Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 185: Makhluk Hitam?!


__ADS_3

Makhluk bayangan hitam pekat, itulah yang dilihat oleh pria kriting itu saat ini, ia benar-benar tidak mengetahui siapa yang menyerangnya itu.


Kibo bergegas untuk menggerakan badannya itu yang tertempel agak dalam karena hempasan kerasnya itu, pecahan beton mengelupas ke bawah selagi ia berusaha melepaskan dirinya itu.


Karena kekuatan fisik yang cukup mumpuni Kibo tidak merasakan sakit yang berlebihan ketika dirinya harus bertabrakan dengan objek yang keras itu.


Setelah berhasil bangkit berdiri kembali, Kibo memperhatikan lebih lanjut siapa yang telah menyerangnya itu, dan masih saja hanya bayangan hitam berbentuk manusialah yang terlihat oleh matanya saat.


S-siapa dia ini?!


"Hei! Apakah kau adalah salah satu dari peserta kompetisi ini?"


Makhluk hitam itu diam tak bergeming tanpa sedikitpun mengatakan apapun, hal ini membuat insting bertahan Kibo makin meroket dengan tinggi, ia bergegas untuk mengambil belatinya yang ada di jalan saat ini.


Sepertinya kali ini aku tidak bisa berbicara dengan makhluk aneh itu, satu-satu hal yang dapat kupikirkan saat ini adalah ... dia pasti salah satu dari peserta kompetisi ini!


Kalau begitu yang terjadi selanjutnya pasti—


Makhluk hitam itu bergerak dengan cepat hendak menyerang Kibo kembali, namun kali ini Kibo bisa membaca pergerakan makhluk hitam itu.

__ADS_1


Gerakannya cepat! Tapi ...


Tangan kanan Kibo telah memegang belati kecil itu dengan erat, kini mereka saling berhadap-hadapan akan saling menyerang satu sama lain.


Dengan ini, pasti belatiku akan mengenai makhluk itu dengan telak!


Dengan percaya diri Kibo menghunuskan belati kecil itu pada tubuh makhluk hitam itu, namun sesuatu yang tidak ia duga kemudian terjadi.


Serangan belati Kibo hanya melewati tubuh Makhluk hitam itu, dengan kata lain serangannya itu menembus badan daripada makhluk misterius itu.


Tembus?!


Kibo berusaha menahan laju larinya itu karena ia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang makhluk itu, namun tidak berjalan mulus tampaknya.


Ukh ....


Karena tumpuan kakinya harus menahannya agar berhenti melaju ke depan, Kibo harus merasakan sakit yang kembali muncul akibat cidera yang ia alami sewaktu perjalanan sebelumnya.


Sakit! Kaki kananku sakit kembali! Astaga ....

__ADS_1


Untuk sesaat Kibo berpikir bahwa mungkin saja ia akan bisa melupakan rasa sakitnya itu, namun dengan mengikuti kompetisi ini rasanya hal yang ia inginkan itu tidak mungkin bisa terjadi.


Meskipun begitu, ia sudah menguatkan tekadnya agar bisa mengikuti kompetisi ini dan sekaligus memenangkannya, yang bisa ia lakukan saat ini hayalah mengabaikan rasa sakit yang menderanya saat ini.


Kibo kembali memperhatikan dengan seksama makhluk hitam beraura itu, baru kali ini dirinya melihat makhluk se-aneh dan se-asing itu, dan lagi serangannya yang menembus tubuh dari makhluk itu kini mengundang pertanyaan besar baginya.


Pasalnya makhluk itu bisa menyerang dirinya dengan biasa, namun mengapa kali ini ia tidak bisa diserang balik?


Seranganku tidak bisa mengenainya ... mengapa bisa begitu? Apakah ini adalah salah satu dari kemampuan makhluk ini?


Kibo memegang belakang punggungnya, baju petualang yang ia pakai kini sedikit agak robek, bagian punggungnya sedikit lecet karena tubrukan dengan beton keras tadi, namun hal ini tidak begitu menganggunya.


Astaga aku sama sekali tidak mengetahui informasi apapun mengenai siapa dia ini yang sebenarnya, lagipula mengapa ada makhluk semacam ini yang mengikuti kompetisi ini?!


Kibo masih belum memahami situasi yang terjadi saat ini, keberadaan makhluk hitam aneh dan agak menakutkan itu membuatnya agak ragu-ragu apa yang seharusnya ia lakukan saat ini.


Satu-satunya hal yang dapat kupikirkan saat ini adalah kemunculan dan tujuan makhluk hitam ini adalah untuk merebut bel kecil yang kumiliki ... kalau begitu ....


Kibo segera membalikkan badannya dan bergegas lari dengan cepat, namun tidak secepat kilat, yang pasti dia lari cukup cepat dengan tujuan untuk melarikan diri dari makhluk hitam itu, saat ini ia hanya berpikir untuk melindungi bel kecil itu semampu yang ia bisa sembari memikirkan kembali rencana yang tepat bilamana ia harus kembali menghadapi makhluk hitam itu.

__ADS_1


Namun ternyata rencananya itu tidak berjalan dengan mulus juga.


__ADS_2