
Pedagang yang membantu Vincent dan teman-temannya itu adalah seorang pria yang nampak sudah cukup berumur, yang menandakan ia sudah punya pengalaman yang cukup untuk menjadi seorang pedagang yang sukses.
Karena setelan pakaian yang cukup tertutup maka hanya terlihat bagian sedikit batang hidyng dan matanya saja, mungkin ia memakai setelan pakain seperti itu untuk alasan tertentu dan memang sebagai seorang pedagang penampilannya tidak akan terlalu diperhatikan melainkan barang dagangannya sendiri yang akan menarik minat pembeli.
Danny, Brock, dan Patricia berhenti sementara karena melihat Vincent sedang menyapa dan berbicara dengan seseorang, namun Brock dan Patricia yang belum mengenalinya secara jelas, terutama Danny yang pertama kali keluar dari penginapan itu.
Hari masih pagi dan matahari belum nampak dengan jelas, namun mereka bertemu seseorang yang dikenali Vincent, yaitu salah seorang pedagang yang telah membantu mereka beberapa waktu yang lalu untuk mencapai kota ini.
"Brock, Patricia, bapak pedagang ini adalah yang mengantar kita ke kota ini, bukankah kalian ingat?" Vincent merasa kedua temannya itu belum sadar betul dengan apa yang telah ditunjukkannya itu, ia bisa mengingat jelas siapa yang mengantarkan mereka ke tempat ini dengan cepat, lalu mengapa kedua orang ini tidak segera sadar juga?
Brock dan Patricia melihat dengan seksama apakah memang benar bapak pedagang ini yang telah mengantarkan mereka ke tempat ini?
Pedagang yang menyadari bahwa ia sedang diajak bicara oleh salah seorang dari mereka, kemudian menyingkapkan syal yang menutupi wajahnya yang hanya tinggal menyisakan pandangan matanya itu.
Setelah tersingkap akhirnya Brock dan Patricia mulai sadar akan siapa bapak pedagang yang tengah mereka lihat itu, tidak lain tidak bukan dia adalah orang yang Vincent sebutkan, seorang yang memberi mereka tumpangan sekaligus memberi uang untuk memakai jasa penginapan di kota ini; bisa dibilang bapak pedagang ini adalah penyelamat bagi mereka.
Seorang bapak yang memiliki raut muka muda, di bagian bwah wajahnya sedikit Terlihat brewokan tipis berwarna putih, rambutnya tidak terlihat ia memakai kupluk yang cukup tebal, nampak ia adalah seorang pria yang ramah karena dari raut mukanya ia adalah seorang yang murah senyum.
"Oh kalian?" Suaranya tidak terlalu berat dan layaknya bapak-bapak yang berbicara, suara seorang yang berwibawa dan penuh dengan keramahan.
__ADS_1
"Be-benar! Bapak Pedagang ini yang telah membantu kita!" Patricia sendiri heboh karena kembali melihat orang yang telah membantu dia dan teman-temannya itu.
Brock sendiri mengenali dengan pasti bapak pedagang ini, karena memang dialah yang memberikan bantuan pada mereka semua, namun pertanyaannya mengapa bapak ini masih berada di sini?
"Vincent, mengapa kau bisa tahu akan keberadaan bapak pedagang yang sudah menolong kita? Bukannya tadi bapak ini menutupi seluruh wajahnya?" Brock juga penasaran akan hal ini, mengapa temannya itu bisa mengenali bapak ini dengan begitu cepat meskipun tidak banyak hal yang bisa diperhatikannya selain hanya matanya saja?
Vincent tahu memang penampilan bapak ini nampak tertutup dan sulit untuk mengenalinya dari luar, namun bisa mengetahui hal ini karena melihat suatu tanda yang ada pada si bapak pedagang ini.
"Aku bisa mengenali bapak pedagang penolong kita ini karena memang melihat tanda itu." Vincent menujuk dengan jari telunjuknya ke arah tangan si bapak pedagang itu, memang ada suatu hal yang bisa terlihat jelas dari tangan kanan bapak pedagang ini.
Tangan si bapak pedagang ini memang tersingkap dan tidak begitu tertutup seperti bagian wajahnya, terlihat di bagia tangan kanannya itu terdata sebuah tanda berwarna merah yang cukup besar di sana.
"Aku sama sekali tidak memerhatikan tangan kanan pak pedagang ini dari awal, jadi ini kali pertama aku melihatnya." Patricia juga baru menyadari sekarang bapak pedagang yang telah memberi pertolongan pada mereka mempunyai tanda seperti ini pada tangan kanannya.
"Hehe ... jadi dengan melihat tangan kanan bapak pedagang ini maka aku bisa langsung mengenalinya, bahkan saat wajahnya tertutup sekalipun." Vincent yang memerhatikan hal seperti ini memang haruslah menyapa seorang yang sudah memberi pertolongan pada mereka itu.
"Oh, kalian yang sering berkelana kesana- kemari bukan? Bagaimana kondisi kalian saat ini?" Bapak pedagang menanyakan dengan ramah bagaimana kondisi mereka berempat saat ini.
"Wah! Kondisi kami jauh lebih baik dari sebelumnya, itu semua karena bantuanmu Pak! Entah bagaimana jadinya bilamana kami menghabiskan waktu sepanjang malam untuk mencari persinggahan ke kota ini dan lagi tanpa uang sepeserpun!" Vincent dengan ceria menjawab pertanyaan dari bapak pedagang itu, ia sangat beryukur dengan adanya bapak pedagang yang begitu berbaik hati menolong mereka.
__ADS_1
"Begitukah? Syukurlah jika begitu, aku juga ikut senang bisa membantu kalian dalam perjalanan yang sedang kalian emban ini, oh ... kau adalah anak muda yang tidak sadarkan kemarin?" Sang bapak pedagang bertanya tentang Danny yang saat itu memang tidak sadarkan diri karena luka yang diterimanya dari si penjahat supranatural.
"Oh? Tu-tuan pedagang yang telah membantu kami ... benar tuan, saya Danny yang tidak sadarkan diri waktu tuan membantu teman-teman saya, terima kasih atas bantuannya." Danny menundukan kepalanya pada bapak pedagang itu sebagai rasa terima kasih atas pertolongan yang ia berikan.
"Syukurlah jika kondisimu sudah membaik Danny, kau tidak tahu betapa teman-temanmu khawatir jika keadaanmu tidak membaik bukan?"
"Ahaha ... be-benar Tuan." Danny pikir bapak pedagang ini memang ramah dan mudah bersahabat dengan siapapun juga, Danny bisa merasakan kehangatan ketika mendengar ucapan dari bapak pedagang itu.
"Bapak pedagang dalam beberapa hari ini tidak pergi kemanapun? Bukankah bapak juga suka melancong dan singgah di kota-kota untuk menjual barang pada orang banyak?" Brock akhirnya bertanya tentang hal yang ingin diketahuinya itu.
Bapak pedagang itu tersenyum, dan tidak lama ia menatap Danny sebentar dan menjawab pertanyaan pria besar itu. "Brock bukan? Aku memang sudah berumur namun aku bisa tahu kita memang pernah bertemu sebelumnya, kau bertanya mengapa aku tidak pergi dari kota ini setelah beberapa hari berlalu? Alasannya cukup sederhana, aku sudah menemukan apa yang kucari maka dari itu aku berhenti untuk pergi dari tempat ke tempat lain." Jawaban yang tidak begitu jelas, namun setidaknya itu membuat Brock bisa tahu alasan dibalik pak pedagang yang tidak kembali berkelana ke tempat lain itu.
"Menemukan apa yang Tuan cari? Apakah itu pelanggan yang setia atau keuntungan yang tuan cari selama ini ada di kota ini sampai-sampai tuan tidak kembali lagi pergi ke kota lain?" Danny penasaran juga akan apa yang sebenarnya di maksud oleh Pak Pedagang ini, maka dari itu ia berusaha untuk mrmastikannya.
Pak pedagang melihat kondisi sekitarnya, ia melihat bahwa, sinar mentari pagi mulai menyinari saat ini, dan para pedagang yang berjualan selain dirinya itu sudah bersiap-siap menyiapkan barang terbaiknya untuk dijual pada pembeli; hal sebaliknya terjadi pada pak pedagang yang telah membantu Danny dan kawan-kawannya, bukannya ia membuka barang dagangan untuk diperlihatkan pada orang-orang, ia malahan saat ini sudah selesai menaikkan barang-barangnya ke kereta kuda yang saat ini ada di sampingnya itu.
"Suasana di sini tidak lama lagi akan ramai, kita tidak bisa berbicara di tempat seperti ini, mari naik ke tempat barang-barangku dan kita akan segera meninggalkan kota ini."
Pak pedagang itu mengatakan hal yang kurang dimengerti oleh Danny, ia kira akan mendapat jawaban yang lebih jelas dari pak pedagang ini, namun yang ia dengar tadi ini malah membuatnya semakin penasaran akan siapa sebenarnya pak pedagang yang telah menolongnya dan teman-temannya itu.
__ADS_1
"Ah, jadi maksud Bapak Pedagang, kita boleh ikut menumpang kembali dengan bapak untuk pergi dari kota ini?" Vincent berusaha menyederhanakan apa yang sebenarnya pak pedagang itu katakan, setidaknya hal paling mudah ini yang dipahaminya.