Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 170:Kembali Ke Jalan


__ADS_3

Aaah pada akhirnya akan seperti ini ya ....


Yah ... selama hal ini bisa membebaskanku, itu tidaklah masalah ....


Aku hanya ingin agar bisa memenangkan kompetisi itu, dan mewujudkan mimpi kita bersama ....


Yizi sekarang sudah tidak ada bersama kita, jadi selagi kita berpetualang sekaligus sambil mencarinya pula.


Meskipun dia tidak ada di sini saat ini, tapi aku percaya dia masih hidup.


Maka dari itu langkahku tidak boleh terhenti di sini ... aku tidak mau ... berhenti ... di sini ....


Meskipun aku tidak bisa berjalan normal lagi nanti, tidak masalah ... lagipula aku bukan petarung kuat yang akan selalu diandalkan ... aku hanyalah seorang pengganti Yizi untuk sementara sampai kami bisa menemukannya kembali.


Dan aku tahu semua anggota Alliance Fight's telah percaya padaku sama seperti pada Yizi, mereka akan mengikuti segala perintah dan arahan yang akan kuberi.


Dan bila aku harus terhenti di sini sama saja dengan menghentikan mimpi kami semua, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!


Sebagai pemimpin yang tersisa, aku tidak akan terhenti oleh apapun juga demi kelompok kita!


Aku ingin seperti Yizi yang mempunyai tekad yang kuat dan selalu bersikap tegar ... aku ingin mencontohnya, aku ingin kuat seperti dirinya.


Masih ada alasan bagiku untuk terus berada di kelompok ini, aku akan mengemban tugas ini sebaik mungkin ... pasti ... aku tidak akan berhenti di sini!


Pisau kecil tajam itu menyentuh kulit dekat pergelangan kaki Kibo, ia merasa ngilu saat ini, rasanya ia ingin tidak sadarkan diri selama proses ini berlangsung, namun pada kenyataannya ia dalam kondisi sangat sadar pada saat ini.


Kibo akhirnya tetap memperhatikan proses itu, yang pasti pria besar itu masih belum melanjutkan aksinya terlihat ia masih saja tidak tega untuk melakukan hal itu pada tuannya sendiri.


Padahal pisau kecil itu benar-benar telah menempel pada kulit tuannya itu, dan hal itu membuat darah segar keluar dari kulit dekat pergelangan kaki kanannya itu.


Kibo yang mengalami hal ini berusaha untuk tetap tegar, meskipun ia tahu hal ini benar-benar buruk bagi dirinya.


Nampak di suasana sekitar mereka matahari mulai terbit, cahaya matahari dari timur perlahan muncul meskipun nampaknya cahaya itu belum mengenai daerah bebatuan ini.


Tangan Pria besar itu bergemetar kecil, ia nampak tidak yakin untuk melakukan hal ini, apalagi hal ini akan menyakiti tuannya itu.


Pada akhirnya perintah tuannya itu tidak bisa ia laksanakan karena berlawanan dengan hati nuraninya sebagai manusia.


Trang ....

__ADS_1


"Ma-maafkan saya Tuan Kibo, saya tidak bisa melakukan hal ini ... saya tidak tega ...."


Pisau kecil itu terjatuh ke bawah dekat kaki kanan Kibo, bercak darah terlihat jelas pada pisau itu, sebagai tanda pisau kecil itu memang mampu untuk memotong apapun termasuk yang tersembunyi dalam daging sekalipun.


Kibo melihat dengan seksama pisau itu, sedangkan pria besar itu sedikit menjauh karena ia merasa tidak sanggup dan sebenarnya memang semua anggota Alliance Fight's tidak mampu untuk melakukan hal ini pada pemimpinnya itu.


Ia akhirnya mengambil pisau kecil itu dengan tangan kanannya, ia melihat kembali bekas sayatan yang sekarang darah mulai keluar, menempatkan kembali pisau itu pada bekas sayatan itu.


Pada akhirnya hal itu hanya bisa dilakukannya sendiri, Kibo sadar akan begitu beratnya jika mereka menanggung rasa bersalah akibat perintahnya itu.


Kibo mengambil risiko itu, dan berniat untuk melakukannya sendiri.


Ia mengambil waktu sejenak ....


Tanpa disadari oleh para anggota organisasi itu cahaya matahari pagi perlahan mulai menyinari daerah bebatuan itu, dari ujung sampai pada akhirnya sampai pada tempat dimana mereka berada saat ini.


"Haaah!" Kibo berteriak sembari hendak melakukan proses menyakitkan itu, ia melakukan itu untuk menghilangkan rasa takutnya.


"!"


"Tunggu Tuan!" teriak salah seorang pria besar itu.


"?"


"Lihat!"


Cahaya matahari telah bersinar secara penuh di area bebatuan ini, cahayanya nampak terang dan indah dan pula bebatuan itu nampak bersinar karena terpancar sinar matahari itu.


Para pria besar di sana dan beserta Kibo memperhatikan dengan seksama kejadian ini, mereka merasa area ini menjadi berbeda dari sebelumnya.


"Lihat itu!" ujar salah seorang pria pria besar itu, ia menunjuk pada area bebatuan itu, batunya menyusut ke tanah!


"Mengapa batu-batu ini menyusut ke tanah?"


Semua orang yang berada di area ini terheran-heran melihat kejadian ini, batu-batu kecil nan tajam itu perlahan berangsur-angsur menyusut ke bawah tanah, dan nampak pula bekas batu pada tanah itu kembali tertutup secara ajaib.


Kibo melihat pula pada kaki kanannya yang terjebak pada celah batu sempit itu, dan benar saja batu-batu kecil itu ikut menyusut ke bawah.


Semua batu yang tersebar di area ini semuanya menyusut ke tanah, tidak terlewat satu pun, dan saat ini terlihat area besar dengan hamparan tanah kosong yang ada, batu-batu itu sekarang sudah menghilang dengan cara yang tidak bisa dijelaskan.

__ADS_1


Kibo berusaha mengangkat kakinya, karena memang kakinya itu sudah tidak tersangkut lagi pada celah batu itu, ternyata ia berhasil!


"Tu- tuan telah bebas!"


Semua pria besar itu menyadari akan kebebasan kaki tuannya itu dari celah batu itu, mereka bersorak akan hal itu.


"Hore!"


"Yaaahhh!"


"Tuan kita tidak perlu melakukan hal mengerikan itu!"


"WOAAAH!"


Kibo sendiri senang karena kakinya itu bisa terbebas dari celah batu sempit itu, ia pikir sudah tidak ada lagi cara untuk melepaskannya kecuali dengan melakukan hal mengerikan tadi, namun ternyata selalu ada cara, dan hal itu sama sekali tidak terpikirkan olehnya.


Kibo berusaha untuk berdiri, meskipun harus tertatih-tatih, ia berhasil berdiri kembali. Kaki kanannya masih membiru sampai ke lutut dan bekas darah sangat terlihat disekitar pergelangan kaki kanannya itu karena jepitan batu itu.


Pada akhirnya ia tidak perlu menyayat seluruh bagian kakinya itu, dan ia sangat bersyukur tidak perlu melakukan hal itu.


Salah seorang dari pria besar itu menghampiri Kibo, mengambil beberapa peralatan pertolongan pertama yang selalu mereka bawa setiap kali dalam perjalanan.


Pria besar itu membantu membersihkan luka pada kaki kanan Tuannya itu, menggunakan kapas, kemudian meneteskan beberapa tetes obat dan diakhiri dengan memperban bagian kaki Kibo dari bawah alas kaki sampai lutut.


Mereka tidak memakai obat berupa potion karena harus membeli dari toko, mereka lebih suka meracik sendiri obat dari berbagai tanaman yang ada, pengeluaran yang tidak begitu diperlukan akan berpengaruh pada kondisi keuangan kelompok Alliance Fight' itu.


Kibo kembali mengenakan sepatunya, sedikit terasa ngilu namun ia berusaha untuk tetap mengenakannya, sepatu boot coklat itu terasa berat sebelah dan tentu saja masih terasa sakit, ia hendak beradaptasi dengan rasa sakit ini dan memang pilihannya hanya itu.


Kini akhirnya mereka bisa melanjutkan perjalanan mereka, bahkan mereka bisa menunggangi kuda saat ini, dengan kecepatan penuh pula dengan tujuan agar bisa sampai ke dekat kerajaan barat


Ditengah perjalanan Kibo sempat memikirkan tentang area berbatu tadi, ia masih penasaran mengapa area itu bisa berubah secara misterius.


Setelah dipikir-pikir kembali, mereka memang hanya bisa menggunakan teori untuk bisa memecahkan alasan mengapa area berbatu itu bisa tiba-tiba berubah kondisi.


Kibo pikir area yang kini ia lewati ini akan kembali muncul bebatuan kecil pada malam hari, atau setidaknya pada saat cahaya matahari tidak menyinari tempat ini, dan akan batu itu akan kembali menciut saat cahaya matahari menerpa area ini.


Hanya kesimpulan itulah yang dapat ia pikirkan saat ini, selain itu ia tidak mengetahui mengapa hal tersebut bisa terjadi ... apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa area ini bisa begitu unik?


Para anggota Alliance Fight's tidak mengetahui adanya area seperti ini di dunia ini, ternyata meskipun seseorang pernah melakukan berbagai perjalanan ke berbagai tempat, hal itu tidak akan menjamin ia akan tahu setiap detail dari tempat yang mereka datangi.

__ADS_1


Mereka kembali memacu kudanya agar bisa sampai dengan cepat ke dekat daerah kerajaan barat.


__ADS_2