Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 84: Sulit Ditebak


__ADS_3

BRUK!


"OH!"


"LIHAT PRIA BERCELANA MERAH JATUH!"


"OH KAU BENAR!"


"HEI IA BAIK-BAIK SAJA?"


10 ...


9 ...


8 ...


7 ...


6 ...


5 ..


NGIIIIIING ....


"OH, LIHAT DIA KEMBALI BERDIRI!"


"Danny!"


TENG!


"AH!"


Pertarungan ronde kedua telah berakhir, Danny jatuh untuk pertama kalinya dari lawannya, ia merasakan kesakitan pada dadanya sekarang.


Ia berjalan sedikit sempoyongan pada Vincent dan Brock.


"Kau tidak apa-apa?" Vincent tengah mengecek kesadaran Danny dengan melihat matanya, dan memeriksa sekitaran kepalanya, menghindari kejadian yang tidak di inginkan, seperti berdarah misalnya.

__ADS_1


"Maaf, serangan pria bermata sipit itu ... kuat ...."


Danny memegang perutnya sendiri, terlihat sedikit merah, Vincent segera mengelapkan air serta es batu yang telah disiapkan sebelumnya pada perut Danny.


"Ugh ...."


Brock terdiam, ingatan akan kejadian buruknya malah menjadi-jadi teringat di kepalanya saat ini.


"Danny ... kalau ... kau tidak kuat ... sebaiknya ...." Tatapan Brock terasa benar-benar mengkhawatirkannya saat ini.


"Ah, Brock ... terima kasih telah mengkhawatirkanku, tapi aku tidak berencana untuk kalah sekarang ini ...." Ujar Danny sembari tersenyum, ia berusaha menyakinkan Brock bahwa dirinya masih bisa melanjutkan pertandingan ini.


Tinggal tersisa satu ronde terakhir, kesempatan terakhir pula untuk Danny saat ini, jika tidak ada sesuatu yang terjadi atau malah keadaan semakin buruk, Danny bisa kalah dengan K.O ataupula dengan kekalahan poin pada saat pertandingannya saat ini.


Keputusan draw atau seri bisa saja terjadi, namun itu hanya berlaku bagi petarung yang bertarung cukup seimbang, dalam hal ini Quan Cho lebih memimpin dalam perolehan poin.


Jika dilihat dari pertarungan sebelumnya, Quan Cho berhasil membuat Danny kerepotan dan memojokkannya, hingga berakhir dengan kerobohannya.


Itupula Danny beruntung karena diselamatkan oleh bel, jika tidak tidak ada hal yang lebih buruk selain Danny harus dikalahkan dengan K.O.


***


"Kau benar, namun pria bercelana merah belum sepenuhnya kalah, kita akan lihat sampai dimana kemampuannya di pertandingan pertamanya ini."


Lima orang berkostum robot tengah melihat siaran langsung dari layar khusus yang berada di ruangan khusus mereka pula, di mana tidak ada satu orang pun selain mereka yang mengetahui ruangan itu.


***


"Seperti apa kata Brock, kau tidak usah memaksan diri, tapi kalau kau mampu kalahkan dia saja!"


TENG!


"Seperti keinginanmu ...." Ujar Danny dengan tersenyum, bukan senyuman ramah, ini terlihat seperti senyuman ketertarikan pada lawannya sendiri.


Kedua petarung kembali memasuki area bertanding, Quan Cho belum menunjukkan adanya kemunduran, malah sebaliknya ia terlihat semakin bersemangat untuk memukul lawannya saat ini.


Dia kuat! Tapi aku harus bisa lebih banyak menyerang sekarang ....

__ADS_1


Danny memulai dengan beberapa pukulan, namun beberapa pukulan itu dapat di hindari dengan mudah olehnya.


Serangan balik mulai dilancarkan, Quan Cho kini mulai mengincar wajah Danny, namun tangan Danny sudah berada di depan wajahnya untuk menghentikan pukulan itu, namun ternyata ....


Gerakan pukulan ke depan wajahnya itu hanyalah gerakan tipuan, di mana di saat yang tepat gerakan itu dialihkan dengan serangan kaki kanan yang mengenai dengan tepat dada Danny, dan pada akhinya Danny harus kembali roboh untuk kedua kalinya.


"Danny!"


Brock dan Vincent dengan seketika berteriak bersamaan, mereka sekarang semakin khawatir dengan keadaan Danny sekarang.


***


Aaah, tendangan itu mengenaiku dengan telak ya ...


Bagaimana ini, waktu semakin menipis ...


Cepat atau lambat aku akan kalah bila terus seperti ini ...


Padahal aku sudah menyakinkan Brock dan Vincent ...


Rasanya, enak bila aku tertidur ... nyaman sekali rasanya bila aku bisa langsung beristirahat seperti ini ...


Dia terlalu kuat ...


***


4 ...


!


Danny akhirnya sadar kembali dan berhasil bangkit kembali meskipun dengan susah payah, dadanya kini terasa sesak, ini berakibat pada kepalanya yang terasa sedikit pusing karena kesulitan bernafas.


Kaki Danny pun ikut terkena imbasnya, kakinya mulai bergemetaran kecil sekarang.


Waktu benar-benar tidak memberinya ampun, sekarang apa yang harus ia lakukan untuk menang?


Apakah ia bisa mengalahkan kemungkinan menang yang kecil ini?

__ADS_1


__ADS_2