
Jam demi jam berlalu akhirnya kompetisi telah selesai dengan aman dan tertib, tidak banyak peserta yang melanggar peraturan yang pada akhirnya harus menerima konsekuensinya sendiri.
Setelah kompetisi usai, seluruh peserta dikembalikan ke tempat aslinya, yaitu di padang rumput luas.
Ada diantara mereka yang tengah bertarung untuk merebut bel harus terhenti dikarenakan waktu kompetisi yang sudah usai.
Pengumuman pemenang akan diumumkan satu jam dari selesainya kompetisi ini, yang berarti para peserta memiliki waktu satu jam untuk memulihkan tenaga sekaligus mengobrol satu dengan yang lain.
Kelompok Alliance Fight's sendiri kembali berkelompok sambil membahas tentang bagaimana kinerja mereka tadi dalam urusan merebut bel orang lain.
Saat ini memang semua peserta diberikan kesempatan untuk istirahat namun tidak boleh keluar dari area rumout hijau ini.
Kibo masih termenung duduk diam ketika memikirkan pertarungan pertamanya itu, ia merasa bahwa apa yang dikatakan makhluk hitam itu akan segera terjadi, sesuatu seperti ... penegakkan keadilan.
Ia sendiri tidak memihak si makhluk hitam misterius itu, hanya saja dari tujuannya yang tersembunyi itu Kibo dapat merasakan bahwa memang makhluk hitam itu sepertinya akan segera menegakkan keadilan.
Hal ini membuat pertanyaan baru padanya, sebenarnya apa yang terjadi pada keadilan saat ini?
Apakah ada sesuatu yang diketahui makhluk hitam itu? Mungkin saja ada sesuatu yang disembunyikan soal keadilan yang nampak baik-baik saja ini?
__ADS_1
"Tuan Kibo, lihat beberapa dari kami berhasil mengumpulkan bel kecil ini,", ucap salah satu pria besar memecah lamunan Kibo.
"Benarkah?"
Kibo sendiri bisa mengumpulkan dua bel dan mempertahankan bel miliknya sendiri hingga dia saat ini memiliki total tiga bel kecil.
Para anggota kelompoknya itu bergegas mengumpulkan bel yang masing-masing mereka kumpulkan, dari dua puluh sembilan orang anggotanya itu, jumlah bel kecil yang didapat mereka cukup banyak dengan total enam puluh enam bel kecil.
"Ba-banyak ...." Kibo terkagum melihat bel kecil yang terkumpul itu, ia tidak mengira akan mendapatkan sebanyak itu.
Ini berarti masing-masing dari mereka sama sekali tidak kehilangan bel mereka, Kibo memerhatikan anggotanya saat ini, bahkan wajahnya ada yang babak belur dan penuh dengan debu dan kotoran.
"Yang penting kita berhasil mengumpulkan bel ini? Bukan begitu Tuan?"
Mendengar pernyataan itu Kibo akhirnya tidak kembali membahas apa yang telah mereka lalui sebelumnya, yang penting mereka berhasil melakukannya dengan baik dan dengan risiko seminim mungkin.
"Kalian telah berusaha dengan keras ... kerja yang bagus," puji Kibo pada anggotanya itu.
Salah satu dari anggota mereka mengumpulkan semua bel kecil yang ada, dan segera melaporkan ke pihak panitia dengan kepemilikan bel kecil itu atas nama Kibo.
__ADS_1
Tak lama kemudian satu jam telah berlalu, tak terasa waktu berjalan begitu cepat saat ketika kita tengah menikmatinya.
Pembawa acara dengan penampilan yang unik itu sama sekali tidak berubah, sepertinya memang itu sudah menjadi gaya tetapnya.
Panitia acara meminta agar para peserta kembali berkumpul, dikarenakan pengumuman pemenang akan segera dilakukan.
Kibo maju dengan penuh harapan semua yang ia dan seluruh anggotanya perjuangkan akan membuahkan hasil di sini, ia berharap hasil yang terbaik akan terjadi sesuai dengan kuatnya tekad dan perjuangan yang telah mereka lalui sebelumnya.
"Baiklah, apakah kalian siap untuk mendengar hasilnya?"
"WOOO!"
Para peserta terlihat antusias, semangatnya sama seperti saat dimana mereka akan segera memulai kompetisi ini.
Kibo tahu hanya akan ada satu pemenang yang akan memenangkan kompetisi ini, memang kompetisi ini berbeda dengan diantara kompetisi yang lain.
Jika kelompoknya tidak mencapai posisi itu maka dengan mudahnya dapat dikatakan bahwa ia tidak berhasil memenangkan kompetisi ini.
"Pemenang kompetisi Kota Boston adalah ...."
__ADS_1