Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 292: Yang Dapat Dilakukan


__ADS_3

Patricia menatap dengan serius pada pria berambut sebahu ini saat ini, ia bisa tahu dengan tepat bahwa kemampuan penyembuhnya itu bisa bekerja dengan baik di tubuh Tuan Vincent itu.


Beberapa saat kemudian, Vincent masih belum juga membuka matanya, hal ini membuat Brock semakin khawatir apabila memang luka Vincent terlalu parah hingga sulit untuk dipulihkan.


"Jangan khawatir Tuan Brock, saya yakin Tuan Vincent akan baik-baik saja." Patricia mengatakan ini karena memang ia tahu bahwa kemampuan penyembuhannya itu sudah benar-benar diterima oleh Tuan Vincent.


"Ini kemampuanmu Patricia?" Danny penasaran karena memang baru pertama kali tahu tentang hal ini.


"Y-ya Danny, aku punya kemampuan penyembuhan." Patricia mengangguk dan menjelaskan dengan singkat.


"Apa ini sihir penyembuhan?" Danny ingin lebih mengetahui soal kemampuan yang dimiliki Patricia ini.


Patricia terdiam sejenak, ia sepertinya tengah fokus melihat bagaimana kemampuan penyembuhnya itu bekerja pada Vincent.


"Oh? Hmm ... aku tidak begitu tahu, hanya saja yang tadi kulakukan itu bukanlah kekuatan sihir yang biasanya."


"Bu-bukan kekuatan sihir?!" Danny terkejut juga dengan apa yang dikatakan Patricia tadi, ia kira yang tadi dilakukannya adalah kekuatan sihir penyembuh yang biasa digunakan, namun ternyata bukanlah yang seperti itu.


"Sepertinya dari kecil aku sudah mempunyai kemampuan ini, aku pertama kali menyadari ketika ibuku sedang sakit, kemudian aku memberinya minum air lalu kondisinya berangsur membaik dengan cepat ...."


"Ketika meminum air yang kuberikan, tiba-tiba tubuh ibuku yang terbaring itu bersinar berwarna hijau dan kemudian dia bangun dan pulih tidak lama kemudian ...."


Patricia menceritakan sedikit cerita pertama kalinya kemampuan pemulihannya itu terjadi.


"Waktu itu aku belum tahu apa-apa karena memang tidak sadar juga bahwa aku punya kemampuan seperti itu, tapi sepertinya aku bisa menyembuhkan kondisi seseorang hanya dengan menggunakan air."


"Menggunakan air ... jadi sebelum ini kau banyak menyembuhkan orang lain juga Patricia?" Danny masih penasaran akan kemampuan Patricia ini.

__ADS_1


Patricia mengangguk. "Sebelumnya aku memang bertualang sendiri, dan aku pernah menyembuhkan beberapa orang- petualang sepertiku, dan bahkan aku pernah menemukan seorang petualang yang terluka parah, namun syukurlah aku bisa memulihkannya menggunakan kemampuanku ini."


"Aku tidak tahu mengapa aku bisa mendapatkan kemampuan ini, tapi aku beryukur bilamana kemampuan ini bisa berguna untuk membantu orang lain." Patricia tersenyum lembut pada Danny, terlihat ia tenang dan percaya akan usaha yang telah ia lakukan untuk menolong Vincent itu.


"Waah Vincent!" Brock seketika itu juga berteriak ketika Danny dan Patricia tengah berbicara itu.


"A-apa yang terjadi?!" Danny melihat kondisi Vincent itu dengan segera, ia melihat pria berambut sebahu itu perlahan membuka matanya!


"Vincent!" Danny segera mendekat padanya, untuk lebih lagi jelas untuk melihat keadaannya.


Aura hijau itu masih terus menyala di sekitaran tubuhnya itu, namun kali ini tidak seterang tadi. Vincent saat ini sudah bisa mulai membuka matanya.


Patricia tersenyum melihat hal ini, ia harap pria yang ditolongnya itu sepenuhnya bisa pulih dan kembali seperti sedia kala.


"Vincent! K- kau kau sudah pulih kembali?!" Brock yang tahu Vincent telah membuka matanya itu, ia berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa saat ini temannya itu sudah berhasil diselamatkan.


Vincent yang perlahan membuka matanya itu, ia masih samar-samar untuk melihat sekitarnya, tidak terlalu jelas untuk melihat; dan pula saat ini ia dapat mendengar suara yang berdengung cukup keras saat ini.


"Kita harus menunggu pemulihan ini bekerja sampai selesai, memang aku telah menggunakan kemampuan pemulih ini, namun untuk bisa benar-benar pulih kita harus menunggu." Patricia menjelaskan tentang kemampuannya, bahwa memang kemampuan pemulihnya ini tidak bisa langsung memulihkan seseorang dengan cepat, melainkan membutuhkan waktu agar efek penyembuhnya bisa memulihkan seluruh kerusakan yang ada di dalam tubuh itu.


"Ke-kemampuan ini ... bahkan bisa membuat Vincent yang hampir tiada itu kembali membaik ...." Danny terkesima melihat kemampuan Patricia yang hebat itu, ia tidak menyangka Patricia memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki orang lain.


Patricia terus memperhatikan bagaimana efek kemampuan pemulihnya itu bekerja, berangsur-angsur berjalan dengan baik, ia harap kondisi tubuh Tuan Vincent dapat menyesuaikan dengan baik dengan pemulihan yang ia coba lakukan itu.


"A-aku memang mempunyai kemampuan pemulihan, tapi bukan berarti semua orang bisa kuobati dengan cara ini." Patricia mulai mengatakan sesuatu.


Danny yang mendengar itu kemudian menjadi penasaran mengapa Patricia mengatakan hal itu. "Apa maksudmu Patricia?"

__ADS_1


"Aku senang bila Tuan Vincent merespon kekuatan pemulih yang kuberikan itu, namun sejujurnya kekuatan pemulih itu bukan sepenuhnya yang menjadi patokan agar seseorang bisa kembali pulih ...."


"Ja-jadi ... semuanya tergantung orang yang menerima penyembuhan darimu?" Danny akhirnya dapat menangkap apa yang Patricia jelaskan tadi.


"Ka-kau benar Danny, kekuatan pemulihku ini memang bisa memulihkan luka ringan ataupun sedang tanpa masalah, namun bilamana sudah menjadi berat bahkan lebih dari itu, kekuatan pemulih tidak akan begitu memulihkan secara penuh dengan kekuatannya sendiri ... jadi seperti yang kamu bilang tadi Danny, untuk saat ini hanya Tuan Vincent lah yang harus kembali berjuang melawan kembali rasa sakit yang ada, sedang kemampuan pemulih hanya akan membimbingnya untuk melakukan hal itu."


"Ja-jadinya Vincent harus kembali bertahan dari rasa sakit dan terus bertahan sampai ia benar-benar pulih kembali ...." Danny menangkap hal ini ketika Patricia menjelaskan kemampuannya itu.


Ini berarti kemampuan Patricia jika digunakan untuk korban luka berat bahkan lebih berat seperti Vincent saat ini, maka kemampuan pemulihnya itu akan berganti menjadi 'memundurkan' organ yang telah terluka dan rusak di tubuh seseorang.


Itu berarti orang yang luka sangat berat, jika dipulihkan dengan cara ini, kemampuan Patricia bukannya 'meregenerasi' atau memperbaiki sebagaimana umumnya, melainkan 'memundurkan kondisi buruk dalam tubuh seseorang' agar kondisi tubuhnya bisa kembali seperti awal 'sebelum' ia mengalami luka yang ia derita saat ini.


Dalam proses 'memundurkan kondisi buruk itu' tentulah orang yang menerima pertolongan pemulihan Patricia akan kembali merasakan rasa sakit yang sudah pernah mereka rasakan sebelumnya, hanya saja perbedaannya rasa sakit yang diderita akan lebih lama karena memang kemampuan Patricia untuk 'memundurkan' itu tidak cepat, melainkan sedikit demi sedikit.


"Apakah Vincent mampu bertahan dari rasa sakit yang ia alami sebelumnya?" Danny merasa kekuatan penyembuh Patricia memang satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan, namun bukan berarti jalan untuk memulihkan Vincent akan semulus yang diperkirakan sebelumnya, ternyata memang harus ada harga yang harus dibayar.


"Karena tidak ada pilihan lain, maka aku mengajukan agar bisa mencoba untuk memulihkannya karena memang jika tidak, sama sekali tidak ada hal lain yang bisa dilakukan." Patricia membeberkan alasan mengapa ia ingin membantu kondisi Tuan Vincent, yaitu karena memang sudah tidak ada cara lain; mereka tidak punya potion, ataupun alat dan kemampuan lain yang bisa digunakan selain apa yang telah coba lakukan oleh Patricia saat ini.


"Maafkan aku karena tidak menjelaskan secara rinci pada kalian." Patricia memang bertindak spontan dan ingin untuk membantu Tuan Vincent yang sedang berada di kondisi tidak baik itu.


"Tidak apa-apa Patricia, kita tidak punya pilihan lain selain mengandalkan kekuatanmu saat ini, lebih baik dilakukan daripada tidak sama sekali." Danny tahu Patricia memang tidak memiliki waktu untuk menjelaskan kemampuannya secara detail; tidak ada waktu untuk hal itu.


Brock mendengar pembicaraan Danny dan Patricia, ia masih tetap terdiam sembari melihat Vincent yang memang sudah membuka matanya sedikit, namun tampak kesadarannya masih belum muncul sampai saat ini.


"A- aku yakin Vincent dapat melalui semua ini, aku kenal dia- dia adalah penahan rasa sakit yang lebih baik dibanding siapapun." Brock ikut berbicara saat ini; ia tidak merasa keberatan akan apa yang telah didengarnya tadi, karena memang jika ada satu-satunya pilihan dengan risiko, itu patut untuk dicoba dibanding dengan menyerah dan tidak melakukan apapun.


Karena memang Brock juga percaya pada tekad temannya itu, ia percaya Vincent dapat melalui semua ini, dan kembali menjadi seperti sedia kala.

__ADS_1


"Terima kasih atas pengertiannya Tuan Brock." Patricia senang teman terdekat dari Tuan Vincent dapat memahami semua yang telah ia jelaskan itu.


__ADS_2