
"Sepertinya begitu." Danny menjawab dengan jujur, untuk melalui area kering kosong sampai ke desa terdekat membutuhkan waktu berhari-hari, dan itupun jika memakai kuda dengan kecepatan penuh.
Lantas bagaimana dengan mereka ini? Terjebak di area tak berpenghuni disaat malam hari tiba bukanlah hal yang terlalu bagus.
"Ini lebih baik dibanding dengan kita harus bermalam di hutan tadi." Danny mengungkapkan sisi baiknya, terjebak di area kosong tak berpenghuni tidak sepenuhnya buruk juga.
Namun bukan berarti setelah keluar dari area itu membuat semuanya menjadi semakin mudah, malahan kini mereka harus memikirkan cara bagaimana agar bisa melewati area kosong yang sejauh mata memandang ada di depan mereka.
Danny memfokuskan pikirannya, ia kini bisa lebih baik mengontrol kekuatan batu permata mulia; kini kekuatan kecepatan hendak digunakannya di sini.
Zrrttt ....
Seperti biasa ada kilatan-kilatan listrik berwarna kuning ketika Danny melakukan hal itu, matanya perlahan berubah menjadi kuning seperti mata kucing disertai dengan aura berwarna kuning.
"Kita akan bergerak cepat dari sini, dan bermalam di tempat yang ramai." Danny mengungkapkan rencana ke depannya, bergerak cepat adalah cara yang paling efektif untuk kembali pada tujuan awalnya; ia hendak pergi ke daerah kerajaan timur.
__ADS_1
"Sepertinya inilah saatnya untuk menunjukkan kemampuan kita." Vincent menyentuh hidungnya dan sedikit tersenyum, apa yang dibicarakannya itu adalah sesuatu hal yang tertunda ketika berada di dalam hutan tadi.
"Hm?" Danny melihat kini Vincent diselimuti aura berwarna kuning juga, ia sudah melihat perubahan temannya itu sebelumnya ketika masih berada di dalam hutan, namun belum benar-benar tahu apa maksud dari aura kuning yang terpancar dari temannya itu.
Danny melihat Vincent yang sudah ber-aura kuning pada tubuhnya saat ini dan pula ia mengarahkan pandangannya pada Brock dan seperti yang diduganya dia juga mengeluarkan aura yang sama.
"Patricia? Kau juga sama?" Danny melihat Patricia membuka matanya setelah menutup matanya sebentar, tidak hanya beraura merah mata mereka juga berubah menjadi agak kekuningan namun tidak sepenuhnya berubah seperti mata Danny.
"Tentu saja! Memangnya hanya Kak Vincent dan Tuan Brock saja yang berlatih!" Patricia agak menggunakan nada tinggi, seharusnya temannya itu bisa lebih peka akan kekuatan yang sekarang dimilikinya sebagai hasil dari latihan sebelumnya itu.
"Lihat saja!" Patricia tersenyum serius, tanpa berlama-lama lagi ia hendak menujukkan apa yang telah dipelajarinya bersama dengan Tuan Housen sebelumnya
Zuuunnggg!!!
"!"
__ADS_1
Danny sedikit terkejut karena mendengar suara dan munculnya gelombang kekuningan saat ini, dan pada saat itu juga ia mengerti akan kekuatan seperti apa yang telah dipelajari teman perempuannya itu.
Patricia bergerak lambat jika dilihat pada pandangan Danny, karena kekuatan 'penglihatan cepat' nya aktif tiba-tiba maka itu berarti Patricia sedang bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia saat ini.
Pada seluruh tubuhnya ada aura kuning dan sedang berlari dengan diselimuti aura ini, Danny segera mengakhiri 'penglihatan cepat' nya itu agar momen lanbat itu tidak dilihatnya terus menerus.
Zlit!
"Heeeiii Danny!! Kau lihat?! Aku hebat kannn?!"
Danny kini melihat dengan pandangannya yang biasa, Patricia memang bergerak dengan cepat dan sama sekali tidak bisa dilihat mata biasa, kini ia berada cukup jauh di depan mereka dan sedang melambaikan tangannya.
"Baiklah! Kau memang hebat Patriciaaa!!!" Danny mengomentari akan bagaimana kekuatan baru tang dimiliki oleh teman perempuannya itu, dengan begitu ia juga tahu akan kekuatan Brock dan Vincent, ternyata mereka bertiga sungguh berlatih keras hingga akhirnya bisa melakukan hal yang sehebat ini.
Danny bisa melihat dari jauh meskipun hari sudah mulai gelap namun ada cahaya bulan yang menerangi tempat itu, jauh di depannya ia melihat gadis yang sangat cantik tersenyum manis dan sedikit tersipu sedang meletakan tangan di belakang badannya.
__ADS_1