
Kamar Danny
Danny merasa tubuhnya masih lemas, bahkan hanya menggerak-gerakkan kecil tubuhnya dapat membuatnya cepat lelah juga, dari sini Danny sadar bahwa memang ia butuh istirahat seperti apa yang Patricia bilang padanya tadi.
Memang saat ini ia ingin cepat-cepat kembali menemukan pemilik batu permata mulia yang tersisa demi menuntaskan misinya itu dengan membawa ke lima batu permata mulia ke sang penjaga hutan sihir.
Namun akhir-akhir ini banyak kejadian yang terjadi dan memang hal itu membuatnya terhambat dalam menjalankan misinya itu, dan memang tidak ada yang bisa ia perbuat selain hanya bersabar dan menunggu untuk kondisi dirinya kembali pulih.
Danny saat ini sadar ia tidak sendirian lagi, dan harus mendengarkan apa yang temannya katakan itu, yang baik untuk dirinya sendiri; karena jika ia memaksakan diri maka situasi bisa jadi lebih tidak baik dari apa yang bisa terjadi.
Lagipula Danny tahu sang penunggu hutan sihir pun tidak memberi jangka waktu baginya untuk mengumpulkan ke-lima batuu permata mulia itu, jadi ia tidak perlu khawatir akan waktu.
Namun yang menjadi persalahan yang buruk bukanlah hal itu melainkan ancaman yang bisa saja terjadi; pergerakan iblis bisa terjadi kapanpun dan dimana pun, mereka akan tetap menyerang sesuka hati mrreka pada akhirnya.
Danny tahu ia masih belum cukup kuat, berada di keadaan terdesak bukan hal baru baginya, namun tetap saja ia tidak bisa terus di keadaan yang seperti ini, karena memang situasi yang berubah dengan cepat sampai Danny akhirnya sadar ia sedang menghadapi musuh yang begitu berbahaya dan memiliki kekuatan besar.
Kemampuan unik pun saat ini Danny masih belum memahaminya, selain sihir ternyata ada suatu kemampuan yang di mana itu kemampin adalah yang berasal dari diri sendiri.
Kemampuan adalah hal yang berbeda dengan ilmu sihir, karena memang ilmu sihir adalah hal paling umum yang bisa terjadi di dunia ini, semua orang bisa mempelajari dan mengasah ilmu sihirnya semampu mereka.
Sedangkan kemampuan itu Danny baru tahu baru-baru ini, sementara ini Patricia yang memiliki kemampuan penyembuh dan ada kemungkinan Vincent juga memiliki kemampuan juga.
Danny berpikir begitu karena memang ada beberapa saat di mana temannya itu bisa memprediksi masa depan, meskipun tidak begitu detil namun secara garis besarnya saja apa yang ia ucapkan setelahnya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi.
Namun ini masih hanya dugaannya saja, lagipula belum lama Danny bersama dengan Vincent dan Brock, mungkin di suatu saat nanti Danny bisa lebih mengerti akan kemampuan kedua temannya itu dengan lebih baik.
Danny suka cuaca cerah seperti ini, rasanya begitu damai dan bisa membuat hatinya tenang, meskipun hanya bisa melihat dari balik jendela, rasanya sudah cukup baginya.
Danny duduk saja di pinggir tempat tidurnya, tidak melakukan hal apapun yang mencolok, ia berusaha untuk tetap tenang dan fokus pada tujuan yang diembannya itu.
Sekilas Danny terpikir bagaimana keadaan teman-temannya dulu, yaitu Cecilia dan Brock, entah mengapa dia bisa berpisah dari mereka berdua; alasannya begitu sulit untuk dipahaminya.
Mulai dari Cecilia yang ternyata memiliki sosok lain di dalam dirinya, Danny tidak pernah lupa akan kejadian itu, di mana ia mengaku dengan menggunakan nama lain dan sifatnya berubah secara total juga.
Sampai saat ini Danny belum mengerti mengapa Cecilia, penyelamatnya itu malah seperti berubah menjadi sosok lain yang benar-benar tidak Danny kenal.
Dan lagi Danny tidak begitu mengetahui akan seluk beluk ras elf seperti apa, apakah mereka bisa berubah drastis seperti itu secara tiba-tiba atau mungkin pula itu hanya terjadi pada Cecilia saja.
Setelah baru kehilangan Cecilia Danny masih ingat dengan jelas peristiwa saat itu, Forhan juga yang merupakan teman yang ia kenal bersamaan dengan Cecilia karena situasi yang mendesak pada akhirnya Danny juga harus berpisah dengannya.
Dan pada akhirnya Danny sadar, ia punya teman-teman yang memang berbeda darinya, selama bersama Cecilia dan Forhan dulu yang memang mereka bukanlah manusia seperti dirinya, namun meskipun begitu tetap saja mereka adalah teman berharga baginya.
Namun saat ini Danny tidak bisa berbuat apapun selain hanya mengingat akan teman-temannya itu, Cecilia dan Forhan sudah tidak ada lagi di dekatnya dan Danny tidak tahu pula di mana keberadaan mereka.
Mengingat teman-teman saat ia pergi ke dunia luar itu mengingatkannya juga pada kakeknya, satu-satunya keluarga yang ia punya dan yang paling dekat dengannya, Danng merindukannya saat ini.
__ADS_1
Karena dari kecillah ia di urus oleh kakeknya hingga ia sebesar ini dan banyak hal yang sudah dialaminya bersama kakeknya itu; Danny sendiri yakin bahwa memang kasih sayang kakeknya itu benar-benar besar padanya, maka dari itu sulit rasanya membayangkan rasa bahagia yang ia rasa ketika berada bersama kakeknya yang saat ini tidak bisa dibayangkannya lagi.
Danny tahu kasih sayang kakeknya itu adalah sebuah anugerah bagi kehidupannya sewaktu di desa dulu; ia yang tidak tahu seluk beluk keluarganya sendiri, terkadang ia memikirkan bagaimana rupa kedua orang tuanya, namun tinggal dengan kakeknya itu memberikan gambaran kasar tentang begitu besar kasih sayang yang diberikan beliau padanya, kakeknya adalah seorang yang paling berharga di hati Danny.
Dan juga ia merindukan orang-orang desa yang ia kenal selama tinggal di sana, mereka semua sudah layaknya keluarga baginya, dan dalam sekejap semuanya itu hilang dari padanya karena perbuatan jahat seseorang.
Memikirkan hal ini membuat Danny ingat bahwa memang waktu dulu desanya di hancurkan oleh seseorang yang mengaku sebagai penyihir, dari penyerangan itu membuat Danny sadar akan suatu kemungkinan yang bisa terjadi.
Akan sebuah takdir yang membawanya ke dunia luar untuk mengatasi masalah yang mengejutkannya, Danny saat ini terpikirkan akan suatu hal mengenai penyerangan di desanya itu, kemungkinan yang paling bisa terjadi.
Dulu aku memang hidup di sebuah desa kecil yang jauh dari pusat kerajaan namun dalam kondisi yang tentram dan damai sebelum hari itu terjadi ....
Hari di mana kepanikan menyebar dengan cepat, seolah-olah bahaya yang tidak bisa dihindari datang dan terlalu terlambat untuk melakukan apapun untuk menghentikannya ....
Perasaan takut, panik, putus asa, teringat dengan jelas, padaku dan seluruh warga desaku dulu ... kehadiran seseorang yang tidak diharapkan, yang membuat semuanya berakhir dengan cepat dan bahkan tanpa disadari sekalipun.
Mulanya kukira penyihir jahat yang menyerang desaku adalah seorang yang memiliki kemampuan sihir tinggi yang berlaku jahat seenaknya sendiri, namun setelah mengetahui kenyataan ini, kemungkinan lain bisa terjadi.
Danny memikirkan hal di mana apa yang terjadi bilamana bukan seorang manusia yang menyerang desanya itu, bagaimana jika pendapatnya selama ini dengan menganggap penyihir yang menyerang itu manusia adalah hal yang salah?
Karena Danny tahu kekacauan yang ada saat ini berlangsung perlahan demi perlahan, waktu ke waktu keadaan mulai tidak sama seperti biasa, kedamaian, ketenangan tidak bisa lagi kembali pada kondisi awalnya seperti sedia kala.
Danny tahu, hanya tinggal masalah waktu seluruh daerah di dunia ini juga pasti akan mengetahui akan kejanggalan yang ada dan teror yang disebarkan ini, maka dari itu ada kemungkinan apa yang dimulai di desa Danny adalah salah satu perbuatan dari mereka.
Sebuah aksi teror pembuka yang menandai di mana kondisi dunia sudah mulai berubah menjadi buruk karena perbuatan jahat dari mereka ini.
Danny teringat dan akhirnya memikirkan hal ini, dugaannya itu memang belum memiliki bukti atau tanda yang tepat, namun ia merasakan adanya kebenaran dengan mempercayai hal ini.
Tidak mustahil juga bilamana sosok iblis lah yang mengaku sebagai penyihir yang menyerang desanya itu, dan memang jika dilihat dari kekuatannya itu benar-benar luar biasa dan tidak umum layaknya manusia yang lain.
Sosoknya yang misterius dan juga tujuannya yang sesungguhnya bisa saja ia sembunyikan waktu itu, karena memang Danny tahu iblis tidak gencar dan menyerang membabi buta sehingga semua mata di dunia ini bisa melihatnya melakukan tindakan itu.
Melainkan ras iblis melakukan perbuatan itu perlahan demi perlahan, seakan-akan memang sudah terencana dari awal.
Kenyataan yang paling mungkinlah yang bisa Danny temukan pada masa lalunya itu, ia tahu memang mengingat masa lalu yang sudah terjadi tidak akan mengubah apapun saat ini atau bahkan di masa depan.
Namun melalui masa lalu ini Danny dapat belajar bahwa ada suatu hal yang bisa ia petik di sana, kenyataan bahwa ras iblis menyembunyikan identitasnya di antara manusia itu tidak kalah mengerikan daripada ketika serangan dilancarkan oleh mereka.
Kemampuan unik iblis yang masih misterius, sudah pasti mereka mempunyainya, sebuah kemampuan yang tidak hanya membuat mereka kuat di medan pertempuran, melainkan di taktik strategi juga mereka diunggulkan!
Danny jadi sadar akan hal ini, jika sudah seperti ini maka iblis bisa saja berbaur dengan orang-orang, meskipun sekali lagi ini hal yang menjadi dugaannya saja, namun sekecil apapun kemungkinannya pasti jika terjadi maka akan terjadi.
Seolah-olah iblis tidak hanya bisa menyerang dari luar dengan menggunakan kekuatan tidak masuk akalnya itu, mereka juga bisa menggunakan strategi dari dalam yang bisa membawa mereka ke tujuan dengan lebih dekat lagi.
Iblis yang berbaur dengan masyarakat, inilah yang paling Danny khawatirkan saat ini, dan juga keberadaannya yang saat ini tengah mencari kekuatan batu permata mulia, apakah benar hanya teman-temannya saja yang juga mengetahui hal ini?
__ADS_1
Ada kemungkinan Danny bisa dibuntuti oleh ras iblis sendiri ketika menjalankan tujuannya itu, ini adalah perkiraan yang terburuk yang bisa dipikirkannya, bisa saja terjadi namun Danny tidak mau dipusingkan oleh sesuatu hal yang belum terjadi yang mengganggunya saat ini.
Ia harus lebih waspada ketika menyadari ini, dan pula sesegera mungkin bisa menyelesaikan misi yang diembannya itu bersama teman-teman yang ia percayai.
Tubuh Danny memang lemas, namun pikiran dan fokusnya masih tetap sama saat ini, ia tahu ia harus menguatkan mentalnya lebih dari apa yang saat ini ia punya, jika tidak maka keputusasaan bisa saja menghampirinya kembali.
Pasti ada suatu cara untuk menghentikan mereka, itulah yang Danny percaya saat ini; meskipun nyatanya ia sedang menghadapi kenyataan terburuk yang bisa terjadi, namun jika ada secercah harapan maka itu akan menerangi dan membuka jalan yang baru di saat-saat buruk itu.
Danny saat ini punya tiga orang teman yang memutuskan untuk mengikutinya, masing-masing memiliki tujuannya namun tidak jauh berbeda dengannya saat ini.
Idealisme keadilan tentulah dijunjung oleh Danny, ia tidak mau melihat orang tertindas dan merasa kesakitan karena perbuatan seseorang, mengingat ia juga seorang manusia yang mengalami hal yang sama juga.
Melihat orang yang tidak bersalah akan di serang dan bahkan lebih buruk lagi di akhiri oleh iblis tentulah sudah menjadi bayangan mengerikan yang bisa ia bayangkan saat ini.
Kenyataan bahwa tidak hanya desanya saja melainkan bisa saja daerah lain, bisa mengalami hal yang sama, kehancuran, kehilangan, keputusanasaan, semua hal yang dihindari manusia bisa seketika itu juga menimpa mereka.
Danny pikir jika ia punya kekuatan yang cukup, ia bisa bergabung dengan orang kuat lainnya dan mengalahkan iblis yang saat ini bertindak buruk itu, namun sayangnya ia belum memiliki kekuatan yang seperti itu.
Kekuatan iblis dan kekuatannya tidak bisa dibandingkan lagi, Danny tidak tahu banyak tentang mereka, namun mengingat umur mereka sudah ribuan tahun maka sudah pasti pengalaman dan kekuatan mereka tidak bisa diragukan lagi.
Ini membuat pertanyaan besar di dalam hatinya, jika dibandingkan dengan mereka apa yang bisa diperbuat oleh pemuda sepertinya yang baru saja menapaki dunia luar ini? Bukankah hal ini terlalu lucu untuk dibandingkan, terlalu jauh jaraknya, tidakkah begitu?
Danny pikir tidak ada yang salah dengan pemikiran seperti itu, lagipula memang setiap ras punya jangka hidupnya tersendiri terlepas akan seberapa kuat mereka bisa hidup.
Takdir adalah sebuah benang merah yang akan menuntun setiap orang yang menapaki jalannya saat ini, begitupula dengan yang Danny lakukan saat ini, perjalanannya adalah hal yang tidak bisa dihindarinya, karena memang siapa lagi jika bukan dirinya dan teman-temannya yang melakukannya?
Jadi seberapa mustahilnya suatu hal yang dinilai dari sudut pandang manusia, maka semua yang akan terjadi tidak selalu apa yang menurut sudut pandang itu sendiri.
Danny tahu ancaman yang saat ini terpendam dan tersembunyi adalah keberadaan iblis yang saat ini mulai gencar menunjukkan taringnya, mau bagaimana pun juga ia harus selalu siap melawan mereka tidak peduli seberapa besar kemungkinan untuk menang atau kalah.
Semakin Danny memikirkan iblis, maka rasanya hal itu terlalu luas bagi pikirannya, dan akhirnya ia sadar, tidak ada yang lebih baik lagi dibanding menghentikan membesarkan kekuatan iblis itu.
Danny sadar jika ia mengakui kekuatan iblis yang sudah besar itu secara otomatis dirinya juga tidak termotivasi untuk bisa lebih kuat dengan tujuan mengalahkan mereka, ia sudah duluan menganggap diri sendiri lemah dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa karena tahu kekuatan iblis yang begitu besar itu.
Danny berusaha untuk menghindari kebohongan yang ia pikirkan itu, ia tahu akan kekuatan iblis memang belum bisa ia perkirakan namun bukan berarti ras itu sudah sepenuhnya menginjak manusia dengan rencananya itu menguasai dunia ini.
Percaya, adalah satu hal yang bisa Danny lakukan untuk meningkatkan harapannya pada kenyataan bahwa kemungkinan untuk mengalahkan makhluk seperti mereka memang benar adanya dan jika ia terus percaya dan fokus tujuan dan harapannya pasti bisa terwujud.
Memikirkan hal yang berat seperti ini tentu saja menguras tenaga emosi dan pikiran Danny, namun dengan berpikir seperti ini Danny bisa sadar bahwa memang ada hal yang ternyata tidak usah dipikirkannya juga.
Ia tidak perlu mengakui kehebatan dan kengerian iblis, melainkan ia akan terus menentang apa yang mereka perbuat dan berusaha sebisa mungkin melindungi orang-orang.
Dan Danny sendiri yakin bahwa kerajaan tidak tinggal diam mengenai hal ini, namun Danny tahu mereka tutup mulut tentang kebenaran ini agar orang banyak tidak menjadi rusuh dan tidak terkendali.
Danny yakin orang-orang hebat dari tiap-tiap kerajaan yang juga adalah harapan umat manusia untuk melawan sesuatu yang mengancam dunianya ini.
__ADS_1
Memikirkan semua ini membuat Danny merasa terbuka lebih jauh lagi, saat ini ia hanya perlu untuk berpikir positif dan percaya akan harapan yang cerah akan menyinari mereka sebagaimana langit cerah yang indah sedang dilihatnya saat ini.