Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 348: Selamat


__ADS_3

Tubuh Vincent terjatuh seperti terduduk tepat di saat Tifee hendak mendorong badannya dengan sekuat tenaganya, iblis itu tidak menyadari pria berambut sebahu itu dapat dengan mudah terjatuh tanpa sepengetahuannya sekalipun.


Di-dia?!


Padahal dia sudah mengarahkan seluruh kekuatannya untuk mendorong agar si pria berambut sebahu itu jatuh ke cairan lava itu, namun yang ada ia malah mengenai kepala pria itu dan terjungkal tepat ke arah cairan lava itu berada.


Matanya melotot bak seorang yang sama sekali tidak percaya akan apa yang dialaminya, sedang tubuhnya sama sekali tidak berhenti di udara meskipun ia menginginkannya, ia tetap jatuh ke bawah ke cairan lava itu tanpa bisa ada yang menghentikannya.


Sialaaan! Apakah ini rencananya?!


Hanya berbagai umpatan yang muncul secara tiba-tiba di dalam pikirannya ketika ia melihat cairan yang panasnya tidak biasa itu, sudah berada di depan matanya dan tidak perlu lagi menunggu lebih lama lagi baginya untuk mengenainya.


Bruk.


Setelah kepala Vincent terkena kaki dari Tifee yang niat awalnya adalah mendorongnya, ia terjatuh ke depan di atas pasir dan bersamaan di dekatnya jika saja ia terjatuh ke belakang maka sudah pasti ia akan berendam di atas cairan lava itu sama seperti iblis itu.


"Argh!"


Separuh tubuh Tifee masuk ke dalam panasnya lava di mana itu adalah perwujudan dari kemampuannya sendiri untuk mengubah tempat ini, namun yang terlihat saat ini tidak seperti yang direncanakannya awal tadi.


Bahkan seorang iblis seperti Tifee pun tidak kebal oleh panasnya cairan lava ini, setelah ia masuk ke sana dengan tidak sengaja, raungan keraslah yang hanya bisa dilakukannya di tengah kejadian yang tidak terpikirkan olehnya itu.


Ada apa dengan pria itu?! Mengapa dia tiba-tiba terjatuh dan kakiku tersandung pada kepalanya?! Tidakkah itu mustahil untuk terjadi?!

__ADS_1


Pa-pasti dia menggunakan kemampuannya itu 'kan?! Jadi masa depan yang dilihatnya itu tidak seperti dugaanku sebelumnya?!


Mustahil! Aku yang mengubah area tepi pantai ini sepenuhnya, suasana malam ini, cairan lava panas ini, aku yang membuatnya! Masakan aku berakhir oleh kemampuanku sendiri?!


Bukan tanpa alasan Tifee mengubah area tepi pantai menjadi sebuah lautan lava yang menyala-nyala di tengah gelapnya malam ini, ia merencanakan hal lain, untuk membakar pria berambut sebahu yang telah menghambatnya ini, rencananya ini sudah dipikirkannya sejak awal.


Jika saja sebelumnya serangan fisiknya yang hebat itu bisa mengenai pria berambut sebahu itu sudah pasti ia bisa mengakhirinya dengan cepat, namun bahkan sampai ia mengubah tempat ini untuk memojokkan manusia itu, ia tidak menemui juga kemenangan yang ingin diraihnya itu.


Zrasaaashh ....


"Aaaaaaaaah!"


Dan saat ini ia kebingungan untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, fakta di mana setengah tubuhnya sudah di lalap cairan lava itu tidak terelakkan, dan ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa di tengah cairan panas yang melelehkan tubuhnya dengan instan itu.


Belum sempat mengatakan banyak hal, Tifee sudah benar-benar tenggelam ke dalam cairan lava panas itu dengan cepat dan mudah sekali.


Sudah terlambat untuk memikirkan hal lain terutama bagaimana cara agar ia bisa keluar dari cairan lava itu, satu-satunya cara agar ia bisa selamat hanyalah dua hal, harus kebal terhadap panas atau bisa mengubah situasi area ini sekali lagi saja yang sayangnya Tifee tidak memiliki dua hal tersebut.


Tidak pernah terpikir olehnya ia harus kalah secara konyol dari seorang pria berambut sebahu, yang notabene seorang manusia saja yang sering ia rendahkan sebelumnya.


Namun kenyataan tidak selalu sesuai dengan ekspektasi, hal ini berlaku pada iblis perempuan bernama Tifee, dia sungguh yakin akan kemampuannya dan kecerdikannya hingga akhirnya dia sama sekali tidak memikirkan hal lain selain itu, kesombongannya yang terkesan tersembunyi itulah yang menghancurkan hidupnya dengan mudah.


Vincent sendiri sudah kehilangan kesadaran tepat sebelum Tifee benar-benar mendorongnya ke arah cairan lava itu, dan pada kejadian yang sebenarnya memang dia sudah tidak memiliki lagi kekuatan dan tidak sadarkan diri lagi saat itu juga.

__ADS_1


Tiba-tiba suasana malam di sekitaran area tepi pantai ini mulai terjadi keanehan, dengan tanpa sebab seluruh tempat ini menjadi bergoncang hebat seakan-akan seperti diombang ambingkan oleh sesuatu dan seketika itu juga tempat itu 'pecah' dan hilang seketika.


Sepertinya karena penggunanya telah kalah, kemampuan (Trap)Destiny juga ikut hilang, seluruh tempat di mana area sekitaran pantai sudah benar-benar hancur dan tidak lagi bisa mempertahankan efek kemampuannya itu.


Blugh.


Dengan berakhirnya hidup dari iblis itu akhirnya tubuh Vincent kembali ke tempat asalnya, di balik pohon besar tempatnya bersembunyi sejak awal, situasi menjelang siang hari tidak juga membuatnya bangun, ia benar-benar sudah tumbang dan tidak sadarkan diri tidak akan bisa mudah untuk bangun, bahkan jika digelitiki juga.


Keadaan pria berambut sebahu itu tidak terlalu baik, tubuhnya memerah, luka bakar masih saja ada padanya, padahal luka itu ada karena serangannya sendiri, serangan sihir api yang besar dan kuat yang dikeluarkannya tidak memandang siapapun bahkan penggunanya pun tidak lebih kebal untuk menahan panasnya sihir ini.


Terlihat dengan jelas di beberapa bagian tubuh pria ini, dari kepala, badan, hingga kakinya pun ada bekas luka bakar yang terlihat tidak bisa dibiarkan begitu saja.


Dari sini kita bisa melihat begitu hebat dan kuatnya sihir api yang dikeluarkan oleh pria berambut sebahu ini, kali ini ketika ia menujukkan kekuatannya setelah menunggu hampir lima tahun lamanya namun kekuatannya itu tetap sama sebelum ia benar-benar masuk ke dalam kehidupan terpenjara selama hampir lima tahun itu.


Kekuatan sihir api yang dikeluarkannya meskipun mengenainya sedikit sudah memberinya luka dan kesakitan yang cukup mengganggu, dan jika dilihat sekali lagi tidak heran bilamana sihir apinya yang mengenai Tifee berkali-kali mampu membuatnya terluka parah, bahkan sampai menghancurkan bagian tubuhnya sampai jadi abu seperti itu.


Perlu diketahui waktu yang berjalan ketika Vincent dibawa masuk ke dalam dunia (Trap)Destiny milik Tifee, waktu akan tetap berjalan seperti dunia nyata, itu artinya pria berambut sebahu itu sudah menghabiskan beberapa waktu menghadapi iblis itu sendirian saja.


Sebuah takdir yang terjadi begitu saja tanpa sepengetahuannya, masa depan yang ia lihat sebelumnya tidak benar-benar terjadi seburuk itu pada kenyataannya, karena semua usaha yang dilakukannya demi membuat akhir yang berbeda dari yang sebenarnya terjadi pada akhirnya membuahkan hasil yang cukup baik.


Vincent bisa selamat dengan cara yang tidak biasa; ia selamat karena tidak sadarkan diri ketika menghadapi musuhnya itu, tidak disengaja olehnya namun dengan itu ia bisa menyelamatkan dirinya dari masa depan yang seharusnya ia alami sebelumnya tadi.


Kini iblis perempuan penguntit itu sudah benar-benar kalah dan fakta yang mengejutkan adalah pria berambut sebahu itu mampu untuk bertahan dan bahkan berhasil selamat dari iblis yang dikenal kuat dan tidak terbayang mengerikannya itu.

__ADS_1


__ADS_2