
Gua yang begitu besar yang menjadi tempat persembunyian iblis ini bukan gua biasa, tempat ini telah dirancang khusus untuk menampung ras prajurit iblis.
Disanalah Jack dan Gill tersandera, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka selain itu aroma kematian tercium sangat dekat.
----------------
Jack dan Gill bukanlah pemuda yang terlalu baik dan itulah yang menjadi kelemahan mereka, selalu mengandalkan kekuatannya sendiri, terlalu cepat puas dalam mencapai sesuatu.
Jack dan Gill teringat akan masa kecilnya yang diasuh oleh pensiunan prajurit kerajaan yang bernama Zeldris.
Zeldris memutuskan untuk mengasuh Jack dan Gill, karena sepanjang hidupnya ia tidak pernah menikah, sanak saudara dan orang tuanyapun telah meninggal. Ia tidak punya sesuatu yang harus ia urus sebelum memutuskan untuk mengasuh Jack dan Gill.
Meskipun tumbuh dilingkungan kota, Jack dan Gill kecil selalu berlagak ingin kuat, mereka polos namun pemberani. Bahkan berani menentang orang dewasa sekalipun, alhasil Zeldris lah yang harus meminta maaf.
Usia Zeldris sudah sangat tua ketika ia mengasuh keduanya, pada saat umur mereka tujuh belas tahun, Zeldris meninggalkannya.
Jack dan Gill memutuskan untuk menjadi prajurit kerajaan terhebat sama seperti ayah angkatnya itu.
Berbagai misi telah dilakukan dua saudara itu, sampai pada akhirnya pihak kerajaan menganugerahkan penghargaan kepada mereka berdua atas jasa mereka. Mulai dari situlah sikap dua saudara ini berubah, mereka menjadi gila hormat, sanjungan, merendahkan yang lain.
Pada saat itu juga orang tua mereka mendengar kabar tentang mereka dan berniat mengujunginya namun sambutan itu berakhir tragis. Dua bersaudara ini memutuskan hanya yang menurut mereka baik dan mengambil resiko sekecil mungkin.
Para warga kerajaan selatanpun sama sekali tidak menaruh simpati pada dua saudara ini. Namun Jack & Gill tidak peduli akan hal itu, Sifat keduniawiannya yang besar itu membuat mereka lupa akan daratan, mereka menganggap diri mereka kuat dan menganggap remeh yang lain, Sikap ini lebih banyak ditunjukkan oleh Gill.
Jack sebagai kakaknya lebih bijak dalam mengambil keputusan namun aksinya terhalang oleh berbagai macam keputusan yang ada pada dirinya, berbanding terbalik dengan Gill yang lebih suka bertindak langsung dan ceroboh.
Sikap mereka berdua ini saling melengkapi satu sama lain, sangat jarang mereka berkelahi karena suatu hal.
Jack & Gill menghalalkan segala cara untuk dapat mencapai tujuannya
Suatu ketika mereka diminta untuk melakukan sebuah misi yaitu mencuri rahasia kerajaan Barat. Rahasia tersebut merupakan alat yang kuat untuk membuat kerajaan Barat jatuh.
Tiap-tiap kerajaan memiliki tujuan dan ambisinya masing-masing meskipun telah berdamai, tidak tertulis bahwa mereka akan berkerjasama.
Misi mencuri dokumen rahasia itu hampir berhasil, mereka hanya terhalang oleh Thor yang sedang patroli didekat gedung pusat kerajaan, Thor berusaha menangkap mereka namun dua bersaudara ini berhasil kabur dalam rencananya ini banyak prajurit Kerajaan Barat yang tengah berjaga ditembak menggunakan suntik obat tidur, jika mereka berhasil mencuri dokumen rahasia itu, keseimbangan Kerajaan Barat akan goyah dan berpotensi menerima serangan dari luar kerajaan.
Kebanyakan dari misi dua bersaudara ini dilakukan dengan sukses, jika mereka mengalami satu atau dua kegagalan mereka tidak akan terlalu mempermasalahkannya namun terus memperbaiki diri dengan berlatih mengasah kemampuan mereka masing-masing.
----------------
"Aah... cerita yang indah ya kak?"
"Haha... kau.mengingatnya juga ya.."
"Apa kalian melihat masa lalu kalian?"
"Prajurit sombong seperti kalian pantas mendapatkan akhir yang baik.. khi..khi"
"Hei, Victoria" Jack memulai pembicaraan
"?"
"Kau pikir kami bodoh ya?"
"..."
Victoria menendang dengan keras, mendarat dengan mulus tepat dimukanya
"Ugh.."
"Ya... benar..kalian bodoh sangat bodoh!"
Victoria menggangkat rambut Jack keatas sampai rambutnya itu mau terlepas dari tempatnya
"Aah!!"
"Kak!"
Gill yang melihat hal itu tidak dapat berbuat banyak, semakin mereka banyak bergerak, rantai yang telah dialiri energi sihir ini akan semakin kuat lengan dan kaki merekapun bisa putus dengan mudah.
"Hmmm?"
__ADS_1
Victoria melihat dan menghampiri Gill
"Kau... baumu lebih buruk dibanding kakakmu"
"Tahu apa kau tentang kami?!"
"Huh? aku tahu segalanya, jiwa yang telah kurasuki aku tau hidup mereka, masa lalu mereka dan bahkan...."
Victoria mendekati wajah Gill
"...Akhir mereka"
"Jadi kami hanya menjadi budakmu?!"
"Tidak...bahkan kalian tidak pantas menjadi budakku"
Victoria mengangkat tangannya kedepan wajah Gill dan memberikan energi sihir kepadanya.
Gill mulai meronta-ronta karena energi sihir asing berusaha mengoyak tubuhnya.
"GILL!!!"
"HEY HENTIKAN ITU!!!"
Kesadaran mental dan tubuh fisiknya tak mampu menghadapi energi sihir yang teramat besar itu, warna biru mulai menyelimuti tubuh Gill, otot-ototnya kejang tak karuan, bola matanya berubah sama persis dengan yang dialami perempuan yang mereka temui didesa sebelumnya
"HEY!"
"HEYYY!!!"
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU?!"
"Huh?"
"Aku hanya menenangkannya, ini lebih baik dibanding yang tadi, aromanyapun lebih baik dibanding yang tadi"
"SIAAALAANNN!!!"
"Argh"
"Kau kubiarkan hidup karena baumu tidak seburuk bau adikmu"
"Kukira kalian butuh waktu bersama..khi..khi"
Victoria meninggalkan mereka berdua
"VICTORIAAAA!!!"
"AKAN KUBALAS PERBUATANMU!!"
"PASTI KAU AKAN KUBUNUH!!"
"KAU AKAN MENYESALINYA!!"
KREEET...
Jeruji besi yang terpasang pada sudut-sudut gua terkunci dengan rapat
"Gil?"
"Hey Gil..."
"K-kau baik-baik saja kan?"
Jack mulai meneteskan air mata
"G-Gill..."
"Rawr..."
"Rwoar..."
__ADS_1
"Rw.."
"Rr.."
"..."
Kesadaran Gill sudah hilang sepenuhnya, begitu pula dengan aura kehidupannya
Kini tubuh Gil berwarna ungu pucat dengan otot-otot yang mengeras, mata sayu yang belum tertutup memelas bak meminta pertolongan.
"Gill..."
"TIDAKK!!!"
Jack menangis sejadi-jadinya keningnya yang berdarah mulai membasahi mukanya.
--------------
"Nah makanan telah siap..."
"Jack!"
"Gill!"
"Makanan kalian sudah siap!"
"Cepat bangun!"
"Baik pa..."
"Hoaaam"
"Eh?"
Gill kecil melihat sepotong ayam goreng telah siap dimeja makannya.
Ia pun melesat ke meja makan meninggalkan kakaknya yang tengah mengucek-ngucek matanya
"Selamat makan!"
"Makannya pelan-pelan..."
"Nah Jack, Papa juga membelikanmu ayam goreng"
"Nah makanlah"
Jack kecil cukup terkejut karena biasanya ia makan sayur dan lauk yang sederhana saja, yang sering minta makan enak itu hanya Gill saja.
Jack melihat ayam goreng Gill yang hampir habis namun tidak dengan nasinya, la pun meletakkan ayam gorengnya di piring Gill.
"?" Gill terheran-heran
"Lihat, nasimu masih banyak, ayo habiskan.." kata Jack
"Papa tak punya ayam lagi Jack..."
"Tak apa-apa pa, Jack makan seperti biasa juga sudah cukup kok"
"Wah, terimakasih kak!"
"Hehe"
Sebuah keluarga yang tercipta dari indahnya kasih sayang dan perhatian satu sama lain
----------------------
Jack yang tiba-tiba mengingat momen ini yang sudah lama ia lupakan karena terhalang oleh perbuatan tidak baiknya pada masa lalu
"Ini salahku..."
"Maafkan...aku..."
__ADS_1
"Ayah....Ibu..."
Jack terlelap karena kehabisan tenaga, air matanya masih saja menetes tanda penyesalan yang teramat dalam.