
Setelah mengantri sebentar akhirnya Kibo mendapat giliran untuk segera membayar barang yang dibelinya itu.
"Permisi tuan, saya akan membeli ini semua ...."
Brugh ....
Sang pelayan sedikit terkaget karena banyak sekali bungkus makanan hewan kuda yang dibeli oleh pria kriting di hadapannya itu.
"Ba-baiklah tuan ...." Sang pelayan segera mengemas berbungkus-bungkus makanan kuda itu dengan rapi agar bisa dibawa dengan mudah.
"Totalnya seratus keping koin perak tuan," ujar pelayan itu setelah menghitung keseluruhan barang yang dibeli oleh Kibo.
Kibo segera merogoh sakunya untuk mengambil sejumlah uang yang diminta oleh pelayan tersebut.
Setelah dihitung-hitung kembali akhirnya seratus keping uang perak itu sampai di tangan pelayan toko itu.
"Terima kasih atas kunjungannya tuan, semoga tuan senang dengan pelayanan kami," ujar sang pelayan sambil sedikit membungkuk hormat.
__ADS_1
Kibo keluar dari toko itu, dan orang-orang besar kaget karena tuannya itu tengah membawa barang yang sampai melebihi ukuran yang dapat ia bawa.
Maksudnya adalah saat ini Kibo tengah membawa sebungkus besar kantong berwarna coklat pada kedua tangannya, dan bahkan besarnya sampai melebihi tinggi badannya sendiri.
"Tu-tuan, biar saya yang membawa barang itu," tawar salah seorang dari mereka, Kibo pun menyerahkannya padanya.
"Mari kita lanjutkan perjalanan kita," ujar Kibo.
Lalu mereka kembali berjalan sambil mengiring kuda mereka, karena toko yang telah mereka kunjungi itu berada di dekat gerbang keluar desa, maka pada akhirnya mereka dengan cepat juga keluar dari desa itu.
Setelah meninggalkan gerbang keluar desa, mereka menyusuri jalan setapak kembali, kali ini banyak bambu di sekeliling jalan mereka, nampak cahaya matahari redup karena terhalang bambu-bambu hijau ini.
"Kita akan beristirahat di sini." Perintah Kibo.
Mereka memenuhi area hijau itu, segera menurunkan ember kecil yang selalu ia bawa pada bagian sisi kuda mereka, dilanjutkan dengan menimba sedikit air pada masing-masing ember yang mereka bawa.
Rumput hijau yang ada di sana pun cukup tinggi dan terlihat segar untuk menjadi makanan para kudanya itu.
__ADS_1
Setelah mendapat sedikit air pada embernya, mereka segera mengambil sebagian rumput yang panjang itu ke dalam ember kecil yang berisi sedikit air itu.
Dan dicampurkan dengan makanan khusus kuda tadi yang telah mereka beli tadi, kemudian mereka mengaduknya dengan tangan sampai rata.
Setelah selesai kuda-kuda pun akhirnya makan makanan dalam ember itu, sejumlah rumput basah bercampur dengan makanan kuda.
Kuda-kuda mereka nampak makan dengan lahap, dan itu adalah yang hal bagus.
Sembari menunggu kuda mereka mengisi energinya, para anggota kelompok itu duduk tidak terlalu jauh dari kumpulan kuda yang sedang makan itu.
Mereka duduk dengan berkumpul dan terlihat saling mengobrol satu sama lain.
"Tuan Kibo, apakah kita masih punya waktu untuk mengikuti kompetisi itu?" tanya salah seorang dari mereka pada Kibo, sedari tadi memang ia telihat termenung dan tidak ikut mengobrol dengan mereka.
"Ah, aku sendiri tidak tahu, kecuali kalau kita bisa sampai ke kota dekat kerajaan barat dalam satu hari ini ...." Terlihat Kibo memang sedang memikirkan tentang masalah ini.
"A-apa?" Pria besar yang bertanya pada Kibo pun terkejut mendengar jawaban dari pemimpinnya itu.
__ADS_1
"Apakah kita bisa berkuda tanpa henti selama seharian?" Pria besar meragukan pemimpinnya saat ini.