
Danny menutup matanya sebentar, berdamai dengan perasaannya sendiri. Bahaya kalau-kalau mentalnya malah padam di sini.
Danny mengambil nafas panjang, sementara ia merasa ada yang mendekat....
HUSH!
BUAK!
BUAGGH!
Archifer lagi-lagi melancarkan tendangan akrobatik yang sulit diprediksi, namun kali ini Danny malah bisa menahan sebagian serangan itu, meski tetap saja ada yang mengenainya.
"Ugh!" Danny lagi-lagi mundur ke belakang, namun ia bisa menahan dirinya agar tidak jauh terhempas.
Archifer terus maju dan mengeluarkan berbagai macam teknik fisik yang hebat. Tidak peduli di ruang hampa sekalipun, kemampuannya tetap tidak bisa diremehkan.
Memang benar ia tidak bisa mengeluarkan sihir berkekuatan tinggi atau apapun, jelas-jelas ruang hampa ini tidak pandang bulu akan siapapun yang berada di tempatnya.
Tidak peduli itu raja iblis sekalipun, tetap ia tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya dan kini hanya mengandalkan kekuatan fisik saja.
'Dia kuat!' Danny jadi ingat latihan pertama yang dijalaninya, rasanya menguras setiap kekuatan fisiknya, dan kini kurang lebih juga sama.
Hanya saja Danny juga harus mempertahankan kemampuan dimensi nol juga selain bertahan dari gempuran serangan raja iblis.
Itu tidak semudah yang dibayangkan! Bahkan Danny lebih memilih fokus mempertahankan dimensi ini daripada pertahanan dirinya sendiri. Ia ingin menjebak sang raja lebih lama lagi.
Strategi yang dangkal memang, tapi Danny tidak punya pilihan lain, membiarkannya mengamuk dengan kekuatan aslinya bukanlah pilihan bijak. Lagipula selama ia menggunakan kekuatan ini, sang raja iblis nampaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Ya benar, sejauh ini Archifer hanya terus menghadiahinya rentetan serangan, tidak lagi melakukan yang lain.
Padahal jika mau, tentunya ia bisa membatalkan kekuatan dimensi nol ini bukan? Lantas mengapa ia tidak melakukannya?
Danny pikir ada dua hal yang bisa menjelaskan ini, entah karena alasan klasik, yakni mengulur waktu, atau memang dia tidak bisa melakukannya.
Kemungkinan kedua sepertinya menarik. Apa yang bahkan tidak bisa dilakukan sang raja iblis? Tentu ia bisa melakukan apapun bukan?
Setidaknya itulah yang Danny pikirkan, namun melihat gerak-gerik serta pola serangan Archifer, Danny malah yakin kemungkinan kedua itu yang terjadi.
'Aku harus bertahan!' Danny berusaha menganalisa pola serangan fisik musuhnya, namun anehnya setiap kali menyerang dia berganti style. Yang pada akhirnya membuatnya sulit untuk memprediksi.
'Nah kan!' Situasi tidak lebih mudah, namun Danny tetap bertahan. Jangankan kekuatan sihir, kekuatan fisik sang raja begitu di luar dugaan.
"Haaah... haaah...." Danny tidak sadar sudah lebih banyak luka ada padanya, namun ia tetap bertahan dan menjaga jarak.
Sementara itu Archifer terkesan akan bagaimana pemuda itu terus saja bertahan. Padahal tinggal batalkan saja kekuatan ruang hampa ini, maka semuanya beres.
Archifer masih bisa mendeteksi kekuatan orang lain meski di ruang hampa sekalipun. Kemampuan analisanya jauh di atas rata-rata.
"UAGH!" Danny lagi-lagi batuk hebat, sementara banyak luka luar yang ia alami sekarang. Lebih sukar lagi baginya untuk mengendalikan kekuatan dimensi ini.
'Ba- bagaimana ini?' Danny sadar, kekuatan batu permata mulia sudah memberi sinyal buruk. Tak lama lagi kekuatan dimensi nol ini akan hancur.
Dan dengan begitu mimpi buruknya benar-benar terjadi. Archifer akan menggunakan kekuatan penuhnya dan mengalahkannya.
'Aku tidak mau itu terjadi!' Danny menguatkan tekadnya lagi. Sudah sejauh ini ia tidak akan berhenti!
__ADS_1
Mustahil menggunakan kekuatan dimensi nol dari awal lagi, ia tidak punya cukup kekuatan lagi, tapi kenyataan memaksanya agar berhenti.
Tubuhnya kembali bergetar hebat, menolak rasa sakit yang ia derita. Namun Danny mengabaikan itu semua dan tetap bertahan.
Tangan Archifer sudah penuh dengan darah, ia melancarkan pukulan dan tendangan fisik kekuatan penuh yang bahkan bisa menghancurkan bukit.
Archifer menjadikan pemuda itu sebagai samsaknya, dan tanpa diduga dia masih bisa berdiri sampai sekarang.
Danny menundukkan kepalanya, sementara ia tetap mengepalkan kedua tangannya.
"Heh." Archifer tidak merasakan perlawanan dari tadi, bahkan beberapa pukulan balik pemuda itu hanya mengenai zirah emasnya, tanpa merusakkannya sedikitpun.
Memang zirahnya tidak sesempurna seperti awal, namun setidaknya lawannya sudah tak mampu melakukan apapun lagi.
Archifer tahu ruang hampa kosong ini mengeliminasi setiap jenis kekuatan yang ada, yang bahkan berlaku bagi seorang yang memanggil tempat ini juga. Danny juga banyak terpengaruh oleh aturan ruang hampa ini.
Menjebaknya ke sini tidaklah buruk, namun tidak akan mengubah apapun juga. Mungkinkah dia pikir bisa membatasi kekuatannya? Dia benar, tapi tidak sepenuhnya juga!
Masih ragu dengan kekuatan sang raja iblis? Maka dia akan mendapatkan apa yang diinginkan!
Archifer tidak habis pikir kenapa Danny melakukan ini.
Shhhh....
Sementara itu keberadaan ruang hampa perlahan menghilang, Archifer bisa merasakannya.
"!"
__ADS_1
Setelah tahu ruang hampa kosong menghilang, Archifer melesat ke depan dengan keseriusan yang membara. Ia akan mengakhiri pemuda itu sekali untuk selamanya!
'SIAL!' Danny sampai pada batasnya juga. Harapannya tidak terwujud untuk menjebak sang raja iblis, dia terlalu kuat bahkan ketika sudah dijebak sekalipun!