
Suara ketukan pintu sedikit mengejutkan Danny, ia berupaya untuk tidak terlihat bersedih dan dengan segera ia pergi membuka pintu kamarnya.
Klek ....
Begitu Danny membuka pintu, ia melihat tiga orang tua yang ada di depan kamarnya melihatnya dengan tatapan serius dan dalam, dan dari penampilan mereka Danny merasa tidak asing.
Butuh waktu beberapa saat agar Danny sadar akan siapa sebenarnya ke-tiga orang tua ini, karena sudah beberapa waktu berlalu dirinya itu hampir melupakan beberapa orang tua hebat yang dahulu beraamanya ketika di kota ini.
"Astaga! Tuan-Tuan!" Danny tidak percaya bisa melihat kembali orang-orang hebat ini, pasalnya sudah lama ia tidak bertemu dengan mereka dan lagi penampilan mereka sudah jauh ... jauh berbeda dibanding dahulu.
Danny merasakan aura kehormatan yang kentara dari para orang tua ini, sungguh mereka seperti orang yang berbeda namun dengan penampilan yang sama.
"Tuan Rhart! Anda terlihat gagah seperti biasanya! Tuan Ther dan Tuan Cleus semuanya nampak sehat-sehat saja syukurlah!"
Dari samping kiri ke kanan, adalah Thart,Cleus, dan Ther.
"Danny, sebenarnya aku Ther dan dia Cleus," ucap orang tua yang berpenampilan rapih ke orang di sebelah kanannya yang berjanggut dan berkumis tebal.
"Hah?! Bukannya dahulu anda berpenampilan seperti ini Tuan Ther?" Danny tidak menyangka akan melihat perubahan yang cukup drastis di sini.
"Semuanya berubah anak muda seiring dengan berjalannya waktu," ucap orang tua dengan janggut dan kumis tebal, dikatakan dengan nada yang pelan dan santai.
"Tuan Cleus?! Anda seharusnya tidak berpenampilan dan berbicara seperti Tuan Ther dahulu! Mengapa bisa tertukar?"
Danny bingung, seingatnya dahulu, penampilan Tuan Rhart adalah paling gagah berani, pria yang hebat dengan aura yang kuat, dan penampilan Tuan Ther yaitu rambut agak panjang, berjanggut dan berkumis tebal dengan raut wajah yang santai, dan terakhir Tuan Cleus yang penampilannya lebih senior dan lanjut umur, namun terlihat ramah.
Setidaknya itulah yang penampilan mereka dahulu, Danny masih bisa mengenali Tuan Rhart dengan baik, namun Tuan Ther yang seharusnya berpenampilan tertutup dengan rambut panjang, janggut dan kumis tebal, kini malah terlihat bersih dan rapi, Tuan Cleus yang seharusnya bersih dan rapi seperti Tuan Rhart malah berambut agak panjang dan berjanggut serya berkumis tebal.
Tidak sampai di sana Tuan Ther yang seharusnya terlihat serius dan tidak banyak bicara malah sekarang tampak biasa saja, dan Tuan Cleus yang biasanya biasa saja malah jarang berbicara dan terlihat santai.
Perubahan kedua orang tua ini cukup drastis dan jadinya Danny harus membiasakan diri lagi agar tidak salah mengenali Tuan Ther dan Tuan Cleus
Danny melihat Tuan Rhart yang hanya berdiri saja di sana menatapnya dengan serius namun penuh arti, dan itu membuat Danny sedikit menyangka bahwa tindakannya ini mungkinkah tidak sopan?
__ADS_1
Pasalnya orang-orang ini adalah orang hebat yang berasal dari kota ini, Danny pernah beberapa saat bersama mereka berjuang menghadapi masalah internal Pusat Kota Kerajaan Timur, dan pada akhirnya masalah tersebut bisa selesai dengan baik.
"Tuan Rhart?" Danny berupaya untuk berbicara dengan Tuan Rhart, ia agak takut juga bilamana hanya akan ditatap terus-terusan tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.
Pluk.
Tanpa bisa diduga Danny Tuan Rhart memeluknya saat itu juga, hal itu membuatnya sedikit kaget namun pada akhirnya ia merasakan kehangatan orang tua ini.
"Kukira aku tidak bisa bertemu kembali denganmu Danny." Dalam pelukannya itu nada bicara Rhart terdengar dalam dan berat namun tidak menutupi kehangatan dan keramahan yang ditunjukkannya.
Danny merasakan aura persaudaraan yang erat, meskipun sudah lama tidak bertemu namun rasanya rasa kenyamanan yang diberikan orang tua ini tidak berubah seperti dahulu.
Kehangatan dan kebaikan orang tua ini layaknya seperti anggota keluarganya sendiri, sontak hal itu membuat Danny teringat kembali dengan kakeknya.
Beberapa saat kemudian Rhart melepaskan pelukannya, dan Danny segera mempersilahkan para orang tua itu masuk ke dalam kamarnya.
Mereka duduk bersama di kursi panjang yang juga ada di kamar itu, sebuah fasilitas yang hebat mengingat luasnya kamar dan pemandangan yang indah membuat siapapun yang menginap di sini menjadi betah.
"Maafkan saya Tuan Rhart, Tuan Ther, Tuan Cleus, dengan adanya saya di tempat ini malah mengundang seseorang yang membuat tempat ini dalam bahaya."
Danny masih merasa bersalah karena kedatangannya itu membuat orang-orang kerajaan timur menjadi ketakutan karena tiba-tiba ada bahaya yang terjadi.
"Tidak usah khawatir Danny, tidak ada yang menginginkan kejadian seperti ini terjadi jadi jangan memyalahkan dirimu sendiri." Rhart menimpali perkataan Danny dengan cepat, orang tua itu tidak mau melihat anak muda itu menyalahkan dirinya atas kejadian tadi.
"Terlebih lagi, siapa yang sebenarnya menyerangmu Danny?" Ther mulai bertanya mengenai hal ini.
"Ah, dia adalah teman lama saya Tuan, pertemuan kami berlangsung dengan pertarungan dan berakhir di hutan Dawn Forest." Danny menjelaskan dengan singkat.
"Ah, kini hutan itu sudah benar-benar hancur, bahkan seluruh binatang dan segala yang hidup pun sudah tiada," tambah Danny, sungguhlah ia masih tidak menyangka akibat pertarungan yang dilakukannya itu.
Hal Itu juga membuat Danny sedih, terlebih ia kehilangan kenalannya, Cerberus si penguasa Dawn Forest tidak bisa berkutik ketika rumahnya sendiri hancur seperti itu.
"Itu kabar yang cukup menggembirakan atau ... mungkin menyedihkan ...." Cleus bergabung dengan pembicaraan ini dengan tempo nada yang lambat dan santai.
__ADS_1
"Jika dilihat dari dua sisi tentunya ada pandangan yang berbeda pula, di satu sisi hutan Dawn Forest yang melegenda sudah hancur, otomatis hutan yang menyebabkan banyak teror dan misteri tidak perlu ditakutkan lagi sekarang, dan di sisi lain kehilangan hutan itu akan membuat sebagian besar daerah luar Kerajaan Timur tandus dan panas." Rhart mengatakan pendapatnya mengenai masing-masing sisi dari hancurnya hutan tersohor di daerah luar Kerajaan Timur itu.
Danny tidak bisa menghindari pertarungan dengan Forhan, bahkan ketika ia pikir untuk mengurangi dampak pertarungan yang terjadi hingga akhirnya memilih untuk pergi ke hutan terlarang, ia pikir dengan begitu tidak ada yang begitu dirugikan dengan adanya pertarungan yang terjadi.
Namun yang terjadi bukanlah seperti yang diharapkannya, untuk mengimbangi kekuatan Forhan yang luar biasa besar, maka bukan hal yang aneh bilamana dirinya juga menyerahkan semua yang dipunyainya, dan sebagai hasil dari pertarungannya dengan Forhan, hutan Dawn Forest kini hanya tinggal nama saja.
"Baiklah kita kesampingkan dahulu soal hutan Dawn Foresy, lagipula tidak ada yang bisa tahu akan penyerangan yang akan dilakukan oleh orang asing pada Danny, dan karena tidak punya pilihan Danny harus bertarung di hutan itu, lebih baik dibanding dengan ia harus bertarung di pusat kota ini bukan?" Rhart mendukung keputusan Danny untuk bertarung di luar pusat kota, karena memang banyak jiwa yang dipertaruhkan bilamana pertarungan Danny dan temannya itu dilakukan di sini.
"Apa yang temanmu inginkan darimu Danny? Dan jika memang dia temanmu mengapa dia menyerangmu?" Ther kemudian mengajukan pertanyaan berikutnya, ia memang tidak habis pikir mengapa ada teman yang menyerang temannya sendiri?
"Sebenarnya saya sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi ancaman yang besar, yaitu para iblis ...."
"Iblis ... Danny ketika kau megatakan itu apakah mereka akan segera menyerang menusia?" Kini arah pembicaraan kembali menjadi serius, Rhart yang selama ini hidup di pusat kerajaan timur yang masih dalam keadaan tenang jadi penasaran akan kebenaran tentang iblis itu.
"Cepat atau lambat akan terjadi seperti itu, kekuatan yang sedang ada pada saya adalah kekuatan ras demi human, ras yang sangat kuat pada kemampuan fisik ...."
"Ras lain?!" Rhat, Ther, dan Cleus terkejut bersamaan, jujur saja mereka memang baru mengetahui kebenaran tentang hal ini.
"Benar Tuan, jadi teman saya itu hendak mengambil kekuatan rasnya sendiri, itulah yang saya pikirkan awalnya, namun ternyata ada fakta yang tersembunyi di sana." Danny tertunduk, ia masih merasa terlalu cepat temannya itu menghilang dan kini ia tidak mempunyai jawaban yang pasti untuk mengungkap misteri ini.
"Teman saya dikendalikan Iblis, dengan bertingkah seolah dia memusuhi saya maka pada akhirnya itu hanyalah kedoknya saja yang pada kenyataannya iblis-lah dalang yang sebenarnya." Spontan Danny menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya, sedang kenyataan yang sebenarnya masih belum diketahuinya.
"Jadi kau dipaksa bertarung dengan temanmu sendiri ya? Hm." Cleus masih mengelus-elus janggut panjangnya seiring berjalannya pembicaraan ini
Karena Danny pikir Tuan Rhart, Tuan Cleus dan Tuan Ther masih belum tahu tentang adanya keberadaan ras lain, akhirnya Danny menjelaskan secara sederhana mengenai hal itu, dan setelah mendengar penjalasan dari Danny, akhirnya para orang tua itu mengerti.
"Tidak heran bilamana pertarungan kalian bisa sebesar itu, syukurlah kau baik-baik saja Danny." Rhart tersenyum kecil, lagi-lagi aura ramahnya itu membuat Danny seperti sedang bersama dengan kakeknya sendiri, keluarganya.
"Semua pihak kerajaan memang sudah mengetahui akan aktivitas aneh di wilayah utara saat ini, sepertinya memang benar iblis akan segera mengkhianati perjanjian awal kita," ucap Ther serius.
"Apakah semua pihak kerajaan bisa bersatu untuk melawan ancaman besar ini?" Danny percaya mungkin ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyerangan iblis ke wilayah manusia.
Danny optimis bahwa jika umat manusia bersatu maka akan muncul harapan yang lebih besar ketimbang dengan tidak sama sekali.
__ADS_1