Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 237: Risiko Yang Harus Di Ambil


__ADS_3

Danny dengan segera mengambil kedua batu permata mulia itu dari tempatnya ke dalam genggaman tangannya itu.


Cahaya putih kembali bersinar dalam alam bawah sadarnya itu; Danny kembali pada keadaannya yang sesungguhnya; lututnya hampir tertekuk karena menahan kekuatan Arthur yang besar itu.


Ksatria suci itu memaksa Danny untuk terus berada di tanah; namun nampaknya keadaan seperti ini akan segera berakhir.


Mata Danny yang berwarna hitam itu berubah menjadi merah dan coklat, cukup aneh namun dalam kenyataannya memang seperti ini.


Satu sisi mata sebelah kiri berwarna merah dan satu sisi sebelah kanan berwarna coklat.


Danny segera mengangkat kembali lututnya itu, kekuatan yang besar membanjiri tubuhnya saat ini; energi mereka saling beradu dan bergesekan tanpa henti menciptakan angin yang besar; setara dengan angin ****** beliung jika ingin dibandingkan.


Bahkan para tahanan di sana sampai memegangi pohon agar tidak terhempas jauh karena angin yang begitu besar ini.

__ADS_1


Brock menggunakan sihir tanahnya yang cukup besar untuk melindunginya dan Vincent sekaligus orang-orang yang tengah bersamanya dari dahsyatnya kekuatan angin itu.


"Kekuatan apa yang mereka punya?!" Brock menggerutu karena akibat pertarungan mereka banyak yang harus terkena dampaknya tidak terkecuali mereka berdua.


Brock merasakan ada yang tidak beres ketika merasakan peningkatan kekuatan yang pesat dari Danny, tak lama kemudian ia menyuruh para tahanan itu berkumpul bersamanya termasuk dengan anggota Alliance Fight's; yang untungnya posisi mereka dari awal memang sudah cukup berdekatan, hal ini membuat kesempatan mereka untuk bertahan hidup bersama lebih besar.


Bila dibiarkan terus kami pasti akan terhempas lebih jauh lagi ke dalam hutan dan itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan, kami bisa kehilangan nyawa!


Brock memikirkan hal apa yang bisa ia lakukan saat ini; sihirnya telah bisa ia gunakan sepenuhnya dan kini ia merasa bertanggung jawab atas keselamatan semua orang yang bersamanya itu.


Aku akan menggunakan sihir tanah pelindung besar untuk melindungi kami dari akibat pertarungan yang tidak masuk akal mereka!


"Sihir Tanah: Kotak Pertahanan Tembok !" seru Brock sembari menepuk keras tanah yang ada di bawahnya itu.

__ADS_1


Setelah merapalkan kalimat saktinya sebuah tanah tebal muncul dan berubah menjadi ruangan berbentuk kotak; sihir tanah itu cukup besar dan mencakup setiap orang yang ada di sini.


Berukuran seperti gedung dan seiring berjalannya sihir itu, ruangan kotak itu besar dan makin besar bahkan pohon pun harus tergerus karena luasnya jangkauan sihir itu.


Di sisi lain Danny berhasil menekan balik kekuatan Arthur itu, dan pada satu celah lagi yang ia lihat dengan segera dan tidak berpikir panjang Danny memukulkan kepalanya sendiri pada kepala sang ksatria suci itu.


Hanya dengan melakukan itu Arthur kembali terhempas cukup jauh, sampai di mana ia terlempar untuk pertama kalinya; persis di sana.


Gelombang angin yang sangat kuat muncul seketika, sedikit lebih besar dibanding yang tadi, pertahanan tembok besar yang dibangun oleh Brock harus ikut sedikit retak karena angin yang besar itu.


Danny yang melihat tembok besar kotak itu dapat berpendapat bahwa semua orang yang tidak terlibat pertarungan sudah berlindung di sana.


Kini Danny bergegas mencari Yizi yang tadi harus terlempar karena serangan Arthur; ia mesuk ke dalam wilayah tembok bangunan bekas penjara itu untuk melihat bagaimana kondisi Yizi.

__ADS_1


__ADS_2