
Danny pada akhirnya melatih ilmu sihirnya bersama dengan teman-temannya bersama dengan guru baru mereka, Freiss.
Tanpa terasa waktu berlalu dan kemampuan sihir Danny akhirnya mencapai tingkat di mana yang telah ditetapkan oleh Freiss sendiri.
Freiss mengamati dari jauh bagaimana hasil Danny selama berlatih dengannya, sekian lama waktu telah berjalan keraguannya pada Danny sudah mulai pudar.
Danny memang hanyalah manusia biasa, namun dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang kebanyakan
Freiss sadar dari luar Danny memang hanyalah manusia biasa, namun ada keistimewaan tersembunyi yang ada padanya.
Pada suatu hari, Freiss mengetes kemampuan masing-masing dari anak muridnya, dan hasilnya benar-benar tidak disangka olehnya.
Kekuatan sihir dari Patricia, Brock dan Vincent meningkat dengan pesat, dan tentunya sebagai pembimbing mereka bertiga Freiss merasa bangga.
"Hore kekuatan sihir kita bertambah kuat!" Patricia melompat kegirangan setelah tahu kekuatan sihir anginnya naik ke level yang berbeda.
"Kau benar Patricia! Kita seharusnya merayakannya bukan?!" Vincent mendekat ke arah Patricia dan hendak memeluknya untuk meluapkan kebahagiaan dan perayaan akan hasil yang telah dicapainya itu.
"Eh?" Patricia sedikit kaget karena melihat pria berambut panjang mendekatinya dengan wajah kegembiraan yang hebat.
BUAK!
"Vincent kau boleh senang tapi jangan seenaknya memeluk perempuan!" Tinjuan keras Brock mendarat dengan tepat sebelum Vincent berhasil memeluk teman perempuannya itu.
"UAH! BROCK MENGAPA KAU TIBA-TIBA MEMUKULKU?! AKU HANYA MERASA GEMBIRA ATAS PENCAPAIAN KITA!"
"BICARA SEENAKMU VINCENT! TAPI MEMELUK PEREMPUAN TIBA-TIBA BUKANLAH HAL YANG TERPUJI UNTUK DILAKUKAN!" Brock tidak kalah menanggapi Vincent dengan keras pasalnya Vincent dianggap terlalu berlebihan dengan bersikap seperti itu.
"KAU INI LAKI-LAKI SEDANGKAN DIA' KAN PEREMPUAN!" Tambah Brock memperjelas alasannya memukul temannya itu.
"HAH?! LANTAS AKU HARUS MEMELUKMU? BEGITU?!" Nada yang dikeluarkan pria berambut sebahu itu lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan lagi setelah mengucapkan hal itu raut wajah Vincent berubah menjadi agak jijik.
"MAKSUDKU BUKAN SEPERTI ITU JUGA VINCENT!"
Lagi-lagi perdebatan karena hal sepele kembali terjadi, kedua pria tadi terus-terusan berdebat mengenai hal itu untuk beberapa saat.
__ADS_1
Patricia tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi dengan mereka, ia kemudian perlahan mendekati Danny yang sedang di-tes secara khusus oleh guru mereka.
"Baiklah Danny aku sudah melihat kebolehan teman-temanmu selama beberapa waktu berlatih bersamaku, sekaranglah giliranmu."
Danny hanya bisa melihat sebentar raut wajah bangga dari pemegang batu permata mulia sihir itu, kini aura keseriusan yang membara terasa mengelilingi tempat hijau di mana mereka berlatih saat ini.
Guru Freiss benar, teman-temanku sudah berkembang lebih jauh, kini saatnya kutunjukkan hasil latihan ku selama ini!
Semangat bergejolak dalam diri Danny, kepercayaan dirinya sudah terbangun lebih baik dibandingkan dirinya yang dulu, dan kini apa yang akan ia tunjukkan setelah berlatih sekian lama?
Kekuatan sihir kekuatan umum yang dimiliki oleh kebanyakan orang, namun tidak semua bisa mengembangkan kekuatan itu sampai pada tahap maksimal, namun hal itu tidak berlaku pada ketiga orang yang telah menunjukkan hasil latihan padanya.
Danny memfokuskan pikirannya, beberapa saat kemudian muncul hembusan aura-aura kekuatan sihir yang berupa angin yang menandakan aksinya akan segera dimulai.
Shhhh...
Hembusan semakin lama semakin kencang membuat dedahanan pohon yang besar pun ikut bergoyang.
Freiss memerhatikan dengan seksama bagaimana aura angin yang diciptakan oleh Danny, kekuatannya terus meningkat dari waktu ke waktu padahal sebelumnya tidak ada satu orang pun dari muridnya yang mengeluarkan aura sihir yang begitu kuat seperti ini.
Freiss terheran dengan aura kekuatan yang keluar dari pemuda ini, bahkan sebelumnya Danny tidak mengeluarkan aura sihir sebesar ini.
"Kekuatan aura yang hebat, sampai mana kekuatan aura itu akan meningkat?" Freiss menyilangkan tangannya sendiri sedikit tertarik dengan aura kekuatan yang dikeluarkan Danny saat ini.
Patricia yang melihat itu dari dekat sekarang malahan memilih untuk menjauh pasalnya kekuatan angin yang bercampur dengan aura sihir yang besar itu membuatnya sulit untuk berdiri di dekat pemuda itu.
"Ukh ...." Kini Patricia kembali ke tempat di mana Brock dan Vincent yang masih berdebat.
"Mengapa tiba-tiba ada angin yang menyebalkan?!" Vincent merasa terganggu karena rambut sebahunya itu terus menerus menghalangi wajahnya ketika ia sedang berdebat dengan Brock.
"Tunggu Vincent simpan dulu argumenmu, lihat apa yang terjadi di sana ...." Brock akhirnya tersadar dengan apa yang terjadi dan menjadi inisiator agar perdebatan dengan Vincent bisa terhenti dulu.
"Bukankah ini hanya angin biasa? HAH AKHIRNYA KAU KALAH ADU PENDAPAT DENGANKU BROCK, Memangnya apa yang terjadi di sana- ASTAGA!"
Vincent tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, bagaimana tidak kini aura kekuatan sihir Danny begitu kuat sampai-sampai tidak hanya ada hembusan angin yang begitu kuat namun juga kini terasa getaran-getaran yang semakin lama semakin kencang di area ini.
__ADS_1
Patricia, Brock dan Vincent memilih untuk lebih menjauhkan diri, menjaga jarak aman meskipun itu sama sekali tidak membuat kondisi sekitar menjadi lebih tenang.
"Ukhhh ...." Danny rasa ia hanya melakukan hal biasa, yaitu ia hanya melakukan persiapan mengeluarkan sihir miliknya, namun mengapa kini aura kekuatan terasa meluap-meluap dari dalam dirinya?
Freiss menyadari akan kekuatan Danny, tidak hanya auranya semakin lama bertambah kuat, namun juga ia merasa kekuatan sihir perubah tempatnya jadi terganggu.
"Ukh ...."
"Hei Danny kau baik-baik saja?"
Mendengar pertanyaan gurunya, Danny jadi agak teralihkan perhatian, namun bukannya kekuatan sihirnya mulai mereda malahan kekuatan yang dikeluarkannya semakin deras.
Danny mengkerutkan dahinya, alisnya menurun tajam ke bawah, perasaannya mulai jadi tidak karuan karena ia tahu menghilangkan fokusnya sendiri bahkan tidak menghentikan kekuatan yang muncul dari dalam dirinya.
"A- apa yang terjadi? Mengapa aku malah tidak bisa mengontrol kekuatan sihirku sendiri?!"
SHHHH!
SRAKK!
Kekuatan angin sihir Danny mulai membuat tanah disekitarnya jadi retak, dan perlahan namun pasti retakan itu membuat kestabilan area terbuka hijau ini makin mengkhawatirkan.
"Hei Danny! Hentikan sihirmu sekarang juga!" Freiss berteriak memperingati Danny yang kekuatannya melebihi batas perkiraannya itu.
Freiss bahkan tahu Danny sama sekali belum menunjukkan sihir hasil latihan selama dengannya, namun hanya dengan melihat bagaimana auranya saat ini dibandingkan dengan dahulu, ini sudah menjadi menunjukkan bagaimana kekuatan Danny saat ini.
Danny hanya terdiam tidak merespon peringatan gurunya, bukannya tidak mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun lebih kepada ia tidak tahu respon apa yang tepat yang bisa dikatakannya dalam situasi yang seperti ini.
Ia tidak bisa mengendalikan kekuatan sihir secara penuh, ia merasa seperti ada kekuatan lain yang tidak mengizinkan dirinya untuk menghentikan proses persiapan sihirnya.
Sringg!
Freiss sedikit terkejut dengan cahaya ungu yang dikeluarkan dari cincin batu permata mulia yang dikenakannya, tidak biasa kekutan batu permata mulia keluar tanpa kehendaknya sendiri.
"Kekuatan batu permata mulia bereaksi pada aura kekuatan Danny? Bagaimana mungkin?"
__ADS_1