
Sementara itu di waktu yang sama. Di Kerajaan Timur.
Keheningan di antara reruntuhan bangunan membuat pusat kota terasa seperti kota mati.
“Tempat ini....” Terlihat Arthur sedang berdiri di puing-puing bangunan yang hancur.
Arthur melayangkan pandangannya ke sekitar. Tidak banyak yang ia lihat selain kehancuran yang ada di matanya.
‘Iblis....’ Tidak ada penjelasan lain selain apa yang ada dalam pikirannya sekarang.
Melihat lingkungan yang rusak begini menjadikannya sulit menganalisis di mana ia berada sekarang.
‘Kenapa nona Sophia memindahkanku ke sini?’ Arthur tidak langsung mengerti.
Apakah dia ingin menunjukkan sisi lain dari kehancuran yang dibuat iblis? Ataukah ada alasan lain?
Arthur perlahan menutup matanya, perlahan namun pasti ia mencoba menstabilkan energi sihirnya.
Memang sejak awal sadar kondisinya sudah bugar, namun itu hanyalah kondisi fisiknya.
Penampilan luar Arthur sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi cairan merah yang menutupi sebagian besar tubuhnya, sebagian besar luka fisik lainnya sudah menghilang. Arthur bisa melihatnya.
Meskipun begitu, tidak serta merta membuat kondisi dalam tubuhnya juga benar-benar bugar.
Malahan penyebab terbesar ia hampir meninggalkan dunia ini karena tidak tahan menghadapi efek teknik pertahanan sebelumnya.
Teknik ‘Kemampuan: Balik’ menuntut energi sihir yang hebat, yang kemungkinan besar akan membuat nyawa penggunanya dalam bahaya.
Sebuah keajaiban tersendiri Arthur masih sadar setelah menggunakannya, dan keajaiban itu berlanjut dengan kedatangan sosok gadis demi human cantik yang menyelamatkan nyawanya.
Arthur tidak lagi merasakan rasa sakit yang menyiksa, dan itu adalah hal yang bagus.
Namun lain hal soal kekuatan sihirnya. Karena aura sihirnya masih lemah dan terganggu, membuatnya mudah bingung dan kemampuan indra tubuhnya juga belum pulih sepenuhnya.
Dari luar kelihatan baik-baik saja, namun lain hal dari dalam.
‘Aku harus... mengendalikan energiku....’ Alis mata sang mantan ksatria suci itu sedikit menurun ke bawah.
Menstabilkan kekuatan sihir seharusnya tidak sulit. Namun dengan kondisinya sekarang, butuh usaha lebih.
‘....’ Lagi-lagi kemungkinan besarnya adalah teknik itu juga.
SHHHH.....
Perlahan namun pasti hempasan angin muncul dari sekitaran Arthur.
Arthur perlahan membuka matanya juga, dan seketika itu juga sinar terang muncul tak jauh dari tempatnya berdiri.
“!” Arthur dengan cepat bersiaga, cahaya terang yang muncul itu bisa saja bukan pertanda baik.
'Iblis!?'
__ADS_1
Riwayatnya benar-benar berakhir jika yang munuc
“Arthur?” Terdengar suara lembut dari arah cahaya, tidak asing.
“Hellen?” Arthur langsung bisa melihat rekannya itu datang dari cahaya aneh dan menatapnya tidak percaya.
“Arthur!” Kemudian terdengar suara laki-laki berat yang tentu saja Arthur kenal.
“Baguslah, kau menepati janjimu.” Dan suara wanita agak dingin juga ikut terdengar.
“Kalian....” Arthur bisa melihat teman-temannya dengan lengkap, datang dari cahaya terang, sungguh tidak disangka.
Arthur terdiam, ia punya banyak hal yang ingin ditanyakannya, namun yang terpenting adalah apa yang sekarang dipegangnya.
Arthur mengangkat tangan kanannya, menyerahkan surat yang sedikit bercahaya biru, yang menandakan tidak lama lagi benda itu akan menghilang.
Hellen menatap dengan penuh pertanyaan.
“Pesan Thor untukmu,” ujar Arthur langsung pada intinya.
Sementara yang lain juga terdiam dan wajah mereka bertanya-tanya juga. Hellen perlahan meraih amplop putih itu, membuka dan membacanya.
Mata Hellen bergulir melihat apa yang ada dalam kertas itu. Dan tidak butuh waktu lama terlihat ada cairan di pelupuk matanya.
“... Terima kasih Arthur....” Hellen memegang kedua tangan surat yang makin bercahaya itu, dan mendekapnya.
*
HUSH!
“Danny! Kau punya RENCANA!?” Terlihat situasi tidak bagus di sini. Raven berteriak begitu keras sampai-sampai suaranya bergema.
“Rencanaku... huf... MENGHINDAR!” balas Danny dengan nada yang sama sembari berkelit di antara jerat akar pohon yang memburunya.
Ya benar! Shea dengan mudahnya mengubah dunia buatannya dengan cepat!
Kini Danny dan Raven berada di hutan belantara dengan banyak pepohonan besar menjulang ke langit.
Tidak berlebihan, karena itulah kenyataannya.
Hanya imajinasi yang bisa membantasi teknik Dunia Buatan. Selama penggunanya punya gambaran jelas akan dunia yang ingin dibuatnya, maka itulah yang akan terjadi.
HUP!
HUP!
Tidak ada yang bisa membantu selain kelincahan dan penglihatan yang bagus di kegelapan, karena akar pohon ini bergerak cepat dan sinar matahari terhalang oleh pepohonan besar.
Tidak ada yang menyangka sang setengah elf itu mampu untuk mengubah dunia dengan cepat dan efektif.
Bahkan Danny sekalipun tidak mampu melakukan mencegahnya.
__ADS_1
Jelas-jelas ini aneh. Kekuatan Dunia Buatan adalah teknik aktif sepanjang waktu. Yang berarti siapapun penggunanya punya kendali atas dunia buatan itu.
Namun mengapa malah teknik Dunia Buatan Danny begitu mudahnya diubah Shea?
Sang setengah elf itu mampu menggantikan paksa dunia buatan Danny dengan miliknya sendiri.
‘Kekuatan alam memang hebat!’ batin Danny, entah berapa kali lagi ia harus mengakui kekuatan sang setengah elf ini benar-benar tidak terduga.
Dengan area pepohonan hijau seperti ini sudah pasti akan sangat menguntungkannya. Kekuatannya jadi bertambah pesat.
Sorot mata Danny bergerak cepat melihat ke berbagai kemungkinan serangan yang datang.
“KALIAN TIDAK BISA KABUR!” Shea dengan aura alamnya terus memerintahkan akar-akar pohon hidup agar menjerat kedua musuhnya ini.
Ada alasan kuat mengapa Danny dan Raven berusaha keras menghindari akar yang mengejar mereka ini. Tentu saja mereka tidak mau mati di sini.
‘BAGAIMANA CARA MENYERANGNYA!?’ Itulah yang Danny pikirkan sedari tadi, dari awal, bahkan sebelum si Raven menanyakannya.
‘Akar pohon ini, benar-benar menyebalkan!’ Danny mengumpat dalam hatinya sebagai bentuk ekspresinya terhadap serangan lawan ini.
“Sihir Angin: Tornado Angin!” Danny berkelit cepat, menendang udara menjauh dari jeratan akar pohon dan melancarkan serangan.
SRAK!
Serangan sihir Danny kena telak pada akar pohon yang mengejarnya, namun pada akhirnya akar itu beregenerasi dengan cepat.
Trik sama yang dipakai lawannya ternyata memang benar-benar merepotkan.
“KAU TIDAK BOSAN PAKAI TRIK INI SHEA!?” Danny terdengar geram, yang pada kenyataannya memang begitu.
“HAHA! Kalian berdua akan MATI!” Shea tidak menggubris celotehan pemuda itu.
‘Tidak ada habisnya!’ Tidak peduli seberapa kuat serangan yang diarahkan pada akar pohon, tetap tiada hasilnya.
Sementara itu Raven tetap melakukan urusan yang sama sedari tadi. Ada satu hal yang ia sesali.
Kanapa sebelumnya ia tidak mengerahkan kekuatan gelapnya pada dunia buatan Danny? Jika begitu sudah pasti sang setengah elf ini tidak akan bisa mengubah tempat dengan mudah.
Anggap saja energi gelap adalah perlindungan energi sihir Danny. Namun sekarang sudah terlambat untuk memikirkan hal itu.
BUAK!
SRAK!
Raven mengerahkan manuver tubuhnya untuk mengindar sekaligus menyerang balik dan itu memang berhasil juga.
Kekuatan gelapnya berhasil membuat akar pohon itu benar-benar hancur dan tidak beregenerasi kembali.
Namun itu belumlah cukup.
Tidak peduli seberapa banyak ia menghancurkan akar pohon itu, tetap saja bermunculan yang lain, lebih cepat dari yang bisa dipikirkan.
__ADS_1