
Danny bisa melihat Brock dengan keringat yang mulai bertetetasan dengan deras dan terlihat pucat; tubuhnya memang besar dan seharusnya punya kekuatan yang besar juga, hanya saja pasti ada alasan mengapa ia tidak mampu bertahan untuk berjalan di area ini.
"Brock k-kau ...." Danny mulai mengkhwatirkan Brock saat ini, ia memang sungguh-sungguh terlihat sempoyongan, seperti akan terjatuh dengan mudah dan bilamana ia terjatuh di sana sudah pasti keadaan bahaya bagi keadaan Vincent yang tidak baik itu dan juga tentu pula Brock akan terkena efeknya juga.
Bebatuan licin dan ranting tajam memang adalah hal yang terdengar sepele, namun sebenarnya tidak begitu kenyataannya; jika saja Brock terjatuh dengan kondisi Vincent yang masih digendongnya itu tentulah kita bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya, kemungkinan terburuk bisa terjadi, Vincent bisa selesai di sana dan Brock mungkin saja bisa terluka dengan cukup banyak.
Keadaan jalan yang sempit dan tidak mudah dilalui dengan cepat ... di tambah aku terlalu cemas berpikiran berbagai macam hal ... ini membuat aku tidak bisa lagi berlari, bahkan untuk berdiri saja kakiku sudah gemetar ....
Brock merasa terdesak dengan keadaannya yang seperti ini, ia memang merasa tujuannya itu sudah dekat, namun mengapa ia tidak sampai juga pada tujuannya itu; ia bertanya-tanya saat ini.
Sedikit lagi ... aku sudah melihat Danny yang saat ini terus-terusan menyemangatiku untuk terus berjalan menuju ke tempat itu ....
Brock berpikir apa yang harus dilakukannya di situasi seperti ini? Apakah ini berarti ia gagal untuk membawa Vincent ke tempat di mana ia bisa kembali untuk dipulihkan? Ini benar-benar situasi yang tidak mudah.
Beberapa saat, tidak lama kemudian Brock menemukan alasan mengapa ia merasa lemah pada tubuh dan kakinya itu, ia akhirnya mengetahui penyebab asalnya mengapa hal ini terjadi padanya.
Ah! Aku harus menguatkan mentalku! Aku tahu karena aku tidak cukup tekad untuk membawa Vincent ke tempat sungai kecil itu! Aku terlalu takut bilamana ada hal buruk terjadi pada si Vincent ini, padahal memang itu hanya pikiranku saja! Aku harus berjuang sebisaku!
Brock akhirnya sadar, tidak seharusnya ia menjadi takut di tengah situasi yang terlihat kurang bagus ini, bila pikiran negatif terus menguasainya maka sudah pasti akan makin sulit untuk menghadapi situasi sulit ini.
Brock tahu ketakutannya tidak diperlukan di sini, keputusan untuk menyelamatkan Vincent adalah satu-satunya hal yang harusnya ia pikirkan saat ini, tidak lebih tidak kurang.
Setelah melihat Brock yang sepertinya kewalahan tiba-tiba Danny bisa melihat aura serius dari raut mata Brock, sebuah tekad yang kuat untuk menyelamatkan temannya; tekad yang terlihat dan benar-benar kuat.
"Brock ...."
Danny memutuskan untuk kembali melanjutkan jalannya, di sana ia bisa melihat Patricia tengah melakukan sesuatu di samping sungai kecil itu.
Danny melangkah dengan penuh kepastian dan segera mendekati Patricia. "Kau ... sudah berhasil menguatkan tekadmu Brock ...."
__ADS_1
Brock menguatkan kakinya, ia tidak berencana untuk terus berjalan lagi, ada hal lain yang ingin dicobanya saat ini.
Sihir! Aku bisa menggunakan sihir tanah untuk memanipulasi banyak bebatuan tajam dibawah kakiku.ini, di antara bebatuan yang terlihat berdempetan ini pastilah ada tanah yang berada di dalamnya!
Brock mulai memfokuskan pemikirannya, ia hendak menggunakan sihir tanah untuk membantunya melewati area ini.
"Sihir Tanah: Manipulasi Bentuk Dataran!"
Perlahan namun pasti tanah yang tidak terlihat karena tertutup batu itu mulai mencuat keluar dan pada akhirnya membuat jalan tanah yang tebal di atas babatuan tajam itu.
I-ini dia! Seharusnya aku memikirkan hal ini dari awal! Aku harus segera mencapai tempat sungai itu!
Melihat sihirnya berjalan dengan sukses, Brock segera berlari dan sudah tidak melihat lagi Danny yang menunggunya, ia mengira Danny sudah berada di samping sungai itu bersama gadis yang bernama Patricia.
Tidak berapa lama kemudian Brock akhirnya berhasil keluar dari jalan sempit itu dan segera mendekati Danny dan Patricia.
"Kau berhasil Brock!" Danny senang perkiraanya itu tepat, ia bisa percaya pada tekad Brock dan akhirnya tekadnya yang kuat itu membuahkan hasil yang baik.
"Brock?! Kau baik-baik saja?!" Danny tahu Brock memang berlari dari area yang cukup berbahaya itu, namun ia tidak menyangka luka yang diterima Brock bisa cukup banyak terukir di badannya itu.
"Tidak perlu mengkhawatirkanku! Tolonglah Vincent! Dia sepertinya makin melemah dan segera butuh pertolongan!" Brock lebih mementingkan temannya yang berada di kondisi hidup dan mati itu, ia tidak mau agar temannya itu berhenti berjuang sampai sini setelah tekad yang baru saja dia umumkan itu.
"Cepat! Rebahkan Tuan Vincent di tanah!" Patricia langsung memberi perintah, waktu yang dimilikinya untuk memulihkan Tuan Vincent tidak banyak dan ia harus segera melakukannya.
Brock dengan segera menurunkan Vincent dari punggungnya dengan hati-hati, tepat di dekat Patricia yang juga dekat di samping sungai kecil itu.
"Baiklah, aku akan mulai ... semoga berhasil!" Patricia menepuk pipinya sendiri berkali-kali sembari menyemangatinya agar ia berusaha semampunya untuk membuat Tuan Vincent ini sadar.
Ia mengambil air dengan menggunakan kedua tangannya, namun anehnya air itu seperti terbang dan berkumpul dalam jumlah yang sedikit membentuk bola kecil bisa jadi seukuran bola kasti.
__ADS_1
"I-itu? Sihir air?" Danny baru pertama kali tahu bahwa Patricia ternyata mampu untuk menggunakan sihir air; ia kira Patricia baru-baru ini mempelajari sihir angin ketika bersamanya ketika dilatih oleh Kakek Leith.
"Tidak Danny, ia menggunakan sihir angin untuk membuat udara di sekitar air itu, seolah-olah air itu yang bergerak padahal udara yang berkumpul di luar air itulah yang membuat air itu seolah-olah langsung dikendalikan." Brock langsung menanggapi perkataan Danny itu.
"Be-benarkah?"
Danny juga tidak begitu mengetahui soal kekuatan Patricia selain ia memang sudah belajar sihir angin, ia juga baru tahu Patricia ternyata bisa menggunakan sihir penyembuh juga.
Danny juga tidak pernah menanyakan kekuatan Patricia yang sebenarnya, yang saat ini ia yakin gadis itu lebih kuat dibanding yang kelihatannya.
Ia merasa kagum Patricia bisa mengontrol kekuatan sihir angin sebaik itu, ia kira ia memang benar-benar belajar bersama Kakek Leith dengan baik.
Danny merasa Patricia memang bisa diandalkan, hanya saja memang terkadang ia terlihat tidak terlalu menggembar-gemborkan apa yang ia bisa; Patricia adalah seorang kenalan yang tidak lama dikenalnya, Danny merasa ia perlu tahu banyak tentang dia.
Perlahan Patricia mengontrol air yang berbentuk bola kecil itu, ia kemudian menutup matanya, memfokuskan pikirannya dan seketika itu juga aura hijau muncul di bola air kecil yang sedang mengambang itu.
Danny tidak mendengar Patricia mengucapkan hal apapun ketika menggunakan kekuatan penyembuhnya itu, jadinya saat ini ia penasaran kekuatan penyembuh apa yang sebenarnya dilakukan olehnya?
"Tolong bantu bukakan mulut Tuan Vincent." Patricia meminta bantuan karena memang ia agak kesulitan mempertahankan bentuk bola air kecil ini dengan lama, ia tidak bisa mengalihkan fokusnya pada bola air kecil itu saat ini.
Dengan segera Brock menuruti apa yang diminta oleh gadis itu, ia segera membukakan dengan hati-hati mulut temannya itu, dan memangkunya karena Brock tahu Patricia akan melakukan sesuatu pada Vincent menggunakan air itu.
"Tolong jaga agar ia bisa minum air yang akan kuarahkan padanya ...." Patricia dengan fokus mengarahkan bola kecil air yang ber-aura hijau itu pada mulut Vincent yang sedikit menganga.
Setelah masuk dengan tepat pada mulutnya, Patricia menghilangkan perlahan bentuk bola kecil itu dan memastikan air itu masuk ke dalam tubuh Vincent.
Tidak lama kemudian tubuh Vincent bercahaya hijau, ini aura yang biasa bilamana pemulihan sedang terjadi; reaksi ini dapat terlihat bilamana seseorang menggunakan potion pemulih tenaga juga.
Patricia tidak mempermasalahkan bilamana air itu masuk ke dalam pernafasan atupun jalur ke pencernaannya, itu tidak masalah; efek kemampuannya akan bekerja memperbaiki kerusakan dari dalam yang membuat Vincent tidak sadarkan diri saat ini.
__ADS_1
Aura hijau perlahan terlihat dari tubuh Vincent yang sedang dipangku Brock itu, aura itu semakin lama semakin jelas terlihat dan seperti makin kuat efeknya.
"A-apa ini?" Danny tidak tahu bilamana kemampuan penyembuh milik Patricia ini bekerja, karena memang sedikit berbeda dibanding memakai potion yang diminum pada biasanya.