Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 329: Mendengar Suara Perempuan Misterius


__ADS_3

Baru saja ia perlahan mendekat ke arah pohon besar itu, dan kemudian ia terhenti karena mendengar suara perempuan yang seperti tengah berbisik-bisik dan terkekeh-kekeh sendiri dari arah pohon besar itu, Vincent berpikir mungkin saja ini hanya halusinasi dalam pikirannya saja yang berusaha untuk menakutinya agar ia tidak jadi buang air kecil.


Namun Vincent tahu, ia tidak mau dikalahkan pikirannya sendiri, ia berjalan perlahan ketika sadar bahwa ada suara perempuan misterius di balik pohon itu, dan masih menganggapnya sebagai bagian dari halusinasi kepanikannya.


Ia pikir bukan hal yang tepat untuk menjadi takut dan mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang akan dilakukannya itu, baginya lebih baik ia melakukannya saat ini juga meskipun mendengar suara-suara perempuan misterius dan terdengar menyeramkan dibanding dengan harus menahan malu karena ditertawakan teman-temannya karena ia buang air kecil di celana, apalagi ketika ia membayangkan Brock akan menertawakannya, rasanya harga dirinya akan merosot jauh ke bawah.


Vincent bergerak perlahan demi perlahan, ia memilih jalan yang aman dan tidak berisik, yang memang di sekitarnya situasi jalanan agak menanjak dan berbatu, sulit untuk melakukannya dengan cepat tanpa menimbulkan suara maka karena itu ia bergerak perlahan demi perlahan sembari berusaha untuk tidak membuat suara untuk lebih memastikan apa yang ia dengar saat ini.


Ya, Vincent saat ini sedang berada di dalam kebimbangan, awalnya ia merasa panik dan cemas kemudian setelah agak membaik dan ingin melakukan hal yang wajar baginya lalu malah mendengar suara perempuan misterius menakutkan, bukannya perasaannya jadi membaik malah saat ini ia kembali merasa cemas dan tidak percaya pula akan yang didengarnya itu.


Bisa dibilang Vincent setengah percaya setengah tidak akan hal yang ia dengar saat ini, karena ia percaya bahwa ini bukan halusinasi, ia bertindak hati-hati untuk melihat di balik pohon besar itu ada siapa yang bersuara, dan setengah lagi ia percaya bahwa itu hanya halusinasinya, jadinya ia tetap maju untuk menjalankan apa yang ia niatkan itu.


Namun setelah beberapa saat yang krusial pun, Vincent masih tetap belum bisa menghilangkan suara-suara perempuan yang berbisik-bisik dengan tidak jelas, dan semakin ia mendekat ke arah pohon besar itu malah semakin jelas suara perempuan itu, ini membuatnya merasa dalam situasi yang tidak bagus.


Oh ya ampun, mengapa suara-suara perempuan yang terdengar mengerikan itu malah semakin jelas terdengar olehku? A-apa benar ini adalah halusinasiku saja?

__ADS_1


Vincent mulai mempertanyakan akan setengah pendapat sekaligus keyakinannya itu, yang mengatakan bahwa suara-suara yang didengarnya hanyalah halusinasi belaka, namun yang terjadi adalah yang tidak terpikirkan olehnya, suara-suara yang didengarnya itu bukannya menghilang malah semakin jelas terdengar olehnya.


Karena Vincent terus berjalan mendekati pohon besar itu dengan perlahan maka pendapatnya yang mengatakan ia mendengar suara-suara perempuan itu hanya dalam pikirannya mulai terbantahkan saat ini.


Vincent perlahan jadi semakin sadar, ini bukanlah khayalan, suara perempuan bernada kecil yang didengarnya itu semakin jelas ketika ia mendekati pohon besar itu, hanya saja dalam jarak ini ia masih belum bisa melihat akan sosok suara siapa yang sebenarnya ia dengar di balik pohon itu.


Ini benar-benar nyata ... suara itu semakin jelas saja, aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan siapapun di balik pohon ini, namun muncul suara perempuan di balik pohon ini, ini sulit dipercaya ....


Akhirnya Vincent beralih kepercayaannya, dengan arti ia sudah tidak memercayai bahwa yang didengarnya itu adalah halusinasi, kini ia yakin sepenuhnya apa yang ia dengar ini seratus persen nyata.


Tu-tunggu, haruskah aku tetap pergi lebih dekat ke balik pohon besar itu untuk mendengar suara siapa yang berasal dari sana? Atau aku kembali saja pada Danny dan yang lain untuk memberitahukan hal ini?


Ah, jika saja aku menceritakan hal ini pada teman-teman, kemungkinan mereka tidak percaya cukup besar, lagipula mereka juga sudah pasti tidak merasakan hawa kehadiran seseorang saat ini, Tuan Housen pun sama, beliau juga tidak mengatakan ada seorang pun lagi selain kami yang berada di area ini.


Namun semuanya itu membawa pada satu pertanyaan, apakah memang benar kita ini hanya berlima saja di sini? Apa benar apa yang dikatakan Danny sebelumnya itu?

__ADS_1


Vincent saat ini menganalisis situasi berdasarkan apa yang ia lihat dan rasakan, mulai dari perasaannya tidak enak, kemudian merasa baikkan, kemudian setelah mendengar suara-suara ini, perasaan tidak enak ini kembali dengan cepat dan sepertinya malah lebih buruk dibanding yang sebelumnya.


Aku juga bahkan tidak bisa merasakan dan mengenali akan adanya hawa kehadiran seseorang di sini, namun suara-suara yang kudengar ini bukanlah hal yang bisa kuabaikan begitu saja.


Vincent tahu, tidak peduli akan kecilnya atau bahkan tidak terasanya hawa keberadaan bukan berarti memang tidak ada seseorang di suatu tempat di mana ia berada, ia mendapatkan prinsip ini dari apa yang telah ia alami saat ini.


Tidak ada waktu lagi! Aku harus cepat-cepat pergi dari sini dan bergabung bersama dengan teman-teman, aku juga tidak mau membuat Tuan Housen menunggu lama!


Vincent diperhadapkan dalam keputusan yang cukup membuatnya lebih panik lagi saat ini, situasi yang membuatnya harus memutuskan hal dengan cepat dan sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan.


Untuk bisa mengetahui siapa orang dibalik suara-suara ini tidak ada cara lain lagi selain melihatnya, ini adalah satu kesempatan yang ada hanya untuk memecahkan suara siapa yang saat ini ada di balik pohon besar itu.


Vincent berusaha mengendalikan emosinya agar ia tidak kembali panik dan cemas lagi, namun apa yang ia harapakan dan usahakan itu malah berlawanan adanya.


Kakinya dan tangannya mulai sedikit gemetar, keringat mulai mengucur dari kepalanya, Vincent tidak pernah mengalami hal seperti ini kecuali ia sakit tentunya, perasaan yang ia rasakan lebih kuat, yaitu perasaan cemas dan panik yang bertambah seiring dengan rasa keingintahuannya terhadap suara yang didengarnya itu.

__ADS_1


Vincent yang berada cukup dekat dengan pohon besar itu, satu langkah lagi ia bisa melihat apakah ada seseorang di balik pohon besar sana, apakah niatnya untuk mengetahui sumber dari suara perempuan misterius itu lebih kuat dibanding dengan ketakutan dan kecemasan yang sedang ia rasakan saat ini?


Sekarang atau tidak! Aku akan melihat sosok dibalik suara perempuan misterius tanpa hawa keberadaan itu, semoga aku kuat untuk melihat kenyataan yang ada!


__ADS_2