, ia mengayun-ayunkan kakinya menikmati hari yang indah ini.
Telinga yang dimilikinya tidak biasa, sedikit panjang dan terlihat bergerak-gerak tanda ia memang benar-benar menikmati harinya sekarang ini.
"Haaah ...." Perempuan bergaun hijau yang indah itu meregangkan badannya, dan ketika ia membuka matanya, terlihat kedua belah mata biru indah yang seakan bersinar di sana.
"!"
Perempuan itu menyadari adanya sesuatu yang aneh yang mengganggu harinya, kini ia merasakan kedamaian itu seakan-akan hilang oleh karena suatu hal itu.
__ADS_1
"Bau busuk." Raut wajah perempuan itu berubah seratus delapan puluh derajat, yang tadinya ia terlihat tenang dan berseri-seri kini menjadi muram dan masam.
"Perlihatkanlah dirimu! Aku tidak suka diawasi diam-diam!" Perempuan itu berteriak dengan suara keras sembari turun dari dahan pohon.
Hembusan angin berserta dedaunan hijau muncul mengelilingi gaun hijaunya itu, mata birunya berangsur-angsur berubah menjadi hijau tanda ia bersiap untuk menghadapi ancaman.
Plok ... Plok ... Plok ....
"Hebat, seorang ras setengah elf sungguh menganggumkan bisa menyadari keberadaanku secepat ini!"
Syuuut ....
"Hawa keberadaanmu tidak asing dari seseorang yang sudah musnah sebelumnya." Perempuan itu berbicara bernada dingin, entah mengapa seakan ia mengenali sosok asing yang tiba-tiba muncul di hadapannya itu.
Pluk.
Karena merasa tidak ada gunanya untuk meyembunyikan identitas dirinya sendiri, akhirnya si sosok misterius itu membuka tudung jubah hitamnya.
Wajah seorang perempuan terlihat di sana dengan mata merah menyala dan bibir yang sedikit tersenyum, penuh dengan rasa percaya diri melihat ke arah perempuan bergaun hijau.
__ADS_1
Karena kekuatan aura yang luar biasa dirasakan dari perempuan bergaun hijau itu, hingga akhirnya menimbulkan kesan akan terjadi pertarungan, perempuan berjubah merah itu memutuskan untuk berbicara baik-baik.
"Tidak heran kau bisa mengalahkan temanku, Cecilia ... ah bukan, Shea?"
Olivia mulai mengawali pembicaraan dengan topik yang hangat, meskipun sudah lama kejadian itu terjadi tapi tetap saja kematian salah satu iblis tingkat tinggi adalah hal yang tidak bisa dilupakan dengan mudah.
"Kau temannya si iblis bernama Victoria itu? Pantas saja raut wajah kalian mirip, dan busuknya aura kalian pun tidak jauh berbeda ...."
Shea jadi teringat akan masa lalunya, ketika ia mengalahkan salah satu komandan besar iblis dengan mudah karena iblis itu berani untuk melawannya.
Perkataan sinisnya yang keluar dari mulutnya itu sedikit membuat Olivia terguncang, emosinya naik karena sudah lama ia tidak mendengar perkataan seperti ini.
"Mengapa kau memanggilku seperti itu? Kau seperti seorang anak muda yang dahulu menyebutkan nama itu ...." Shea melanjutkan perkataannya, ia sedikit tertarik dengan nama 'Cecilia' itu.
Meskipun tertarik tetapi bukan berarti ia menyukainya, ia hanya merasa penasaran saja dengan nama yang pertama kali di sebut oleh anak muda dahulu ketika ia memutuskan meninggalkannya.
"Masih mengingatnya? Nama itu memang nama yang sudah asing bagimu, tidak ada lagi gunanya untuk mengetahui lebih banyak." Iblis perempuan itu menjawab rasa penasaran Shea dengan cepat.
"Kau ada benarnya juga, lalu apa urusanmu sendiri iblis? Apa kau terlalu bosan hidup di dunia ini dan ingin menyusul rekanmu dengan cepat?" Shea sedikit tertawa ketika mengatakan hal ini, ia menilai keberadaan iblis yang mengganggunya ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama.
__ADS_1