Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 421: Memburu Mantan Teman


__ADS_3

Jika ini hanyalah gurauan maka Olivia masih bisa menerimanya, namun jika tidak ia benar-benar tidak tahu apakah Shea sungguh-sungguh akan keputusannya itu atau tidak.


"Kau meragukan pernyataanku tadi? Heh kau pikir aku akan menolak tawaranmu itu?" Shea tersenyum geli melihat Olivia yang jadi serius dalam hal ini.


Kini raut muka masam Shea mulai hilang, tepat setelah ia mendengar tawaran Olivia padanya, seakan tawaran sang iblis itu membuat dirinya jadi lebih senang dan bersemangat.


Olivia kini hanya bisa menunggu kepastian daripada Shea, malahan ia sendiri menjadi curiga Shea telah mempermainkannya yang lebih jauh tentang hal ini, namun Shea tidak memiliki sifat seperti itu; pada akhirnya Olivia harus bertindak cermat menghadapinya.


"Aku akan menolaknya di saat pertama kau berbicara jika itu keinginanku, tapi karena kau masih saja tidak percaya maka aku akan menjelaskan alasannya ...." Shea berbicara dengan santai namun aura ketegasan yang ada padanya sama sekali tidak menghilang.


"Ras yang masih hidup seharusnya manusia bukan? Karena seharusnya kami dilenyapkan oleh kalian, tapi karena pemusnahan dan perang dahulu tidak berjalan efektif maka kalian tidak bisa menghabisi ras lain sepenuhnya ...."


Shea mulai berbicara sejarah dahulu, ini diperlukan untuk menjelaskan alasan yang sebenarnya mengapa ia memutuskan hal ini.


"Para ras yang masih bertahan hidup harus hidup tersembunyi, dan itu artinya mereka sudah kehilangan hak untuk hidup, mereka tidak diketahui dan dilihat dunia, keberadaan mereka sia-sia."


"Dan kesia-siaan itu akan semakin sempurna karena kalian ras iblis akan menuntaskan semuanya yang tidak kalian lakukan seribu tahun sebelumnya; kini tidak hanya ras lain yang tersisa akan musnah kembali, tetapi juga umat manusia ...."


Olivia masih tidak mengerti akan perkaaan Olivia, semua yang dikatakannya itu memang benar, namun alasannya untuk bergabung dengan ras iblis masih belum dikatakannya juga.


"Aku tidak perlu susah-susah bergabung dengan ras yang sudah pasti akan musnah." Shea mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan munculnya senyum yang meremehkan.


Olivia mengerti, Shea adalah setengah elf yang sangat kuat, namun perasaanya sudah jauh berubah, ia berpikir realistis dan memilih untuk menerima takdir yang memang sudah seharusnya terjadi ke depannya.


"Jika aku mengabdi pada ras iblis, apakah itu berarti masih ada kesenangan setelah dunia ini dibawah kendali kalian?" Shea sepertinya khawatir akan di mana ia akan mulai kembali bosan karena tidak ada hal yang cukup menarik buatnya.


"Ras iblis tidak punya banyak hal yang dilakukan selain mencari kesenangan itu sendiri, kau tidak perlu khawatir." Olivia sedikit gemetar menjawab pertanyaannya, aura kekuatan dan ketegasan luar biasa memancar dari pandangan setengah elf itu.

__ADS_1


"Heh, menarik ...." Shea tersenyum kecil, senyum yang menanti kepuasan dan yang akan terus mencari kepuasan itu.


"Jadi kau lebih memilih bergabung dengan kami?" Olivia berusaha untuk memercayai Olivia disertai dengan kehati-hatiannya.


Olivia tahu bisa saja ia diserang tiba-tiba ketika lengah karena terlalu percaya pada sang setengah elf, karena itulah ia bertanya berulang-ulang untuk memastikan pernyataannya sembari terus menjaga kewaspadaannya.


"Jika tiga kali mengatakannya tidak juga membuatmu puas kenapa tidak perintahkan aku untuk mulai beraksi? Aku sudah mulai bosan berkelana secara tersembunyi dan berlagak bodoh di hadapan manusia ...."


"Apa?" Olivia sedikit terkejut, demi membuktikannya serius dengan semua hal ini, Shea bahkan mau untuk diperintah oleh Olivia, untuk menjalankan rencana iblis tentunya.


Olivia terus berpikir dalam dirinya, ia tidak menyangka akan semudah ini membuat Shea, setengah elf terkuat yang pernah ada di dunia ini bahkan setara dengan pasukan elite iblis untik bergabung dengannya.


Ia tidak perlu mengancam atau bahkan bertarung dan memberikan segel seperti yang telah ia lakukan pada demi human teman incarannya itu, semuanya berlangsung terlalu mudah tidak sama seperti yang ia pikirkan sebelumnya.


"Ah kebetulan sekali, aku baru kehilangan seseorang dalam menjalankan tugas ini, demi human itu tidak mampu menyelesaikannya sampai tuntas ...."


"Demi human?" Shea jadi penasaran, pasalnya ras demi human itu memang saling bersaing dengan ras elf semasa dahulu.


"Menarik juga, demi human adalah ras yang memiliki kekuatan fisik hebat, bertemu dengan seseorang yang mengalahkannya akan membuat kebosananku berkurang ...." Shea makin terpacu dan ingin segera menjalankan tugasnya ini.


Sudah lama ia berpindah-pindah tempat dengan tidak melakukan hal yang menurutnya menyenangkan, mendengar tawaran yang tidak biasa membuatnya merasa pada akhirnya ada sesuatu hal yang menarik yang bisa dilakukannya.


Olivia berpikir bahwa ia tidak perlu menggunakan segel agar Shea menuruti perintahnya karena memang itu tidak dibutuhkan, lagipula ia sendiri tidak yakin bisa membuatnya tunduk padanya karena kekuatan Shea ini tidak bisa diremehkan, namun karena kejadian yang tidak terduga kini ia tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkannya.


Olivia sedikit menemukan petunjuk akan keberadaan Danny, sang pemuda yang memiliki kekuatan misterius, tetapi ia punya rencana yang lebih baik lagi dibanding memburunya seorang diri.


"Kau hanya perlu menemukan seorang pemuda bernama Danny, padanya terpancar aura misterius yang bisa dikenali dengan mudah, dia adalah ancaman terbesar ras iblis dalam misi penaklukan dunia ini ...." Olivia menjelaskan tugas yang akan dilaksanakan oleh Shea itu.

__ADS_1


Shea terdiam sejenak dan sedikit mengangguk, kemudian Olivia memberikan keterangan tambahan agar Shea bisa menjalankan misinya dengan lebih efektif lagi.


"Aku mengerti, serahkan pemuda bernama Danny itu padaku, akan kupastikan tidak lama lagi ia tidak akan menjadi ancaman ras iblis lagi." Setelah berkata begitu Shea menghilang dalam hembusan angin dan dedaunan hijau, memulai untuk menjalankan misi pertamanya.


Setelah kepergian Shea, Olivia merasa ada begitu puas, rencananya mengubah teman Danny sang pemilik kekuatan misterius itu berjalan dengan lancar, ia menjalankan strategi yang amat efisien di mana bukan ras iblis yang mengincar ancaman itu melainkan orang-orang terdekatnya, rencana apa lagi yang lebih sempurna dari itu?


"Pemuda bernama Danny itu memang punya kekuatan misterius yang mengancam, tapi ketika ia harus diperhadapkan melawan temannya sendiri, apa yang akan dilakukannya?"


"Hehe ... hehehe ...." Olivia merasa puas akan pekerjaannya itu, kini ia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat di mana ia akan mendengar kabar dari Shea bahwa sudah tidak ada lagi ancaman bagi ras iblis.


"Tuan Archifer pasti bangga padaku, kini dengan Shea sang setengah elf terkuat di pihak kita siapa lagi yang akan melawan kita?"


Ia sampai mencari sang setengah elf ini ke mana-mana, namun tanpa diduga ketika kepulangannya ke pusat Kerajaan Utara tidak sengaja ia bertemu dengannya.


"Pemuda bernama Danny benar-benar tidak mudah dilacak, kekuatan uniknya itu memang membuat siapapun menjadi tertarik tapi entah mengapa kekuatannya itu seolah tersembunyi untuk diketahui oleh kami ...." Olivia merenung, misi yang dari dahulu di embankan padanya oleh raja memang belum juga tuntas karena alasan itu.


"Apakah itu artinya pemuda itu sedang mengumpulkan kekuatan untuk melawan kami? Demi human bernama Forhan yang telah mengeluarkan kekuatan penuh pun tidak bisa menandinginya ... seberapa kuat sebenarnya dirinya itu? Mengapa dia tidak menunjukkan dirinya?"


Olivia masih punya banyak pertanyaan, namun pada akhirnya ia tidak ambil pusing dengan hal itu; ia hanya perlu melakukan bagiannya dan memastikan bahwa rencana ras iblis bisa berjalan dengan sempurna.


"Shea adalah setengah elf dengan kemampuan yang luar biasa, tidak akan sulit baginya untuk menemukan anak muda itu ...."


"Ada keroco-keroco kecil yang harus ditangani juga, yaitu manusia yang di segani di setiap wilayah kerajaan, Tuan Archifer sudah pasti akan merencanakan sesuatu untuk membereskan mereka ...."


Olivia jadi semakin terpacu dengan rencana ras mereka yang kian hari kian matang, mereka memang tidak secara memborbardir dunia ini dengan kekuatan, namun dengan perencanaan yang baik tanpa perlu menghancurkan dunia ini pun mereka sudah bisa menguasai seluruh wilayah Hello.


"Ras iblis akan bangkit dari tidurnya, hanya sedikit waktu saja semua harapan yang dimiliki manusia lenyap dan tidak akan ada lagi yang bisa diperbuat ...."

__ADS_1


"Haha ... Hahahaha!"


Olivia kemudian menghilang seketika juga di tengah hutan itu, kembali ke tempat asalnya di pusat Kerajaan Timur, tempat di mana ras iblis tinggal dan merencanakan ambisinya itu.


__ADS_2