
Danny bingung dengan apa yang baru saja disadarinya itu, ia terlalu fokus pada pikirannya hingga tidak menyadari ada yang aneh disekitarnya.
Ia melihat sebuah kubur kosong yang nampak baru saja di buat, lengkap dengan gundukan tanah bekas galian dan juga nisan yang ada di atas tumpukan galian tanah itu.
A-apa itu? Sebuah nisan? Kurasa aku bisa melihat nama yang ditulisnya secara jelas.
Danny tahu batu nisan kecil itu memiliki tulisan yang tertulis di permukaannya, dengan jarak yang tidak begitu jauh ia perlahan sadar ketika melihat nama yang tertulis di sana.
Da ... nny? A-apa!?
Mengapa ada nisan bertulisan namaku di sana!? Apa yang sebenarnya terjadi saat ini!?
Danny sontak terkejut dengan apa yang dilihatnya itu; ia melihat nisan dengan namanya sendiri tertulis di sana, tentu saja hal yang ia lihat itu membuatnya terkejut.
Danny panik bilamana ada sesuatu yang terjadi selama dia tidak sadarkan diri, padahal dia tadi sudah cukup yakin bahwa dirinya hanya seorang diri sampai ia sadar kembali saat ini.
Namun melihat kondisi sekitar dengan lubang makam dan nisan yang bertuliskan namanya, itu adalah bukti kuat bahwa dirinya memang tidak seorang diri di sana.
Pikiran Danny mulai bermain kembali, dan perasaan takut mulai menguasainya; ia tidak tahu apapun yang terjadi selama ia tidak sadarkan diri dan kini tiba-tiba ada makam yang dipersiapkan untuknya, apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Danny berpikir mungkin saja ada yang akan menguburkannya karena dia sudah dikira meninggal? Kini kemungkinan itulah yang paling besar untuk bisa terjadi saat ini.
Atau mungkin saja ada yang berusaha membunuhnya dengan cara menguburkannya? Hal ini agak sedikit menyeramkan meskipun kecil kemungkinannya, hal itu bisa juga terjadi saat ini.
Danny masih ragu-ragu dengan kedua kemungkinan yang ia pikirkan itu, karena kenyataannya ia baru sadar saat ini dan belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
Ma-makam itu sudah jelas ditujukan kepadaku, dari nisannya saja sudah bertuliskan namaku, ini benar-benar aneh.
A-aku ini masih hidup, mengapa ada orang yang mempersiapkan peristirahatan terakhir untukku? Siapa sebenarnya yang telah bersamaku ketika aku tidak sadarkan diri?
Danny berusaha menduga siapa yang sudah bersamanya ketika ia masih tidak sadarkan diri, dugaannya hanya satu, mungkin saja kedua teman satu selnya waktu di penjara dulu, yang adalah yang sudah bersamanya sejak ia tidak sadar.
Danny bisa berpikir begitu karena memang dia dekat dengan kedua teman barunya itu sewaktu di sel, dan kemungkinan mereka melihat dirinya itu berakhir di sini dengan tidak sadarkan diri.
Danny juga percaya pada kedua temannya itu, Brock dan Vincent sebagai orang yang baik dan ia telah mengetahui sebagian kecil dari sifat mereka berdua.
Mu-mungkin Brock dan Vincent-lah yang mengetahui keberadaanku di sini, setelah aku tidak berdaya karena pertarungan malam tadi aku yakin mereka berdua mengetahui keberadaanku dan menemuiku di sini.
__ADS_1
Aku memang sudah kehilangan kesadaran semenjak aku berusaha untuk mendatangi Yizi yang terkapar sesudah diserang habis-habisan oleh Tuan Arthur.
Aku tidak mengingat bagaimana caraku bisa ada di tempat ini, selain daripada menduga bahwa serangan Tuan Arthur lah yang menyebabkannya.
Danny saat ini berharap dugaannya tentang siapa yang telah menemuinya itu benar adanya, sebab jika dugaannya itu tidak tepat maka ia tidak tahu lagi harus berbuat apa karena memang ia sudah tidak mampu lagi berbuat apa-apa.
Danny memilih untuk tetap tenang meskipun ia tahu dihadapannya itu ada kubur kosong yang dipersiapkan untuknya.
Karena tidak ada hal lain yang dapat ia lakukan selain bersandar pada pohon ini, Danny memutuskan untuk menutup matanya kembali hendak mengistirahatkan tubuhnya yang kaku itu.
Syukurlah sakitku saat ini sudah hilang sepenuhnya, namun aku masih belum bisa bergerak, jika beristirahat mungkin saja kekuatanku akan pulih kembali.
Tidak berapa lama Danny menutup kembali matanya, ia mendengar suara langkah kaki yang hendak menuju ke tempat di mana ia berada saat ini.
Mendengar suara langkah kaki yang mendekat sontak membuat Danny berpikir bahwa itu pasti adalah orang-orang yang telah bersamanya ketika ia masih belum sadar.
Danny memutuskan untuk tetap tenang dan berpura-pura tidak sadar; hal ini dilakukannya sekedar untuk melindungi diri apabila memang ada hal yang tidak sesuai perkiraannya terjadi saat ini.
Danny malah berpikir bilamana orang yang menemukannya adalah orang asing yang tidak mengenalnya dengan niat jahat dan memutuskan untuk mengakhirinya dengan menguburkannya; ia tidak memiliki kekuatan untuk lari ataupun melawan orang asing itu.
Danny berpikir situasi seperti inilah yang membuatnya harus bisa tetap tenang, perlahan karena ketegangannya itu keringat mulai mengalir dari kepalanya.
"Patricia, kita sudah membasuh tangan kita dengan ini kita bisa menguburkan Danny dengan hormat atas jasanya ketika ia masih hidup." Suara laki-laki dengan tubuh besar, Danny mengenali suara ini.
"Te-terima kasih Tuan Brock, anda sangat baik terhadap Danny, ia sangat beruntung memiliki orang yang peduli padanya." Danny mendengar nama dan suara perempuan yang tidak asing baginya.
"Kita yakin Danny sudah bahagia di sana jadi kita tidak boleh lagi bersedih!" Suara terakhir yang Danny dengar, orang yang penuh ekspresi dan semangat, Danny tidak mungkin tidak tahu siapa orang yang memiliki suara seperti ini.
Ketika tahu bahwa ia mendengar suara yang dikenalinya, Danny bisa menebak dengan tepat siapa yang ada bersamanya saat ini.
Dengan perlahan ia membuka matanya, dan benar saja saat ini ia melihat ada satu pria besar, satu pria berambut sebahu dan perempuan berpakaian petualang yang sedang menatap kubur kosong itu saat ini.
Nampak dari belakang mereka tengah melakukan perhormatan terakhir juga sebelum benar-benar menguburkan orang yang mereka kira telah meninggal itu.
"Baiklah! Kita sudah siap, mari kita segera mengistirahatkan Danny, ia sudah cukup lama menunggu." Pria berambut sebahu menoleh ke belakang melihat Danny dan kemudian mukanya langsung berubah menjadi pucat.
Danny menatapnya dan kemudian tersenyum. "Yo!"
__ADS_1
Vincent yang melihat Danny menatapnya sambil tersenyum terdiam sejenak dan mengusap matanya. "Tu-tunggu ... mungkin saja ada debu di mataku."
Pria berambut sebahu itu merasa ada yang aneh ketika melihat Danny kembali, mungkin saja keanehan itu bisa hilang ketika ia membersihkan matanya saat ini.
Vincent menggosok-gosok kedua matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya itu, dan ketika ia melihatnya kembali Danny yang sudah meninggal itu tersenyum dan kembali mengatakan sesuatu.
"Bagaimana kabarmu Vincent?"
"Uwaaah! Hantu!" Seketika itu juga pemuda itu terkejut seterkejutnya sampai melompat dengan rambutnya yang berdiri ke atas, mirip bulu kucing yang terangkat ketika ia marah, dan kemudian ia tersungkur ke tanah.
Brock dan Patricia yang belum menyadari ucapan Danny melihat Vincent yang saat ini sedang tersungkur di tanah sambil menunjuk pada arah Danny.
"Hei Vincent, ada apa denganmu? Mana ada hantu ada di-" Brock berbicara pada Vincent sembari melihat apa yang berusaha temannya tunjuk itu.
"OH MY GOD!" Brock memegang pipi dengan kedua tangannya seketika itu juga sama terkejutnya ketika melihat Danny tersenyum di sana, saking terkejutnya ia merasa seluruh tubuhnya kaku dan tidak bisa bergerak.
"A-ada apa dengan kalian? Ada yang-" Patricia yang merasa aneh dengan kelakuan kedua pria itu ikut melihat juga hal apa yang dilihat kedua pria itu sampai-sampai reaksi mereka seperti itu.
Ketika melihat Danny yang sudah meninggal itu Patricia malah melihat Danny menatapnya dan tersenyum. "Patricia, kau terlihat sedih apa ada yang terjadi padamu?"
"Da-Danny!?" Patricia terkejut juga akan apa yang dilihatnya saat ini, ia tidak menyangka Danny yang sudah meninggal itu kembali membuka mata dan bahkan berbicara padanya.
Mereka bertiga hanya bisa terpaku melihat Danny yang baru saja akan mereka kuburkan tiba-tiba membuka matanya, kejadian yang benar-benar mengejutkan dan sangat tidak masuk akal.
"Brock ... coba kau cubit tanganku, barangkali aku masih tidak sadarkan diri karena serangan Yizi tadi." Vincent masih merasa apa yang ia lihat saat ini hanyalah bagian dari halusinasinya saja, ia berusaha untuk melepaskan ilusi dalam pandangan matanya itu.
"Vincent kau jangan bertindak bodoh lagi, aku pun melihat Danny sama seperti mu ... OH GOD! Mengapa Danny tiba-tiba bangun dan berbicara pada kita!? Patricia! Kau mungkin bisa menjelaskan semua ini, tolong bangunkan kami berdua dari halusinasi buruk ini!"
Patricia malas juga menanggapi kedua pria yang terkejut ini, namun sebenarnya dirinya sendiri juga tidak bisa menyembunyikan kekagetannya akan Danny yang sudah meninggal itu yang kemudian tiba-tiba bangkit kembali.
Jelas-jelas Patricia juga merasa hal ini tidaklah mungkin terjadi karena mana ada orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali!?
Namun mengingat kedua kenalan pria yang baru ditemuinya itu melihat hal yang sama dengannya, rasanya tidak mungkin apabila tiga orang melihat halusinasi yang sama; yang jelas ini bukanlah halusinasi!
Patricia bingung harus berkata-kata atau bertindak apapun saat ini, ia terpaku diam tidak percaya akan apa yang dilihatnya, sama seperti kedua pria yang kini bereaksi seperti itu.
"A-ada apa dengan kalian? Li-lihat aku sudah sadar kembali, mengapa kalian sebegitu terkejutnya melihat aku bangun?" Danny heran melihat ketiga orang yang dikenalinya itu terpaku dan tidak mampu merespon apapun dengan dirinya yang sudah sadar itu.
__ADS_1
Danny tidak bisa menahan rasa penasaran dari tadi mengenai kubur yang dipersiapkan, dan itu jelas-jelas untuknya karena ia bisa tahu dari nama nisan yang tertulis di sana.
"Bukankah kalian yang bersamaku sebelum aku sadar? Lalu mengapa ada kuburan kosong di sini? Siapa yang akan di makamkan di sini?"