
Tidak mungkin ia mengabaikan urusan yang telah dipercayakan padanya.
Ada alasan mengapa Danny berpisah dari tempat ini, karena suatu alasan yang Arthur tahu itu adalah penting.
Ada kemungkinan dimana Danny bisa saja tetap ada di tempat ini dan membantunya, bukankah itu jauh lebih baik daripada berpisah di tengah pertarungan seperti ini?
Danny yang bisa membuat iblis berkekuatan besar Domer itu tidak berdaya adalah bukti bahwa keberadaannya masih sangat diperlukan di sini.
Lantas mengapa Arthur tidak jujur saja sebelumnya, bahwa ia dan rekannya masih butuh bantuan sang pemuda itu?
Terlebih lagi saat yang datang adalah iblis perempuan yang marah karena iblis yang dicarinya sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Jadi bukankah Arthur seharusnya tidak membiarkan Danny pergi sampai iblis ini benar-benar dikalahkan?
Jikalau ia melakukan itu, dan saling bekerja sama sampai akhir, tentunya ia tidak perlu mengirimkan rekannya ke tempat lain. Dengan kata lain dengan adanya keberadaan Danny, maka tentunya akan meningkatkan persentase sukses dalam menumbangkan iblis perempuan ini.
Memang dari sejak awal pun, Arthur sudah bisa merasakan hawa kekuatan gelap yang ada pada iblis perempuan itu tidaklah biasa, dari sana saja ia bisa tahu dia bukanlah musuh yang mudah untuk diatasi.
Meskipun begitu Arthur tidak langsung mengatur strategi dan perintah, ia membiarkan situasi mengalir begitu saja, yang pada akhirnya berakhir pada Danny harus pergi dari tempat ini.
Tentunya dengan tujuan yang penting, yang akhirnya mungkin saja jadi jawaban akan alasan Danny yang begitu terburu-buru meninggalkan pertarungan yang masih berlangsung ini.
__ADS_1
Kenyataan bahwa musuh tidak hanya menyerang di satu sisi adalah hal yang tidak terelakkan, Arthur pun bisa merasakan dentuman yang terjadi sebelumnya punya kekuatan yang terpancar begitu hebat.
Dan ia tahu Danny langsung meresponnya dan segera memutuskan apa yang akan dilakukannya, apa yang menurut pemuda itu baik.
Dan itu berakhir dengan Danny yang meninggalkan pertarungan, demi menghadapi sesuatu yang lebih besar lagi yang mengincar Kerajaan Barat.
Ya, benar, Arthur tahu apa yang akan dihadapi Danny adalah sesuatu yang lebih berbahaya dari yang sekarang dihadapinya.
Namun tidak ada waktu untuk membahas itu di tengah pertarungan ini, kepercayaan Arthur pada pemuda itu sudah bertumbuh, itulah yang membuatnya mengalah dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke kotanya sendiri.
Tidak ada pilihan lain selain memutuskan apa yang terbaik, dan waktu sama sekali tidak akan menunggu apa yang akan dipilih. Jikalau saja Danny ada di sini dan masih membantu melawan iblis perempuan ini, lantas apakah itu adalah pilihan terbaik?
Risiko yang harus diambil tidaklah ringan, bilamana dengan keberadaan Danny bisa mengatasi iblis perempuan ini dengan mudah, lantas apakah itu layak dengan membiarkan bahaya mengancam keselamatan orang-orang Kerajaan Barat?
Arthur sadar akan hal ini, bahwa memang tidak ada pilihan mudah yang bisa diambil, membiarkan Danny tinggal berarti ada kemungkinan membuat situasi jadi lebih mudah, namun hal itu tidak berlaku bagi siapapun yang sedang berada di Kerajaan Barat.
Arthur tidak mungkin membiarkan orang-orang Kerajaan Barat berada dalam bahaya, maka sebab itulah sebelumnya ia punya pikiran untuk meninggalkan pertarungan ini juga.
Memercayai Danny adalah pilihannya, dan sampai sekarang pun Arthur tidak menyesal, meski keadaan di sini terlihat tidak terlalu bagus.
Sebaliknya, Arthur juga bisa merasakan kepercayaan yang kuat dari Danny. Pemuda itu tidak meragukannya dan juga rekan-rekannya.
__ADS_1
Tatapan yang kuat dan percaya bisa diingatnya kembali tepat sebelum Danny pergi ke Kerajaan Barat.
Begitupula sebaliknya, Arthur percaya Danny bisa mengatasi bahaya apapun yang ada di depannya.
Disaat membanding-bandingkan adalah hal yang melemahkan, namun dalam hal ini, Arthur tahu apa yang dihadapinya ini tidak lebih berbahaya dari pemuda itu.
Demi menjawab kepercayaan pemuda itulah, ia berdiri di sini dan tidak akan beranjak ke manapun sampai ia selesai melakukan urusannya.
Arthur menatap tajam ke depan, tidak ada keraguan lagi dalam dirinya. Tidak ada jalan untuk mundur.
‘Tidak seharusnya aku berbohong tadi.’ Arthur menyesal mengapa ia memberikan harapan pada teman-temannya, yang di mana ia sendiri tidak yakin bisa menepatinya.
“Baiklah.” Dada Arthur terlihat mengembang sebentar dan kemudian kembali seperti biasa, ia tidak membiarkan apapun lagi mengganggu apa yang hendak dilakukannya.
Shhhh....
Seketika itu juga seluruh tubuh Arthur diselimuti aura kuning kembali, namun lebih hebat dan lebih besar dari sebelumnya.
Perlahan namun pasti aura kuning itu berubah menjadi aura biru, yang tidak pernah orang lain lihat, sebuah perubahan yang signifikan.
*
__ADS_1