
"Benar Tuan, selain ia bisa memprediksi kejadian di masa depan hingga akhirnya bisa mengikuti perjalanan kita tanpa diketahui, dia juga bisa membuat 'dunia buatan' menggunakan kemampuannya yang lain itu."
Danny pun heran, belum lama ia mengetahui tentang sebuah kemampuan, ternyata para iblis pun memiliki kemampuan di luar ilmu sihir seperti ini, dan terlebih lagi memiliki dua kemampuan sekaligus.
"Kemampuan biasa juga disebut sebagai Ability, itu adalah kekuatan unik di luar energi sihir yang seringkali ditemui di dunia ini," jelas Tuan Housen.
Akhirnya Danny, Patricia dan Vincent tahu bagaimana menyebut kemampuan dalam sebutan alternatifnya, setidaknya penyebutan khusus akan membantu mereka untuk mengingat tipe kekuatan sihir dan juga kekuatan ability ini.
"Kau bisa bertahan sejauh ini, bagaimana caranya?" Tuan Housen menjadi serius dalam menanyakan setiap detil soal kejadian Vincent ini, yang memang baginya yang seorang demi human sekecil apapun informasi yang didapat jikalau mengenai iblis maka sudah pasti berguna.
"Kau hanyalah manusia biasa melawan iblis yang memiliki kekuatan luar biasa, bagaimanakah caranya?" Penekanan diberikan dalam nada bicara pria tua itu, yang pasti Danny dan Patricia juga bertanya-tanya mengenai hal ini juga.
"Apakah kau juga ... memiliki Ability?" Tuan Housen memiki dugaan yang besar mengenai hal ini, jika bukan dengan kekuatan Ability nya lalu dengan apa seorang manusia bisa bertahan menghadapi ras kuat dan juga jahat itu?
Danny dan Patricia berkeringat karena mendengar Tuan Housen yang seserius dan begitu tegas jika menyangkut masalah tentang iblis ini, rasanya jangan ada satu informasi pun yang terlewat karena tentunya hal ini berdampak pada ke depannya.
"Ya, kau benar Tuan Housen, tidak kusangka aku memiliki kemampuan dan bisa bertahan bahkan selamat dari pertarungan melawan iblis itu."
"Hah?!" Danny dan Patricia terkejut bersamaan, tidak disangka oleh mereka berdua bahwa ternyata Vincent memiliki sesuatu yang unik, Ability.
"Begitu ya, itu informasi yang cukup bagiku." Tuan Housen beranjak meninggalkan mereka bertiga untuk kembali ke ruang kemudinya.
__ADS_1
"A- apa Tuan tidak mau lagi mengetahui hal lain?" Vincent kurang yakin apakah Tuan Housen sudah benar-benar mempercayainya hanya dengan mengatakan itu saja?
Tuan Housen berbalik, raut wajahnya tidak seserius tadi, ia kembali ramah seperti biasanya ketika mereka pertama kali bertemu, dia terlihat seperti seorang kakek dengan banyak uban namun memiliki wajah ramah dan terkesan lebih muda.
"Aku turut senang kau kembali dengan selamat Nak Vincent." Setelah menjawab pertanyaan itu dia kembali berbalik dan meneruskan langkahnya untuk naik ke atas bagian kemudi dari kereta kuda dagangnya itu.
"Kita juga harus naik, perjalanan kita sepertinya akan panjang, nanti kuceritakan semuanya ketika kita berada di dalam kereta." Vincent mengingatkan dua temannya yang masih penasaran bagaimana asal usul Ability yang dipunyainya dan bagaimana caranya mengalahkan iblis itu.
"O-oh, kau benar Vincent, ayo kita naik ke kereta dagang." Danny membantu Vincent untuk berdiri dan kemudian mereka bertiga kembali masuk ke ruang bagian kereta dagang itu.
Kereta pun berjalan perlahan meninggalkan area tebing itu berjalan terus ke atas, ini adalah awal di mana mereka berempat akan pergi ke suatu tempat demi berlatih dengan Tuan Housen nantinya.
Dan ketika di dalam perjalanan Vincent berbincang-bincang dengan Danny dan Patricia sedang ia membiarkan Brock tertidur dengan damai di sampingnya, menghimpitnya dan itu sama sekali tidak nyaman.
Vincent menggerutu karena ia merasa sempit duduk bersebelahan dengan Brock di antara barang dagangan banyak yang lainnya di kereta itu.
Sedangkan Danny dan Patricia yang duduk bersebelahan dengan aman dan terteram itu hanya bisa tersenyum melihat Vincent sedang jengkel itu.
"Mau bertukar tempat denganku?"
"Hm, terima kasih atas tawaranmu Danny, tapi di tengah situasi yang berguncang dari tadi selama tiga puluh menit ini, rasanya aku sudah terbiasa terhimpit dengannya."
__ADS_1
Memang benar saat ini mereka sedang naik menanjak dari area tebing sebelumnya, dan setelah setengah jam guncangan akibat jalur yang tidak rata itu, sepertinya akan tetap seperti itu sampai pada tempat tujuannya tentunya.
"Kau sudah merasa lebih baik Vincent? Apa masih ada sesuatu yang mengganggumu?" Danny pikir jika temannya kembali merasa tidak enak maka seharusnya cepat ditangani agar tidak terjadi hal yang serupa lagi.
"Aku baik-baik saja, terima kasih atas perhatianmu Danny, meskipun agak aneh ketika diberi perhatian lebih oleh lelaki, tapi aku menghargai itu." Vincent malah mengomentari bagaimana dirinya itu tidak sering diperhatikan oleh wanita.
"Seperti yang telah kau ceritakan sebelumnya, kau mampu untuk memprediksi kejadian masa depan bukan? Lantas mengapa bisa-bisanya kau tidak tahu bagaimana caramu mengalahkan iblis itu?" Danny memang telah mendengar bagaimana Vincent bercerita dari awal pertemuannya dengan iblis dan pula pada akhirnya, namun pada bagian terakhir itulah yang tidak dipahaminya sama sekali.
"Aku sendiri tidak tahu, sungguh, Prediction Master, Ability-ku memperlihatkan aku kalah dari iblis itu, dan memang pada saat yang terakhir aku kehilangan kesadaran dan tidak tahu apa yang terjadi setelahnya." Vincent berusaha meyakinkan Danny akan apa yang telah dialaminya itu, memang ia sendiri tidak tahu pasti bagaimana caranya dirinya itu bisa kembali ke tempat ini dengan selamat.
"Memang ini berlawanan ketika aku melihat masa depan menggunakan kemampuanku itu, yang memang seharusnya aku kalah di sana, dan jikalau aku kalah itu berarti aku tidak bisa keluar dari tempat buatan milik iblis itu." Vincent mencoba menjelaskan ini sebisanya, karena ia tidak memiliki penjelasan lain yang lebih jelas dari apa yang telah dialaminya itu.
"Karena Tuan Vincent dapat kembali dengan selamat ke tempat semula, itu berarti Tuan mengalahkan iblis itu bukan?" Patricia menyuarakan pendapatnya mengenai hal ini.
"Dan juga tidak mungkin iblis itu mundur dan melarikan diri, karena memang sifat mereka tidak begitu, Tuan Vincent pun sudah menjelaskan begitu kuatnya iblis itu, jadinya kemungkinan besar iblis itu kalah oleh suatu cara yang tidak Tuan ketahui," tambah gadis itu.
Danny mengangguk-angguk, ia sependapat dengan Patricia, iblis memang sudah kuat dari awal namun melarikan diri dan membiarkan musuhnya hidup bukanlah ciri makhluk itu, yang pasti jika iblis mengalahkan temannya itu, sudah pasti dia tidak bersamanya saat ini berlaku sebaliknya juga, jika temannya selamat dan mampu untuk keluar dari kemampuan iblis itu, maka iblis itu telah dikalahkan olehnya.
"Aku sependapat dengan Patricia, kemungkinan besar kau sudah mengalahkan iblis itu Vincent."
Vincent sendiri memasang wajah kurang yakin dan tidak percaya, namun setelah mendengar pendapat teman-temannya itu, akhirnya ia menerima kejadian ini apa adanya saja.
__ADS_1
"Ini adalah keberuntungan bagiku untuk bisa berkumpul lagi dengan kalian." Vincent tersenyum lembut, ia memang tidak tahu apa yang terjadi setelah ia tidak sadar, namun yang pasti ia bersyukur karena diberikan kesempatan untuk lolos dan tetap hidup setelah bertemu dengan iblis itu.