Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 5: Petualang Pemula


__ADS_3

Zelo akhirnya sadar dari pingsan, ia mendapati dirinya sedang berada di klinik pusat kerajaan, ia sendiri berada di ruangan khusus dimana fasilitas ruangannya lebih memadai dibanding ruangan lain.


"...."


Dokter yang berjaga disana akhirnya mengetahui Zelo telah sadar dan segera menyapanya.


"Tuan Zelo akhirnya anda siuman."


"Ke...napa aku ada...disini?"


"Dua warga sekitar yang telah membawa anda kesini."


"Oh.. begitu."


Zelo merasakan seluruh tubuhnya perih dan ngilu.


"Tuan Zelo mohon maaf sebelumnya, perawatan yang saya berikan untuk tuan adalah memindahkan sakit bagian dalam tuan ke bagian luar."


"Maksudmu?"


"Luka tuan sebelumnya benar-benar parah, energi kehidupan tuan hampir hilang, jadi saya memindahkan efek sihir yang digunakan tuan ke bagian fisik tuan."


"Apa itu karena aku memiliki badan yang besar?"


"Ya, dan salah satu faktor lainnya adalah tubuh fisik tuan lebih kuat dari manusia biasa."


"Apa pihak kerajaan sudah tahu hal ini?"


"Kemungkinan belum, namun pasti mereka akan segera mengetahuinya."


"Aku telah mengecewakan Sang Raja."


"Sebaiknya Tuan jangan memikirkan hal tersebut dahulu, untuk sekarang tuan harus dirawat disini untuk beberapa hari kedepan."


Akhirnya Zelo menjalani perawatan untuk memulihkan kondisinya, dan segera setelah Raja tahu hal ini ia mengunjungi Zelo.


---------------------------


Danny dan Cecilia telah mengunjungi berbagai toko senjata dan perlengkapan bertempur.


"Lihat Cecilia pedangku yang baru ini!"


Danny berusaha memancarkan sinar untuk menarik perhatian Cecilia.


"Terlihat cocok Tuan." Balasnya dengan nada datar.


"Reaksimu biasa sekali Cecilia...." Danny terlihat cemberut.


"Namun pakaian dan perlengkapan semi-zirahmu terlihat cocok untukmu...."


***


Semi-zirah adalah pakaian biasa namun memiliki ketahanan seperti zirah pada umumnya meskipun tidak sekuat zirah asli


***


"Benarkah? ngomong-ngomong Cecilia membeli apa saja tadi?"


"Tuan, tadi kita tidak membeli tapi kita mengutang dahulu...."


"Oh ya, untung saja penduduk disini ramah dan baik-baik ya!"


"Tetap saja kita harus segera bisa melunasi barang yang telah kita beli."


"Saya hanya mengambil beberapa potion" Lanjutnya.


"Potion?"


"Semacam ramuan dengan berbagai jenis efek, yang ada saat ini pada saya dua potion kekuatan, dua potion penyembuh, dua potion penguat sihir, dan dua ekstrak potion pemulih kekuatan."

__ADS_1


"Ada berbagai jenis potion ya?"


"Ya dan saya tidak bisa menyebutkannya satu persatu."


"Menarik sekali." Danny baru mengetahui soal hal ini.


"Kalau begitu mari kita ke Dungeon untuk mencari tugas yang bisa kita selesaikan." Ajak Cecilia.


"Apa kau tahu dimana tempatnya?"


"Sudah saya tanyakan ke masyarakat sekitar sini, tinggal lurus kedepan melewati jalan besar, lewat jembatan di seberang sungai yang mengalir."


"Baiklah ayo kita kesana."


------------------


Sesampainya di Dungeon, bangunan disana tidak cukup besar, namun terlihat seperti sebuah kafe namun tidak ada gadis cantik atau pria ganteng disana. Yang Danny lihat sekumpulan pria besar kekar dan beberapa perempuan yang juga sedikit kekar.


"Permisi..." Cecilia mengucapkan salam


"Silahkan masuk petualang...." ucap petugas wanita disana.


Ketika berjalan melewati kerumunan petualang yang lain Danny merasa gugup dan hanya memasang muka yang dipaksakan ramah.


"Ka..kami mau mengambil sebuah tugas." ucap Danny gugup


"Kalian petualang pemula ya?"


"Ya.."


"Kalau begitu aku sarankan yang ini." sambil menyerahkan secarik kertas


"Cecilia coba bacakan."


"Disini tertulis mencari kucing hilang masyarakat bangsawan."


"Apa?!"


"Maaf Tuan Petualang, kami tidak bisa memberikan Hard Quest untuk petualang pemula, dan sesuai prosedur disini jika tugas sebelumnya yang memiliki kesulitan tertentu bisa diselesaikan bisa mengambil tugas yang lebih sulit."


"Hmmm, begitu ya."


"Kalian juga bisa merekrut anggota kelompok kalian untuk membantu perjalanan kalian."


"Cecilia bagaimana menurutmu?"


"Menurut saya lebih baik kita selesaikan tugas yang mudah dulu, untuk selanjutnya kita bisa membayar hutang kita."


"Hmmm ide yang bagus."


Danny dan Cecilia pun akhirnya menunaikan tugas yang mudah, mulai dari mencari hewan peliharaan yang hilang, membantu lansia dslam melakukan aktivitasnya, mengurus anak-anak, membersihkan seisi kota, semua itu dilakukannya dengan giat.


----------------------


"Terima kasih atas kerja kerasnya." Ucap sang petugas guild dengan memberikan uang imbalan


"Terima kasih banyak." Ucap cecilia


Setelah keluar dari guild mereka berdua langsung membayar segala hutang mereka.


"Akhirnya hutang kita bisa lunas...." Danny meregangkan badannya tanda ia merasa capek atas kegiatan yang dilakukannya


"Tuan, silahkan makan ini."


Cecilia mengeluarkan semacam permen berbentuk bulat berwarna coklat kehitaman.


"Permen coklat?"


Dannypun memakan benda yang dikiranya permen tersebut, tiba-tiba ia merasakan sesuatu pada tubuhnya.

__ADS_1


"Hmmm, nyaman...."


"Ini merupakan ekstrak potion pengembali stamina."


"Ekstrak?"


"Mudahnya ini merupakan potion praktis yang tidak berbentuk cair dan berada didalam cawan." Jelas Cecilia.


"Kamu membelinya?"


"Tidak Tuan, ras Elf memang memiliki kemampuan semacam ini."


"Wah hebat...."


Cecilia terlihat tersipu ketika dipuji Danny.


"Oh, mukamu merah, kamu sakit?"


"Ti..tidak Tuan."


Cecilia menjadi salah tingkah.


Sepanjang dijalanan kota tiba-tiba ada pria muda yan berumur sekitar dua puluh tahunan berpenampilan biasa, memakai syal coklat, baju yang sedikit terbuka dan celana panjang disertai sepatu boot, mengendong pedang besar dipundaknya, terlihat bahwa ia adalah seorang petualang juga.


"Yoo!" Suaranya keras dan agak berat


"?"


"Aku melihat kalian berdua sewaktu di guild."


"Ya?" Danny terlihat kebingungan


"Hahaha, santai saja aku hanya mau berbicara dengan kalian kok...."


"Oh...." Danny akhirnya mengerti tujuan pria asing itu.


"Begini aku lihat anggota party kalian masih sedikit."


"Aku hanya mau menawarkan jasaku kepada kalian." Lanjut pria tersebut


"Maaf Tuan, tapi kami tidak memiliki uang untuk menyewa seseorang." Cecilia menimpaliny.a


"Bahkan uang hasil dari guild kami habiskan untuk membayar hutang."


Danny segera mengiyakan pernyataan Cecilia tersebut.


"Kalian salah paham ya? aku bukannya mau memeras uang kalian menggunakan kekuatanku."


"Aku hanya ingin menjadi bagian dari anggota party kalian."


"Tenang saja selama aku bisa membantu, aku tidak akan mempermasalahkan uang hasil guild."


Penjelasan panjang lebar yang di utarakan pria tersebut membuat Danny dan Celicilia berpikir keras bagaimana harus menanggapinya.


"Cecilia menurutku ini penawaran yang bagus, lagipula untuk mengambil Quest yang sulit pasti kita memerlukan bantuan dari yang lain," ucap Danny pelan.


Tiba-tiba Cecilia mengajukan pertanyaan pada pria tersebut.


"Apakah kami bisa memercayaimu?"


"Aku dikenal orang sebagai Forhan Sang Penebas, jikalau aku mengkhianati tujuanku sendiri pedang besar yang ada dipunggungku itulah yang akan menghukumku."


"Tuan Forhan aku Danny dan Cecilia menghargai tawaran baikmu."


"Semoga kita bisa menjadi rekan yang hebat," ujar Danny.


"Ya."


Setelah mereka bersalaman akhirnya resmi sudah, jumlah anggota party mereka menjadi tiga orang dengan demikian mereka bisa mengambil Quest dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, Namun diam-diam Cecilia menaruh kecurigaan besar pada Forhan, ia mencium aura tidak sedap yang berada disekelilingnya, aura binatang buas.

__ADS_1


***


__ADS_2